UNTUK INDONESIA
Harga Gas Melon di Lokasi Banjir Lebak Rp 100 Ribu
Di salah satu desa di Kab Lebak, Banten, yang terdampak longsor harga gas elpiji 3 kg mencapai Rp 100 ribu karena kesulitan transpor
Kelangkaan Gas Elpiji ukuran tiga kilogram mulai terasa di Banten, Kamis 16 Januari 2020. (Foto: Tagar/Moh Jumri)

Lebak - Sulitnya akses dan jauhnya jarak yang harus ditempuh dengan berjalan kaki di salah satu wilayah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Desa Lebak Situ, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak membuat harga gas elpiji melonjak hingga mencapai Rp 100 ribu per tabung.

Hal itu disampaikan salah seorang Pokja Relawan Banten, Egi Ramadhan yang berada di lokasi terdampak banjir bandang Desa Lebak Situ, menurutnya jika melonjaknya harga gas elpiji 3 kilogram tersebut karena tidak ada akses yang bisa dilalui kendaraan menuju Desa Lebak Situ sehingga harus dipikul.

"Sudah sejak tanggal 3 Januari udah naik. Bukan karena adanya kecurangan, tapi memang akses yang menyulitkan Pemilik warung untuk belanja, yang tentu saja harus membayar ongkos pikul dan lain-lain," ucap Egi kepada Tagar lewat telepon selulernya, Kamis 16 Januari 2020.

Sehingga akibat hal itu, dikatakan Egi, masyarakat harus berjalan jauh agar bisa mendapatkan elpiji 3 kilogram yang ketersediaannya tidak ada di warung-warung sekitar. "Harus turun jalan kaki ke bawah. Ga ada di warung," ujarnya.

Ia berharap peran serta pemerintah untuk turut serta memberikan solusi dari persoalan yang saat ini tengah dihadapi oleh masyarakat terdampak bencana banjir, termasuk membantu dalam pendistribusian BBG (bahan bakar gas) ke lokasi yang masih sulit dijangkau. "Jangan biarkan warga menderita, cari kayu bakar gak mungkin.

Hujan terus mengguyur 

"Siapapun yang mau bantu harus cepat," tegasnya. Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Elpiji Hiswana Migas Banten, Yudhi Lukman pun menyampaikan jika lonjakan harga elpiji di beberapa wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak dikarenakan medan jalan yang berbukit dan kondisi badan jalan yang masih tertutupi longsoran tanah sehingga menyulitkan pasokan gas elpiji ke wilayah tersebut.

"Belum selesai pengerukannya. Karena untuk pengirimannya, ada yang pakai motor dan ada yang diangkut pakai orang (dipikul -red). Jadi biaya transportasinya yang tinggi," kata Yudhi.

banjir lebakKondisi Banjir di Lebak, ratusan warga di Enam Kecamatan masih mengungsi, Kamis 16 Januari 2020. (Foto: Tagar/Moh Jumri)

Diakui Yudhi, pihaknya akan membahas terkait hal itu dalam rapat koordinasi bersama Pertamina dalam waktu dekat guna mencari solusi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Desa Lebak Situ.

"Mungkin kita akan mendata KK (Kepala Keluarga) di sana yang terisolasi. Nanti kita akan berikan pinjaman tabung yang 5,5 kilogram dan sebulan sekali kita akan isikan secara gratis sebagai bentuk kepedulian kita kepada masyarakat yang terisolasi. Kalau sudah normal, tabungnya harus dikembalikan," paparnya.

"Tapi itu baru rencana, belum tau kepastiannya. Nanti kita komunikasikan dulu," imbuhnya. Untuk diketahui, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten tercatat 6 Kecamatan dengan 28 Desa/Kelurahan serta sebanyak 11.400 jiwa terdampak banjir bandang dan longsor pada Rabu, 1 Januari 2020 lalu di Kabupaten Lebak. 

Hingga Kamis 16 Januari 2020 ini, terpantau Desa Lebak Situ, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak masih terisolir karena akses menuju ke lokasi masih sulit dijangkau. []

Berita terkait
Polda Banten, Korban Banjir Lebak 6 Masih Hilang
Bencana banjir bandang dan tanah longsong di Lebak, Banten, sampaia hari Jumat masih ada 6 warga yang tidak ditemukan
Korban Banjir dan Longsor di Jabodetabek dan Lebak
Banjir di Jabodetabek dan longsor di Lebak, Banten, menewaskan 53 dan 1 hilang, data ini up date sampai Sabtu, 4 Januari 2020
Korban Banjir Bandang dan Longsor di Lebak 2.000 KK
Setidaknya diperkirakan ada dua ribu Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Lebak, Banten.
0
Istri Kobe Bryant Gugat Perusahaan Helikopter
Vannesa Bryant, istri mendiang bintang BNA, Kobe Bryant melayangkan gugatan kepada perusahaan penyedia jasa helikopter.