Fakta-fakta soal Suami di Pontianak Bunuh Kakak Ipar

A nekat menyerang istri serta keluarganya hingga kakak iparnya terbunuh.
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Tagar/net)

Jakarta - Peristiwa pembunuhan di Pontianak kembali terjadi. Satu orang pria tewas mengenaskan karena dibunuh, sedangkan dua korban lainnya mengalami kritis.

Pelaku pembunuhan diketahui dilakukan oleh seorang pria inisial A, sedangkan korbannya adalah istrinya sendiri, dan sang mertua yang mengalami kritis, sedangkan korban tewas adalah kakak ipar pelaku. Berikut fakta-fakta soal A yang melakukan penyerangan:

1. Suara kaca pecah

Saat terjadi pembunuhan, warga sekitar mendengar suara teriakan dan suara kaca yang pecah, alhasil warga melapor kepada kepolisian. Usai melakukan aksinya, pelaku tidak menyerah dan keluar dari rumah sehingga polisi yang datang langsung memecahkan kaca jendela untuk meringkus A.

2. Dikira ada perampokan

Sebelum negetahui adanya peristiwa pembunuhan, warga mengira ada aksi perampokan, sehingga warga sekitar tidak berani mendekati rumah tempat terjadinya pembunuhan.

4.Sakit Hati

Rasa sakit hati pelaku karena keluarga istrinya selalu ikut campur masalah rumah tangganya dan pelaku ditutupi oleh kebencian.

5. Pelaku Tidak Ingin Bercerai

Adapun motif pelaku melakukan pembunuhan istri dan keluarganya dikarenakan dirinya tidak mau cerai dengan istrinya. []

Baca juga:

Berita terkait
Akibat Diminta Cerai, Suami di Pontianak Bunuh Kakak Ipar
A nekat menyerang istri serta keluarganya hingga kakak iparnya terbunuh.
Pembunuhan Keluarga Dalang Rembang, Polisi: Pelaku Tunggal
Pembunuhan satu keluarga dalang Ki Anom Subekti di Rembang terungkap. Polisi meringkus pelaku tunggal pembunuhan tersebut.
Pembunuhan Gadis Cilik di Nias Selatan Buntut Kalah Pilkades
Kepolisian mengungkap motif pembunuhan gadis cilik tujuh tahun di Desa Hilorodua, Kecamatan Lahusa, Kabupaten Nias Selatan, Sumut.
0
Ketua DPRD: HJB ke-539 Momentum Kebangkitan Kabupaten Bogor
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto mengatakan Hari Jadi Bogor yang ke-539 hendaknya menjadi momentum kebangkitan Kabupaten Bogor.