UNTUK INDONESIA
FPI, GNPF, dan PA 212 Gelar Aksi di MK Sampai Putusan
FPI, GNPF, PA 212, dan GNKR bakal menggelar aksi unjuk rasa sampai sidang putusan sengketa Pilpres 2019 di MK.
Front Pembela Islam (FPI) bersama Gerakan Nasional Pemantau Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Aksi (PA 212), beserta Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) akan menggelar aksi di sekitaran gedung Mahkamah Konstitusi (MK) hingga proses persidangan selesai. (Foto: Tagar/Morteza A)

Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) bersama Gerakan Nasional Pemantau Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Aksi (PA 212), beserta Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) akan menggelar aksi di sekitaran gedung Mahkamah Konstitusi (MK) hingga proses persidangan selesai. Hal itu dimaksudkan, guna mengawal persidangan sengketa Pilpres 2019.

"Insya Allah diberikan kemenangan kepada bangsa Indonesia. Aksi akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juni, kemudian akan dilanjut lagi pada tanggal 24, 25, 26, 27 Juni dan akan ditutup nantinya pada tanggal 28 Juni, jika masih ada persidangan berikutnya," kata orator aksi yang berdiri di atas mobil komando berkelir putih yang terparkir di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Selasa 18 Juni 2019.

Aksi ini, lanjutnya, akan dilakukan setiap hari, selama ada persidangan di MK. Elemen masyarakat yang mematuhi imbauan Imam Besar FPI Rizieq Shihab, tidak segan-segan dan tidak pernah mengendorkan semangat untuk mendorong MK, agar selalu menegakkan keadilan dan kebenaran dalam memutus perkara.

Rakyat bersama-sama dan hakim-hakim yang mendukung keadilan dan kebenaran. Pada akhirnya Mahkamah Konstitusi adalah mahkamah di persidangannya dibuka untuk umum. Siapa pun bisa menyaksikan secara langsung.

Maka itu, ia turut mengundang masyarakat ataupun relawan 02 untuk bersama-sama kawal sidang sengketa Pilpres ini.

"Jadi, silakan untuk hadir bersama-sama kami, dengan GNKR untuk keadilan dan kemanusiaan," kata dia.

Pada 14 Juni 2019, Ketua Umum FPI Sobri Lubis sempat terjun langsung dalam aksi kawal sidang sengketa Pilpres 2019 di kawasan Patung Kuda.

Sobri mengatakan, aksi ini bukanlah suatu bentuk dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf Amin atau pun Prabowo-Sandiaga.

"Turun kita kali ini ya bukan dukung mendukung 01 atau 02. Ini adalah berkaitan dengan kita sebagai manusia, tentu kita punya nurani," kata Sobri.

Ia menyimpulkan, mengetahui mana pemimpin yang benar dan mana pemimpin yang tidak benar. Untuk menunjukkan bukti keseriusannya dalam mengawal hasil demokrasi 5 tahunan di Indonesia, maka itu pihaknya perlu menggelar aksi.

"Kita tahulah mana yang hak, mana yang batil, kita tetap menunjukkan komitmen kita berada pada jalan kebenaran," ujar Sobri.

Sobri melanjutkan, aksinya semata untuk melawan kecurangan dan meminta MK untuk memutus seadil-adilnya. Dia mengaku membawa serta anggota FPI ke lapangan meski capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sudah mengimbau agar massanya tidak turun ke jalan.

"Prabowo sudah bagus. Dia menyampaikan imbauan untuk tidak berbondong-bondong ke sini. Kita ingatkan, kita datang ke sini bukan urusan dukung mendukung, ini bukan urusan politik. Kita akan menunjukkan bahwa kita mendukung kebenaran, kita dukung MK," kata Sobri.

Jadi, kata Sobri, jangan coba-coba menyusup. "Aksi kita super damai," ucap dia.

Baca juga: 

Berita terkait
0
Pelamar CPNS Kemenag Aceh Tak Perlu Kirim Berkas
Para pelamar tak perlu lagi mengirim berkas administrasi dalam bentuk hard copy, seperti diwajibkan pada tahun sebelumnya.