UNTUK INDONESIA
Usaha menyelamatkan Danau Toba dari Sampah Plastik
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Utara bekerja sama dengan Gereja Cleve Jerman gelar seminar pengelolaan sampah yang benar.
Danau Toba. (Foto: Tagar/Tonggo Simangunsong)

Tarutung - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Utara bekerja sama dengan Gereja Cleve Jerman yang diinisiasi Departemen Apostolat GKPI Pematang Siantar, menggelar seminar pengelolaan sampah yang benar dan ramah lingkungan di Sopo Partungkoan Tarutung, pada Selasa, 13 Agustus 2019.

Gereja protestan Cleve Jerman diwakili Pendeta Johannes Prizt berbagi pengalaman tentang kepedulian lingkungan dengan materi pengelolaan sampah harus diedukasi dari lingkungan keluarga.

Terpantau hadir pada seminar tersebut ratusan jajaran kepala desa se-Tapanuli Utara, Osmar Silalahi, dan jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Utara, Pendeta Johannes Prizt, Pendeta Humala Lumbantobing dan puluhan pemuda dan pemudi Jerman.

"Tamu kita ini datang dari pemuda Gereja Protestan Jerman. Tujuannya ke Silindung adalah kunjungan kemitraan. Karena sudah ke empat kali kunjungan ini antara Pemuda GKPI Silindung dengan pemuda Gereja Cleve," kata kepala departemen Apostolat GKPI, Pendeta Humala Lumbantobing.

Setiap kunjungan kami kesana seperti bertambah energi kami.

Dia mengatakan, kedatangan kelompok pemuda Jerman itu terjadwal mulai tanggal 6 Agustus 2019 sampai dengan 24 Agustus 2019 bertujuan lakukan sosialisasi bagaimana memelihara lingkungan, secara khusus bagaimana mengatasi masalah sampah plastik. Kehadiran mereka juga diakui Humala sangat disambut oleh Bupati setempat.

"Jadi kedatangan mereka ke Silindung ini mengadakan seminar-seminar penyuluhan dan juga cara cara mengolah sampah plastik yang diperagakan pemuda Jerman. GKPI Silindung sangat tertolong atas agenda seminar ini," kata Humala.

"Dengan seminar ini, Bupati berharap supaya Tarutung sebagai destinasi wisata rohani semakin bersih kedepan dari sampah plastik," ujarnya.

Gereja  Protestan Cleve JermanTokoh Gereja Protestan Cleve Jerman kerja sama Pemkab Tapanuli Utara diinisiasi GKPI Silindung gelar seminar pengolahan limbah rumah tangga di gedung Sopo Partungkoan Tarutung, Selasa 13 Agustus 2019. (Foto : Tagar/Jumpa P Manullang).

Lebih lanjut, Humala mengatakan Bupati berharap masyarakat Tapanuli Utara bisa memiliki ide dari seminar-seminar ini hingga mereka miliki langkah secara kongkrit dalam mengolah sampah.

"Termasuk Danau Toba, agar keindahan Danau Toba dijaga dengan pola yang tepat menjaga polusi dari sumber sampah. Mereka juga tahu bahwa Danau Toba sudah tercemar," kata Humala.

Diwawancara terpisah Pdt Johannes Prist mengapresiasi dan mengagumi keindahan yang ada di Danau Toba. Berharap agar seluruh stake holder bisa memelihara keindahan itu.

"Kami sangat terkesan dengan keindahan Danau Toba. Satu destinasi parawisata yang indah, kami juga melihat peranan dan perhatian pemerintah termasuk yang begitu peduli termasuk kunjungan Presiden Joko Widodo," kata Prizt.

"Dengan harapan (Danau Toba) dapat dikembangkan bukan hanya destinasi domestik lokal termasuk untuk wisatawan manca negara," ujarnya.

Lebih lanjut, Pendeta Gereja Protestan Cleve Jerman itu mengatakan, ia dan rombongan merasa memperoleh energi baru pada setiap kunjungan ke Danau di Samosir itu.

"Danau toba itu bagi kami sangat berkesan, karena Danau Toba adalah hasil letusan gunung berapi atau energi Volkano ribuan tahun lalu. Dan setiap kunjungan kami kesana seperti bertambah energi kami," kata Johannes Prizt. [ ]

Baca juga:


Berita terkait
Tao Silalahi Arts Festival 2019 di Tepian Danau Toba
Tao Silalahi Arts Festival 2019 akan digelar kembali di Desa Silalahi III, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, mulai 6-8 September 2019.
Direktur Badan Otorita Danau Toba Dipanggil Polda Sumut?
Direktur Badan Otorita Danau Toba (BODT) Arie Prasetyo mendatangi Markas Polda Sumatera Utara, di Kota Medan, Senin 12 Agustus 2019.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.