UNTUK INDONESIA
Hantu Perempuan di Ruang Ketua DPR
Lantai III Gedung Nusantara III DPR RI disebut-sebut sebagai tempat terangker di DPR. Ada hantu perempuan di ruang ketua DPR.
Gedung bersejarah DPR/MPR RI tampak depan (Foto: Tagar/Nurul Yaqin)

Jakarta - Miftahul Ihsan tak akan pernah melupakan peristiwa menyeramkan itu. Pagi itu, seperti biasa, ia datang pagi ke Gedung DPR. Sebagai office boy ia bertugas di lantai III Gedung Nusantara III, tempat berkantornya para pimpinan DPR RI. Pagi itu ia melakukan tugas rutinnya, membersihkan ruang kerja ketua DPR, kala itu, Setya Novanto.

Dengan vacuum cleaner Miftahul membersihkan karpet di ruang kerja di gedung yang dibangun pada 1965 itu. Sendirian, tak ada petugas lain. Hanya bunyi mesin vakum menderu-deru pelan memecah keheningan pagi di ruang yang, saat itu, disinari lampu yang bisa disebut tak begitu terang tersebut. Ruangan itu nyaris seluruhnya dialasi karpet.

Maju mundur Miftahul menggerakkan mesin vakum, menyusuri senti demi sentimeter seluruh penjuru karpet di ruang kerja itu. Ia menundukkan kepalanya, berjalan maju mundur. Jam belum lagi menunjukkan pukul delapan. Para staf DPR biasa baru muncul sekitar pukul sembilan.

Yang ia ingat, seorang temannya tiba-tiba masuk, berteriak, dan membantu menegakkan tubuhnya yang sudah lemas, nyaris terkulai di lantai.

Inilah yang kemudian terjadi. Setelah beberapa langkah mundur, ia kemudian berhenti, bersiap untuk maju lagi. Tangannya masih menggenggam erat pegangan mesin vakum. Sesaat, ia lalu mendongakkan kepalanya, bersiap untuk melangkahkan kaki. Dan... jantungnya seraya berhenti berdetak. Di depannya berdiri seorang perempuan berbaju putih panjang. Perempuan itu menatapnya. Dingin. Tidak sendirian. Di sebelahnya, berdiri pula seorang anak perempuan, berambut panjang. 

“Dia maju, melangkah ke depan, seperti mau masuk ke tubuh saya, tapi tidak bisa, saya sudah tidak bisa apa-apa, ” kata Miftahul kepada Tagar, mengenang peristiwa yang terjadi pada 2014.

Selanjutnya, Miftahul nyaris tak ingat apa-apa. Yang ia ingat, seorang temannya tiba-tiba masuk, berteriak, dan membantu menegakkan tubuhnya yang sudah lemas, nyaris terkulai di lantai. Ia sendiri tak tahu kemana perempuan berbaju putih panjang itu pergi. Pergi atau menghilang di mana ia tak tahu.

Bagi para office boy yang bertugas di Gedung Nusantara III, terutama yang mendapat tugas “memegang” lantai III, keangkeran lantai di situ sudah bukan rahasia lagi. Ruang terangker yang mereka tunjuk, lagi-lagi ruang ketua DPR. “Terutama dekat toilet, di pojok,” ujar Miftahul. Menurut dia, seorang staf Setya Novanto dulu juga pernah melihat seorang perempuan yang kemudian berjalan ke arah tangga dan menghilang.

Miftahul bercerita bagaimana ia dan juga teman-temannya, kerap mendengar keran di ruang kerja Satya Novanto hidup sendiri atau munculnya suara-suara asing, seperti langkah orang berjalan. Padahal, tak ada siapa pun, baik di dalam ruangan maupun di lorong lantai. “Juga kadang-kadang terdengar suara pintu seperti dibuka dan ditutup seseorang,” katanya.

Miftahul sendiri penasaran dengan hantu perempuan dan anaknya yang muncul di ruang kerja Setya Novanto itu. Ia kemudian mencari tahu, mendatangi sejumlah “orang pintar,” termasuk seorang ulama yang menurut dia paham soal demikian. 

“Dia bilang itu berasal dari luar, dari gedung depan yang warna ijo. Jadi bukan penghuni Gedung Nusantara III. Katanya sedang iseng aja ke sebrang," ujar Miftahul menirukan kesimpulan ulama tersebut. 

Gedung ijo yang dimaksud tak lain Gedung Nusantara, gedung berwarna hijau yang acap disebut “gedung kura-kura” lantaran dua atapnya melengkung. Gedung ini hanya ramai jika ada acara. Ada pun hari-hari biasa, sepi senyap.

Gedung DPR dan MPRGedung DPR yang biasa dijuluki "Gedung Kura-Kuran,"  tampak belakang (Foto: Tagar/Nurul Yaqin)

Menurut Miftahul, kejadian seram terakhir yang ia alami adalah saat Sidang MPR beberapa waktu lalu. Ketika itu, bersama sejumlah office boy lainnya dan beberapa petugas keamanan, mereka tidur di mushala di lantai III. “Kalau pas akan ada pidato presiden, kami biasa menginap,” kata Miftahul.

Saat tidur itulah, di tengah malam ia mendengar suara perempuan menangis. Demikian jelasnya. Paginya, seorang temannya ternyata juga mengaku mendengar tangisan itu. “Dia bilang, ingin bangun tapi tubuhnya tidak bisa bergerak, seperti tertimpa benda besar.”

Kepada Tagar, seorang tenaga ahli, Dwi Nugroho, yang setiap harinya berkantor di lantai III Gedung Nusantara III DPR tak menampik cerita yang dituturkan Miftahul. Dwi mengaku juga sering mengalami hal-hal demikian, diganggu suara-suara aneh. Tugasnya sebagai staf ahli salah satu pimpinan DPR membuatnya kerap harus pulang larut malam atau kerja sendirian kala semua staf pimpinan sudah pulang. 

“Saya mendengar suara pintu tertutup sendiri,” katanya. 

Pernah suatu ketika, misalnya, televisi di depannya tiba-tiba hidup sendiri. 

“Kejadiannya menjelang magrib,” ujarnya. 

Lain waktu, juga saat ia bekerja sendiri, tiba-tiba mesin printer di ruangannya berderit, menyala sendiri juga.

Hal sama diungkapkan Ujang Komarudin, pakar politik yang pernah menjadi staf khusus salah satu pimpinan DPR di era lembaga itu dipimpin Ade Komarudin. Menurut Ujang, keseraman lantai III Gedung Nusantara III sudah diketahui semua office boy dan sejumlah staf DPR. 

Sebagai staf khusus yang kerap pulang malam karena harus menyelesaikan sejumlah tugas untuk bosnya, bahkan kadang menjelang subuh, Ujang mengaku kerap merinding jika berada di lantai III. 

“Lebih-lebih kalau saya sedang bekerja sendirian di dalam ruangan,” katanya.

Hantu perempuan dan anaknya itu sendiri kini tak pernah muncul lagi -kecuali suara tangis perempuan yang masih terdengar itu. Menurut Miftahul, setelah peristiwa yang dialaminya itu, beberapa kali pengajian digelar di ruang Setya Novanto. 

Saat Bambang Soesatyo pindah ke ruang itu, menggantikan Setya Novanto menjadi ketua DPR, Bambang juga menggelar pengajian. “Lampunya juga kini sudah makin terang,” kata Miftahul. Hantu wanita berbaju putih dan anaknya itu mungkin sudah pulang ke rumahnya, Gedung ijo…. []

Berita terkait
Gedung DPR Senayan Digembok Dijaga Ketat
Gedung DPR Senayan digembok dan dijaga ketat, satu hari setelah pengumuman rekapitulasi nasional KPU 21 Mei 2019.
Agenda Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kala telah tiba di Kompleks Gedung Parlemen untuk menghadiri Sidang Tahunan MPR RI.
Sumiati, Hantu Legend di Makassar
Bagi warga Makassar dan Sulawesi Selatan cerita tentang hantu Sumiati sangat familiar. Berikut kisahnya.
0
Masyarakat Adat Sihaporas Demo di PN Simalungun
Masyarakat adat Sihaporas dan aliansi mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.