UNTUK INDONESIA

Guntur Romli: Pendukung Ben-Pilar Main Isu Politik Sara

Guntur Romli menyebutkan, sosok yang mengaku ustad dan berbicara dalam video tersebut tak lebih dari seorang provokator.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli. (Foto:Tagar/Fb Guntur Romli)

Jakarta - Mohamad Guntur Romli melalui akun facebook pribadinya menyebut pendukung Ben-Pilar bermain politik isu sara. Lewat unggahan status berjudul Pendukung Ben-Pilar Bermain Isu Politik SARA Eh yang Kena Tembak: Airin, Atut dan Tatu Ibunya Pilar Sendiri. Postingan tersebut dilengkapi dengan tautan video berdurasi 2 menit yang diunggah hari ini, Sabtu, 21 November 2020. 

Ceramah provokatif macam itu sebenarnya kontra produktif, bahkan berbalik menyerang kubu Ben-Pilar sendiri

Dalam tulisannya, Guntur Romli mengomentari sebuah video pendukung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota  Tangerang Selatan, Benyamin Davnie-Pilar Saga (Ben-Pilar). Ia menilai beberapa hal ganjil yang ada di dalam video itu. 

Adapun video itu sendiri menampilkan seorang ustad yang tengah berceramah dengan latar belakang spanduk yang menampilkan gambar Ben-Pilar.

"Karena panik, pendukung Ben-Pilar pun memainkan isu SARA, khususnya agama yang dipolitisasi untuk menyerang dua paslon lawannya. Apalagi kalau bukan soal beda agama dan kepemimpinan wanita," tulisnya pada paragraf pembuka dalam postingannya. 

Guntur RomliTangkapan layar video viral yang dikomentari Guntur Romli dalam postingannya (Foto:Tagar/facebook)

Guntur Romli menyebutkan, sosok yang mengaku ustad dan berbicara dalam video tersebut tak lebih dari seorang 'provokator'. Ia sangsi jika sosok itu seorang ustad dengan beberapa dasar yang dibeberkannya secara gamblang. 

"Mengapa saya meragukan 'Ust Firdaus' ini sebagai ustadz? Dia melakukan kesalahan-kesalahan fatal saat ceramah di depan pendukung Ben-Pilar melalui rekaman video yang viral beredar, katanya di Pondok Cabe Udik," kata Guntur Romli. 

Ia memaparkan dua hal yang keliru dalam video tersebut. Pertama saat penceramah dalam video mengutip ayat Al-Quran tapi dia menyebut sebagai sunnah alias hadits. 

"Yang dia kutip adalah ayat 34 Surat An-Nisaa', ayat Al-Quran, firman Allah Swt, bukan sunnah, bukan hadits, bukan sabda Nabi Muhammad Saw. Santri cilik saja bisa membedakan mana ayat Al-Quran dan hadits, ini yang ngaku ustadz masa kagak bisa?," sebut Guntur Romli. 

Ia menambahkan "Kedua, dia mengutip ayat Al-Quran (yang dia sebut sebagai sunnah) salah baca, salah pelafalan. Kata dia, sunnahnya arrizalu kowamu ala-nisa. Sepertinya dia belum belajar ngaji. Karena tidak bisa membedakan huruf jim ج dengan zay ز Dia harus belajar ngaji lagi dari level Iqra' 1. Ar-rijaalu bukan arrizalu. Kemudian kutipan kowamu juga salah, yang benar qawwamuuna,". 

Dua kesalahan fatal tersebut menurut Guntur Romli membuat penceramah dalam video tak layak disebut ustad. Dalam tulisannya juga menyebutkan bahwa ayat 34 Surat An-Nisaa memang sering dijadikan senjata oleh politisasi agama dengan menyerang kepemimpinan wanita. 

Ayat 34 ini sering diterjemahkan 'kaum lelaki adalah pemimpin bagi kaum perempuan' kemudian, kata Guntru Romli muncullah fatwa abal-abal perempuan tidak boleh menjadi pemimpin. 

"Padahal kalau membaca konteks ayat itu dalam perkara rumah tangga dan terkait dengan nafkah. Yang banyak gak 'ngeh' ayat ini ada dalam surat bernama An-Nisaa (para perempuan) tapi tidak ada dalam Al-Quran surat bernama Ar-Rijaal (para lelaki)," paparnya.

Kemudian, jika benar secara garis besar maksud dari penceramah tersebut menyerang masalah kepemimpinan perempuan, menurut Guntur Romli hal ini sama saja dia menyerang keluarga Pilar Saga sendiri. Sebagaimana diketahui dalam keluarga Pilar terdapat para pemimpin perempuan, seperti Atut, Airin dan Tatu ibunya Pilar yang kini maju kembali sebagai calon Bupati Serang.

"Padahal kubu Ben-Pilar kemana-kemana ngeklem ingin melanjutkan Airin, tapi kok mengundang provokator yang mencela kepemimpinan perempuan. Dan kalau video ini disebarkan ke Kabupaten Serang di mana Tatu ibunya Pilar Saga sedang maju, sama saja dengan melecehkan Tatu," jelas Guntur Romli.

"Ceramah provokatif macam itu sebenarnya kontra produktif, bahkan berbalik menyerang kubu Ben-Pilar sendiri," tambahnya. 

Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut yakin bahwa ceramah demikian tidak akan berdampak pada masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel). 

Menurutnya, sudah saatnya masyarakat Tangsel membenamkan ceramah provokatif sejenis itu dan mengalahkan ceramah kebencian dengan tidak memilih kubu politik yang memainkan isu SARA.

Diakhir postingannya ia berpesan untuk warga Tangsel, datang ke TPS. "Jangan pilih kubu yang memainkan isu politik sara di Tangsel. Karena Tangsel untuk Semua," tutupnya. [] 

Baca juga:

Berita terkait
Guntur Romli: Muhamad-Saraswati Terbaik untuk Tangsel
Guntur Romli ajak Masyarakat Tangerang Selatan pilih nomor urut satu Muhamad-Saraswati pada Pilkada 9 Desember 2020.
Guntur Romli: Cita-cita FPI Dirikan Negara Khilafah
Aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) Guntur Romli mengklaim cita-cita Front Pembela Islam (FPI) adalah mendirikan negara khilafah.
Guntur Romli Ingatkan Anies Baswedan Penuh Drama
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli mengingatkan sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan penuh drama dalam reklamasi
0
DPD: Sistem Satu Arah Jalan Dewi Sartika Depok Tak Manusiawi
DPD Golkar Kota Depok mengatakan, Sistem Satu Arah di Jalan Dewi Sartika, Pancoranmas tidak manusiawi, merugikan warga dan merepotkan pengendara.