Gus Menteri: Sinergikan SDGs, Desa Lakukan Pendataan Mikro

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sigi dalam rangka sinergitas program berbasis SDGs Desa.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. (Foto:Tagar/Kemendes PDTT)

Sigi – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar didampingi istri, Umi Lilik Nasriyah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sigi pada Sabtu,16 Januari 2021. Kunjungan tersebut dalam rangka sinergitas program berbasis SDGs Desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Pria yang akrab disapa Gus Menteri ini menyampaikan agar dana desa bisa dirasakan oleh seluruh warga. Oleh sebab itu, pihaknya telah menentukan arah kebijakan pembangunan desa ke depan dengan berbasis SDGs Desa.

Pak Menteri dana desa itu bisa dipakai apa sih? Jawabannya sederhana, Pak kades tidak usah panjang-panjang jawabnya, dana desa itu bisa dipakai apa saja kecuali yang dilarang.

“Inilah yang kemudian harus menjadi rujukan kita membangun desa itu bagaimana, ya pakailah referensi SDGs Desa. SDGs Desa itu memberikan dua arah, pertama arah pembangunan kewargaan yang kedua arah pembangunan kewilayahan. Karena, dua arah ini yang harus dibangun,” tuturnya.

Gus Menteri menjelaskan, pembangunan berbasis SDGs Desa akan memberikan arah dalam hal pendataan. SDGs Desa, mengharuskan desa-desa melakukan pendataan secara mikro, tidak lagi makro. Data-data mikro ini, nantinya akan bisa menunjukkan kondisi rill desa-desa di seluruh Indonesia.

"Desa akan terdongkrak ekonominya, buktinya ini, ini, ini dan seterusnya. Itulah makanya, hari ini kita berharap kepada seluruh desa tentu nanti paling akhir Januari akan segera kita keluarkan instruksinya agar desa-desa melakukan pemutakhiran data dengan basis SDGs Desa," ungkapnya.

Gus Menteri, juga menekankan agar dana desa dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, utamanya dalam menyiapkan generasi ke depan.

“Karena pada intinya Pak Presiden (Joko Widodo) selalu menekankan kepada saya, dana desa hanya boleh digunakan dua hal. Pertama untuk pertumbuhan ekonomi dan yang kedua untuk peningkatan sumber daya manusia,” tegasnya.

“Ini sekaligus menjawab berbagai pertanyaan, kalau banyak orang tanya Pak Menteri dana desa itu bisa dipakai apa sih? Jawabannya sederhana, Pak kades tidak usah panjang-panjang jawabnya, dana desa itu bisa dipakai apa saja kecuali yang dilarang, sudah cukup,” tambahnya.

Sehingga kegiatan apa pun yang berhubungan dengan upaya peningkatan ekonomi dan sumber daya manusia boleh menggunakan dana desa.

“Jadi sederhana saja, dipakai apa saja boleh kecuali yang dilarang. Kenapa? Karena yang dilarang lebih sedikit daripada yang boleh. Tidak usah menceritakan yang boleh, karena akan terlalu panjang, menceritakan yang dilarang saja,” sebutnya.

Dengan demikian, Ia harap kehadiran dana desa bisa dirasakan oleh warga masyarakat desa. Bukan hanya dirasakan oleh sebagian besar, tapi dirasakan oleh semua warga desa.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Bupati Sigi, Mohamad Irwan, Kepala Desa se-Kabupaten Sigi, serta pendamping desa. Pertemuan ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. []

Berita terkait
Wujudkan SDGs Desa, Gus Menteri Gandeng Perguruan Tinggi
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk mewujudkan SDGs Desa.
Gus Menteri: Undang-Undang Desa Puncak Demokratisasi Desa
Gus Menteri mengatakan, puncak dari demokratisasi desa adalah diundangkannya UU No 6/2014 tentang Desa pada 15 Januari 2014.
9 Nama Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Dilantik Gus Menteri
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar lantik 9 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama .
0
DPR Terbuka Menampung Kritik dan Saran untuk RKUHP
Arsul Sani mengungkapkan, RUU KUHP merupakan inisiatif Pemerintah. Karena itu, sesuai mekanisme pembentukan undang-undang.