UNTUK INDONESIA
Gubernur NTT Pasang Badan Buat Jokowi
Kami akan berada di depan, berhadapan dengan siapa pun yang mencoba-coba menjatuhkan Presiden Jokowi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat.
Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat. (Foto: Antara/Aloysius Lewokeda)

Jakarta - Sebuah video viral di media sosial menunjukkan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan pernyataan mengisyaratkan dirinya pasang badan untuk Presiden Jokowi. 

Viktor Laiskodat menyatakan siap berada di barisan terdepan untuk berhadapan dengan siapa pun yang mencoba-coba menjatuhkan Jokowi.

Video berdurasi 3 menit 37 detik itu di antaranya diunggah aktivis lingkungan Emmy Hafild di akun Facebook. Belum diketahui video tersebut diambil di mana dan kapan. Video menyikapi fenomena demonstrasi yang marak belakangan ini.

Berikut selengkapnya ujaran Viktor Laiskodat dalam video tersebut.

"Setiap warga bangsa boleh menyampaikan pendapat di muka umum, tetapi apabila ada kelompok-kelompok tertentu yang berniat menghancurkan, menurunkan Presiden Republik Indonesia sebagai pemimpin bangsa, maka dari NTT, kami memberikan pesan, kami memberikan pesan bahwa Presiden yang tidak pernah punya kesalahan apa pun, tidak mempunyai kesalahan apa pun, bahkan berjasa luar biasa, jadi jangan pernah ada yang coba-coba. Jangan pernah ada yang coba-coba.

Kami akan berada di depan, berhadapan dengan siapa pun.


Segala masalah mampu kita selesaikan sesuai jalur, menyampaikan aspirasi-aspirasi lewat DPR, kalau itu masalah hukum kita lewat jalur hukum, semua tersedia, dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang mengedepankan, memperjuangkan hukum sebgai tuan dan panglima

Karena itu tidak boleh bagi kita bergerak di luar ketentuan konstitusi, karena itu kita mengingatkan keadilan kita semua, mengingatkan kepada mereka yang coba-coba bergerak di luar konstitusi Republik ini. Itu pesan kita.

Kita sebagai gubernur, saya ingin mengajak kita semua. Hari ini terbukti kita semua berkumpul bersama untuk kita menyatakan sikap kita yang akan dibacakan oleh seorang perempuan hebat, tentang sikap kita provinsi ini bahwa bangsa ini membutuhkan kemajuan. Bangsa ini membutuhkan pemimpin yang hebat yang bekerja dengan hati, pikiran, dan keberaniannya. Maka kita tidak boleh lagi melihat ke belakang untuk menghancurkan seluruh sendi kehidupan bangsa ini dengan cara yang tidak bermoral.

Itu sikap dari seluruh tokoh Nusa Tenggara Timur dan dukungan moril kepada Bapak Presiden Joko Widodo. Kami akan berada di depan, berhadapan dengan siapa pun.

Kalau ingin menjadi pemimpin, ingin menjadi presiden, jadi gubernur, jadi menteri, lewat jalur yang telah disiapkan, lima tahun lagi maju. Jangan sekarang. Sekarang sudah terpilih, tinggal lantik 20 oktober, tunggu lagi nanti lima tahun, ada jalurnya, kontestasi politik, dan itu adalah langkah konstitusional yang diberikan negara ini kepada siapa pun anak bangsa ini menjadi pemimpin.

Mari kita berdoa semoga bangsa ini dijaga dan diridai Tuhan yang Maha Kuasa, dan tetap terjaga dalam kemajuan untuk mengejar ketertinggalan agar bersama dan selevel dan sederajat dengan bangsa-bangsa lain.

Itu saja, sekian terima kasih shalom, om swastiastu, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua, namo buddhaya, salam kebajikan. Merdeka!" []

Berita terkait
Respons Istana, Mahasiswa Tolak Bertemu Jokowi
Menteri Sekretaris Negara Pratikno merespons Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia menolak datang ke Istana Negara.
Jokowi Kaji Terbitkan Perppu UU KPK, Menkumham Bungkam
Menkumham Yasonna Laoly memilih bungkam tentang peluang diterbitkannya Perppu sebagai upaya pencabutan UU KPK hasil revisi.
Denny Siregar: Politik Lentur Ala Jokowi
Kenapa sih Presiden kok lemah gitu? Mau mau aja ngikutin tekanan massa? Saya jadi ilfill ma Jokowi. Tulisan opini Denny Siregar.
0
Satu Remaja Tewas Setelah Jembatan Roboh
Seorang gadis berusia 15 tahun tewas dan sejumlah orang lainnya dikabarkan hilang setelah sebuah jembatan ambruk.