Indonesia
Forum Rektor Sulsel Keluarkan Imbauan People Power
Sejumlah pimpinan perguruan tinggi se-Sulsel mengeluarkan imbauan terkait people power. Berikut isi himbauannya.
Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu (baju merah) bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi se-Sulawesi mengeluarkan sikap terkait rencana 22 Mei 2019 mendatang. (Foto: Tagar/Aan Febriansyah)

Makassar - Sejumlah pimpinan perguruan tinggi se Sulawesi Selatan dan perguruan tinggi swasta lingkup LLDikti wilayah IX Sulawesi melakukan deklarasi damai terkait rencana aksi people power 22 Mei 2019 mendatang.

Ada tujuh poin inti yang di bacakan sejumlah pimpinan perguruan tinggi. Deklarasi ini dipimpin oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dwia Aries Tiba Pulubuhu, di dampingi Kepala LLDikti Wilayah IX Prof Jasruddin.

Berikut ini tujuh poin sikap Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Sulawesi Selatan dan PTS Se-Sulawesi yang dibacakan di pelataran Rektorat Unhas, Senin 20 Mei 2019:

1. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur adalah cita-cita bersama Bangsa Indonesia.

2. Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, yang disertai semangat persaudaraan merupakan syarat mutlak dalam mewujudkan kedaulatan, keadilan dan kemakmuran bangsa di tengah kemajemukan.

3. Perbedaan pendapat dan sikap politik harus disikapi secara wajar selama bersifat rasional dan proporsional serta berada dalam koridor negara hukum berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

4. Saatnya menunjukkan kepada dunia internasional bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat, bangsa yang besar dan bangsa pemimpin. Pengalaman dalam ber-Bhinneka Tunggal Ika, dalam bertoleransi serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan adalah bukti nyata yang diakui dunia.

5. Masa depan bangsa dapat dicapai jika seluruh anak bangsa menyatukan hati, pikiran dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan serta mengamalkan jati diri sebagai bangsa yang santun, berjiwa gotong royong dan toleran.

6. Dengan energi kebersamaan, dan upaya terus memperkokoh kekuatan kolektif bangsa serta menghindari menghabiskan energi dalam perselisihan dan perpecahan, maka bangsa Indonesia akan percaya diri, berani bersaing, dan berprestasi dalam persaingan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif.

7. Oleh karena itu, kami Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Sulawesi Selatan dan PTS Se-Sulawesi menghimbau kepada seluruh elemen Bangsa Indonesia untuk senantiasa menjaga perdamaian, mengedepankan persatuan dan persaudaraan, bersikap saling menghargai terhadap adanya perbedaan serta selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok. 

"Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuk-Nya kepada kita semua, Bangsa Indonesia, dalam menjaga keutuhan NKRI dan meneguhkan semangat bersatu dan bersaudara untuk membawa Indonesia menuju negara maju dan jaya," kata Dwia mengakhiri deklarasi.:Hal ini sejalan dengan upaya menghormati perjuangan dan pengorbanan serta amanat para pahlawan bangsa dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  

"Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuk-Nya kepada kita semua, Bangsa Indonesia, dalam menjaga keutuhan NKRI dan meneguhkan semangat bersatu dan bersaudara untuk membawa Indonesia menuju negara maju dan jaya," kata Dwia mengakhiri deklarasi.

Baca juga:

Berita terkait
0
GAMKI: Kami Maafkan Abdul Somad Tapi Beri Klarifikasi
GAMKI menyayangkan pernyataan Ustad Abdul Somad yang viral di media sosial mengenai simbol salib dan jin kafir.