Guntur Romli: Anies Baswedan Berkoalisi dengan Gerombolan FPI

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkoalisi dengan gerombolan FPI.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkoalisi dengan gerombolan FPI. (Foto: Tagar/Morteza Syariati Albanna).

Jakarta - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli mengapresiasi langkah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang mencopot baliho-baliho bergambar Rizieq Shihab di berbagai tempat di Jakarta. 

Menurutnya, hal itu dilakukan lantaran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta aparaturnya ia pandang sudah lepas tangan, tak ingin mengintervensi manuver yang dilakukan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. 

Pemimpin di Jakarta (Gub DKI) sudah berkoalisi dengan FPI.

"Karena Gub DKI @aniesbaswedan tidak hanya lepas tangan, tapi condong ke kelompok ini (FPI). Tak hanya membiarkan, tapi sudah menganakemaskan FPI dan gerombolannya," cuit Guntur Romli dilihat Tagar, Sabtu, 21 November 2020.

Baca juga: Viral Anies For Presiden 2024, Politisi Gerindra: Biasa Saja

Dia memandang FPI sudah bertindak kian semena-mena. Hal itu terbukti dengan keluarnya pernyataan dari Pangdam Dudung bahwasannya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang telah menertibkan baliho Rizieq saja tidak berani konsisten dalam bertindak.

"Satpol PP sudah tidak dianggap, bahkan dilawan oleh FPI. Seperti pengakuan Pangdam Jaya, baliho-baliho Rizieq Shihab dicopot oleh Satpol PP (karena melanggar aturan, tidak bayar pajak dll) tapi selalu dinaikkan lagi, karena Gubernur DKI sudah berkoalisi dengan FPI," ujarnya.

212Terdengar sorak sorai "presiden, presiden, presiden" dari mulut ribuan massa pada saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hendak memberikan sambutan di acara Reuni Akbar 212 pada 2 Desember 2019 pagi hari. (Foto: Tagar/Nurul Yaqin)

Kata Gun Romli, seandainya polisi yang menurunkan baliho-baliho Rizieq, maka dapat dipastikan akan muncul narasi tuduhan kriminalisasi ulama, anti-Islam, dan lain sebagainya. Maka itu dirinya merasa sangat puas dengan kinerja Pangdam Jaya Dudung yang ia lihat sudah bertindak pada koridor yang tepat.

"Kelompok-kelompok garis keras akan mengadu domba polisi-TNI, mereka seakan-akan membela TNI dan menjatuhkan polisi. Nah sekarang TNI yang katanya mereka bela-bela sudah turun tangan dan melibas," ucapnya.

Baca juga: Ade Armando: Kebodohan Anies Baswedan Sowan ke Rizieq Shihab

"Saya dukung pernyataan @Pak_JK, TNI turun tangan karena ada 'kekosongan kepemimpinan' ini sindiran keras buat @aniesbaswedan. Kalau menurut saya, TNI turun tangan bukan karena cuma kekosongan kepemimpinan, tapi karena pemimpin di Jakarta (Gub DKI) sudah berkoalisi dengan FPI," ujar dia lagi.

Menurut Gun Romli, memang sudah saatnya Rizieq Shihab beserta gerombolannya mendapatkan tindakan tegas dari aparat. Sebab, semenjak datang dari Arab Saudi saja para simpatisannya sengaja membuat kerumunan di Bandar Udara Soekarno-Hatta (Bandara Soetta), hingga merusak fasilitas umum di Terminal 3.

Belum lagi jika ditambah safari keagamaan Rizieq Shihab di Jakarta maupun di Bogor, yang mengumpulkan massa di tengah pandemi Covid-19. Dalam kegiatan tersebut, ia melihat Rizieq tidak berdakwah menyejukkan umat, justru lebih kepada memprovokasi massa.

"Acara Maulid Nabi yang mulia diisi makian, mendoakan umur pendek, ujaran kebencian, kerumunan di Bogor, pasang baliho seenaknya. Ini ketakaburan FPI seakan-akan di atas hukum. Belum lagi ceramah Rizieq nyolek-nyolek TNI-Polri dan penggal-penggal kepala," kata Guntur Romli. []

Berita terkait
Pakar Hukum: Rizieq Shihab Harus Diperiksa Dulu Sebelum Anies
Refly Harun menyebut seharusnya polisi memeriksa Habib Rizieq Shihab sebagai pemilik acara sebelum Anies Baswedan.
Bentuk Awal Dukungan Politik Doni Monardo ke Anies Baswedan
Tigor Sitorus menduga pembagian 20 ribu masker dan hand sanitizer oleh Doni Monardo di acara Rizieq bentuk dukungan politik ke Anies Baswedan.
Polisi Batal Periksa Anak Buah Anies Baswedan
Polisi awalnya berencana akan meminta keterangan dari Lurah Petamburan Setyanto. Nanum batal karena yang bersangkutan positif Covid-19.
0
Vaksinasi Covid-19 Untuk Warga Dunia di Daerah Terpencil
Tim medis menempuh perjalanan panjang dan sulit untuk memvaksinasi orang-orang di daerah terpencil seluruh dunia