UNTUK INDONESIA
Hasil Survei, Bupati Sorong Selatan Kalah Elektabilitas
Lembaga survei Mindset Riset dan Konsultasi Indonesia merilis hasil survei kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Sorong Selatan.
Direktur Pemenangan Indonesia Timur, Andi Baso Ryadi Mappasulle (kiri) dan Direktur Eksekutif MRKI, Andi Andri Agus (kanan) dalam rilis hasil survei bakal calon kepala daerah di Kabupaten Sorong Selatan. (Foto: Tagar/Dzul Ahmad)

Sorong - Lembaga survei Mindset Riset dan Konsultasi Indonesia (MRKI) merilis hasil survei kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat.

Disebutkan, hasil elektabilitas bakal calon Alfons Sesa meraih 22.8 persen, mengalahkan Bupati Sorong Selatan, Syamsuddin Anggiluli yang hanya meraih 18,7 persen.

Menyusul di urutan ke tiga, Martinus Salamuk dengan elektabilitas 9,5 persen, Dortheis Sesa di urutan ke empat 9,2 persen, ke lima Maickel Momot 9 persen, Felix Duwit ke enam 8,5 persen, Pieter Konjol 8 persen di urutan ke tujuh, dan urutan delapan Yunus Saflembolo 7,3 persen.

"Sedangkan yang tidak menjawab tujuh persen,” ujar Direktur Eksekutif MRKI, Andi Andri Agus, saat memaparkan hasil survei di Swiss Bell Hotel, Jalan Jendral Sudirman, Kota Sorong, Minggu 22 September 2019

Sementara untuk elektabilitas bakal calon wakil bupati, Martinus Salamuk yang masih menjabat sebagai wakil bupati saat ini berada di peringkat pertama yakni 21,5 persen, disusul Lukman Magaje 18,5 persen di urutan ke dua.

Survei ini bukan by order. Survei ini tidak satu pun bakal calon yang terlibat di dalamnya

"Ini yang uniknya elektabilitas Martinus Salamuk wakil bupati yang masih menjabat elektabilitasnya di urutan pertama. Kemudian urutan ke tiga di susul Ahmad Syamsuddin dengan 14,5 persen, Wugerd Leopoid Maraki urutan ke empat 11,7 persen, Aristoteles Rudolf 8,5 persen urutan ke lima, Yulian Tauwe urutan ke enam 6,5 persen, ke tujuh Yusuf 5 persen, Alfius Way ke sembilan 4,7 persen, terakhir Yance Ambaho 3,1 persen dan yang tidak menjawab 6 persen," tutur Andi.

Survei yang dimulai sejak 26 Agustus sampai 15 September 2019 ini, kata Andi, hanya diambil hanya sampai peringkat ke sembilan dari nama-nama bakal calon bupati dan wakil bupati yang disebutkan 404 responden.

Andi menegaskan, survei yang dilakukan lembaganya independen dan diperuntukkan bagi kepentingan publik.

"Survei ini bukan by order. Survei ini tidak satu pun bakal calon yang terlibat di dalamnya, tidak satu pun partai politik, tidak ada campur tangan dari partai manapun," tegas dia.

Andi menyebut, pihaknya sudah menghubungi bakal calon bupati dan wakil bupati untuk menyaksikan hasil rilis lembaga survei yang dipimpinnya, namun tidak ada satupun yang hadir.

"Sudah konfirmasi ke semua bakal calon, kita mengundang mereka," ungkap dia.

Seperti diketahui Kabupaten Sorong Selatan merupakan salah satu kabupaten yang akan mengelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 mendatang. []

Berita terkait
Liputan Aksi di Sorong, Wartawan Diintimidasi Pedemo
Diduga kasus intimidasi kepada wartawan terjadi lagi di Sorong, Papua Barat. Kali ini intimidasi dilakukan oknum aktivis GMNI.
Gibran Rakabuming Batal Diusung PDIP di Pilkada 2020
PDIP Solo Calonkan pasangan Achmad Poernomo dan Teguh Prakosa menjadi bacalon walikota dan calon wakil walikota Kota Surakarta periode 2020-2024.
Pilkada 2020, ASN Hingga Eks Guru Lamar PDIP Sibolga
Sebanyak 14 figur melamar PDIP Kota Sibolga, Sumatera Utara, agar bisa menjadi calon wali kota pada Pilkada 2020.
0
Jelang Pelantikan, Jokowi Panggil Menhub Budi Karya
Tiga hari jelang pelantikan Presiden terpilih Jokowi memanggil Menhub Budi Karya ke Istana Kepresidenan Jakarta.