UNTUK INDONESIA
Firasat Istri di Sleman Sebelum Bayinya Meninggal
Sebelum kejadian pohon roboh, pasutri di Sleman mendapatkan firasat buruk yakni kejatuhan cicak kecil saat akan melipat baju.
Endi Yogananto saat pemakaman anak pertamanya yang diberi nama Pradibta Kenzo Yoshvia. (Foto Dok Pribadi/Tagar/ Evi Nur Afiah).

Yogyakarta - Kabar duka menyelimuti pasangan suami istri (pasutri) Endi Yogananta 26 tahun dan Isnaini Silvia 25 tahun. Bayi yang dikandung Isnaini selama delapan bulan itu meninggal setelah menjadi korban pohon roboh di Simpang Empat Pelemgurih, Gamping, Sleman, DIY.

Keduanya merasakan kesedihan yang mendalam atas kepergian sang buah hati pertamanya. Namun, sebelum kehilangan bayi laki-lakinya, Isnaini merasakan ada firasat yang tak mengenakan hati. Beberapa hari sebelum peristiwa nahas yang menimpa keduanya, Istri Endi Isnaini sempat kejatuhan seekor cicak kecil saat sedang melipat baju.

Aku jawablah enggak apa-apa. Karena aku enggak percaya mitos.

"Istri di kamar. Dia sedang melipatin baju lalu sempat kejatuhan cicak kecil banget. Dia bilang En, aku kejatuhan cicak," kata Endi saat menceritakan pengalamannya. Minggu 9 Februari 2020.

Sayangnya, ketika Isnaini merasakan hal yang tak mengenakkan tersebut, Endi tidak ingin mempercayai mitos itu. Bahkan dirinya tak menyadari jika firasat itu akan berdampak kepada calon sang buah hati.

Endi mengaku, saat mendapatkan pertanda dari Istrinya itu dia tak menghiraukannya lantaran tidak ingin terjadi apa-apa dengan keluarganya.

"Aku jawablah enggak apa-apa. Karena aku enggak percaya mitos," tuturnya.

Kata Endi, pertanda tidak mengenakan hati itu juga muncul ketika keduanya berencana berkuncung ke rumah sodaranya di wilayah Kotagede, Yogyakarta pada siang hari sebelum malamnya peristiwa itu terjadi.

Mengaku sedang tidak membahas hal apapun, istri Endi tiba-tiba membuat pilihan yang mengharuskan Endi memilih salah satunya.

"Tiba-tiba istri bilang, En kamu pilih ibu apa anak. Aku diem sambil mengela nafas (mikir) terus aku bilang pilih anak saja ya. Kan sudah saatnya pilih anak," ucapnya.

Tidak disangka-sangka musibah itu terjadi begitu saja. Tidak ada angin kencang bahkan hujan, pohon Keling dengan diameter 60 centimeter dan tinggi 10 meter itu roboh dan membentur perut Israni yang tengah hamil 8 bulan. Sementara Endi sendiri mengalami luka ringan dan memar di badan.

Isnaini sadar bahwa kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Kepada Endi, Isnaini mengaku ikhlas jika yang selamat adalah anaknya. Perkataan itulah yang semakin membuat Endi syok. Pasalnya istri yang nikahinya sejak 2019 dan calon anak pertamanya dalam keadaan genting.

Karena mengalami luka yang parah, Endi membawa istrinya ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk mendapat perawatan. Kondisi tersebut juga yang memaksaka istri Endi untuk segera melakukan persalinan dengan cara di operasi (sesar).

"Setelah kejadian itu dia bilang sudah enggak apa -apa. Kan sudah pilih anak ," ucapnya.

Pada 6 Februari pukul dinihari, korban menjalankan operasi sesar. Kata Endi, operasi sesar anak pertamanya berjalan dengan baik.

Namun sekitar pukul 06:00 WIB pagi hari, pihak rumah sakit meminta izin kepada Endi untuk mencopot selang pernafasan anaknya. Pasalnya bayi sudah tidak memiliki harapan hidup.

"Si dedek meninggal gara-gara benturan kayu. Dokter mendiagnosa ada benturan di kepalanya terus waktu udah keluar ada darah di mulut dedek bayi katanya minum darah istri," ucapnya.

Peristiwa pohon tumbang terjadi pada Rabu 5 Februari 2020 sekitar pukul 22:30 WIB di Wilayah Pelemgurih, Gamping, Sleman. Dalam peristiwa itu (pohon tumbang) setidaknya ada 6 korban yang tertimpa.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pohon sono keling itu tumbang karena diperkirakan usianya sudah tua dan akarnya lapuk. Sehingga pohon tidak dapat menahan ranting yang rimbun.

Sebelum kejadian, keenam korban saat itu sedang berhenti di lampu traffic light Pelemgurih yang masih menyala merah. Pohon roboh yang menimpa enam korban diantaranya satu ibu hamil dan anak berusia 8 tahun.

Korban yang sedang hamil adalah Israni 26 tahun warga Godean langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Yogya. Sedangkan Naufal 8 tahun warga Gamping Sleman dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Gamping karena mengalami luka patah rusuk.

Korban lainnya adalah Rafika19 tahun warga Bantul mengalami luka ringan, Erwin 37 tahun warga Patukan mengalami sesak. Fiki 24 tahun warga Argomulyo Sedayu Bantul luka robek di wajah dan Huda Ardiatia 23 tahun warga Godean luka ringan.

Korban berhasil di evakuasi langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara pohon berhasil di evakuasi satu jam kemudian oleh relawan TRC Gamping dan TRC BPBD Sleman, Polsek Gamping. []

Berita terkait
Wabup Sleman Jenguk Pasutri yang Bayinya Meninggal
Wabup Sleman Sri Muslimatun menjenguk pasutri yang bayinya meninggal usai pohon tumbang menimpanya. Wabup memberinya dorongan dan semangat.
Ayah di Sleman Sudah Menamai Bayinya yang Meninggal
Endi, warga Sleman mengaku syok bayi pertamanya meninggal. Dia bahkan sudah menyiapkan nama untuk si buah hatinya itu, Pradibta Kenzo Yoshvia.
Kisah Pilu Suami Istri di Sleman Kehilangan Bayi
Pasutri di Sleman berduka. Istri yang mengandung 8 bulan tertimpa pohon roboh. Usai operasi sesar sempat ada harapan. Tapi Tuhan berkehendak lain.
0
Data Bansos Dampak Covid-19 Kemensos di Bantul Kacau
Lurah di Bantul, Yogyakarta, dipusingkan data penerima bansos dampak Covid-19 dari Kemensos.