UNTUK INDONESIA
Guardiola Incar Juara Piala Dunia Ketiga di Inggris
Ketika Pep Guardiola melatih Barca juara Piala Dunia dimenangkan Spanyol, Jerman juara Piala Dunia ketia Pep latih Bayern, yang ketiga Inggris?
Pep Guardiola memilih untuk melatih Manchester City dan menguji keberaniannya di Liga Premier (Foto: mancity.com)

Oleh: Syaiful W. Harahap

Ketika Spanyol (2010) dan Jerman (2014) juara Piala Dunia FIFA pemain-pemain inti timnas dua negara itu berasal dari klub yang dilatih oleh Pep Guardiola, panggilan akrab Josep Guardiola. Mungkin alasan Pep menolak tawaran Juventus, klub Italia, karena tidak ada pemain bintang di klub-klub Italia sehingga timnas Italia sulit menembus final Piala Dunia 2022 di Qatar.

Maka, adalah masuk akal Pep menolak melatih klub Italia, ketika itu disebut-sebut akan ditarik oleh Juventus dari klub Inggris Manchester City, karena tidak ada pemain Italia yang diharapkan bisa berbicara banyak di laga Piala Dunia 2022. Pemain bintang di klub-klub Italia semua pemain impor, seperti Cristiano Ronaldo yang ditransfer Juve dari Real Madrid, Spanyol.

Pep pun membatalkan langkahnya ke Negeri Pizza dan tetap bertahan di Inggris karena beberapa pemain klub yang dia latih akan masuk skuad timnas Inggris yang dikenal sebagai Three Lions. Pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate, memanggil empat pemain City yaitu Raheem Sterling, Kyle Walker, Fabian Delph dan John Stones. Ini merupakan bagian inti dari 25 pemain yang dipanggil Southgate.

Pep2Pep bersama fans muda City, Blue Braydon Bent di taksi (Foto: mancity.com)

Rekam jejak kepelatihan Pep menunjukkan langkahnya yang selalu mengincar potensi klub sebagai kekuatan timnas negara. Pelatih yang lahir di Santpedor, Catalonia, Spanyol, 18 Januari 1971, ini memang dikenal sebagai pelatih bertangan dingin. Pep juga penggemar golf. Dia sering main golf bersama putranya.

Padahal, awal musim tahun ini seperti diberitakan media Italia bahwa Juventus sudah sepakat untuk mendatangkan Pep Guardiola ke Turin sebagai pelatih anyar untuk musim sekarang ini.

Italia terakhir jadi juara Piala Dunia tahun 2006 sehingga negara itu butuh 'penyegaran' dari pola catenaccio (sistem taktis dalam permainan sepak bola yang menitikberatkan kekuatan pada pertahanan).

Dengan perkembangan persepakbolan dunia yang kian maju catenaccio yang jadi andalan Italia tidak bisa lagi diandalkan. Tentu saja perubahan bisa dicapai jika ada klub yang dilatih oleh Pep.

Ketika Spanyol juara Piala Dunia tahun 2010 lebih dari separuh pemain timnas La Furia Roja, julukan timnas Spanyol, adalah pemain Barcelola FC yang ketika itu dilatih oleh Pep. Spanyol sendiri tidak mempunyai ciri khas dalam bermain bola, tapi Pep mengembangkan pola tiki-taka di Barecelona yang akhirnya jadi bagian dari timnas Spanyol berlaga di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Tiki-taka (dalam bahasa Spanyol dieja tiqui-taca) adalah gaya permainan sepak bola dengan ciri khas umpan-umpan pendek dengan pergerakan pemain yang dinamis dengan mengoper bola ke setiap pemain dengan tetap mempertahankan penguasaan bola.

Begitu pula dengan Jerman yang jadi juara dunia tahun 2014. Pemain inti timnas Jerman ketika itu adalah pemain klub Bayern Muenchen yang dilatih Pep. Klub ini juga mengalahkan Barcelona dalam penyisihan Liga Champions setelah dipegang oleh Pep.

Pada Piala Dunia 2018 Jerman terseok-seok. Pep sendiri sudah hengkang dari Allianz Arena, stadion yang jadi 'kandang' Bayern Muenchen ke Manchester City. Jerman tidak lolos dari penyisihan grup.

Sedangkan materi pemain timnas Inggris dari beberapa klub sehingga tidak mempunyai permainan khas. Semula timnas Inggris dilatih oleh pelatih legendaris asal Italai, Fabio Capello, tapi tidak tuntas karena Capello berselisih dengan pengurus sepak bola Inggris.

pep3Pep dan Raheem merayakan kemenangan City (Foto: mancity.com)

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, akhirnya diganti oleh Maurizio Sarri yang hengkang dari Chelsea. Semula Juve mengharapkan Pep yang menggantikan Allegri.

Sayang, tidak ada komentar Pep. Pelatih ini memang selalu enggan memberikan komentar. Ketika dia meninggalkan Barcelola pun tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Pep melatih Barca empat musim dengan dua tropi Liga Champions dan tiga musim berikutnya di Bayern tanpa piala Champions. Klub yang dilatih Pep selalu merajai kompetisi lokal. Begitu juga ketika meninggalkan Bayern Muenchen tidak ada komentar Pep karena tidak ada masalah antara klub dan Pep.

Upaya pemilik klub Juve untuk merajai "Benua Biru", terutama melalui Liga Champions, dengan pelatih Pep gagal. Begitu pula dengan harapan berkah dari Juve untuk "Gli Azzurri" (julukan timnas Italia) dalam menghadapi Piala Dunia 2022 di Qatar juga sirna (dari berbagai sumber-sumber). []

Berita terkait
Uang Sheikh Arab di Manchester City
Manchester City jadi salah satu klub tersukses di Liga Inggris, klub ini dibeli oleh sheikh dari Uni Emirat Arab dengan nilai triliunan rupiah
Duel Duo Manchester City di Semifinal Copa America
Brasil akan menghadapi laga tak mudah saat menghadapi Argentina di semifinal Copa America 2019, Rabu 3 Juli 2019 pagi WIB.
Pep Guardiola Dinobatkan Sebagai Manejer Terbaik
Guardiola mengungguli para pesaingnya yakni pelatih Liverpool, Juergen Klopp.
0
Orang Batak Sudah Mulai Malu Berbahasa Batak
Trisna Pardede menggelar diskusi soal bahasa Batak bersama Saut Poltak Tambunan, penulis novel berbahasa Batak Si Tumoing Manapu Nipi.