UNTUK INDONESIA
ESDM Sumbar Sebut Gas di Sumur Pessel Tak Beracun
Dinas ESDM Sumatera Barat memastikan api dan gas yang muncul di sumur bor Pesisir Selatan tidak beracun.
Kawasan sumur yang mengeluarkan api dan gas di Pesisir Selatan. (Foto: Tagar/Istimewa)

Pesisir Selatan - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat (Sumbar) telah meneliti fenomena api dan gas yang keluar dari galian pipa sumur air minum Pamsimas di Pesisir Selatan (Pessel).

Faktor adanya api, ya gas metan itu. Ciri khas gas mentan tidak berbau, berbeda dengan belerang.

Peristiwa yang mencuat pada Minggu, 23 Agustus 2020 sore itu terjadi di Nagari Sungai Tunu, Kecamatan Ranah, Pessel.

Dari hasil penelitian tim ESDM Sumbar, kandungan api dan gas yang keluar dari dalam tanah itu berasal dari gas metan. Pihak ESDM juga memastikan gas tersebut tidak mengandung racun dan fenomena itu dianggap biasa.

Kepala Seksi Pengusahaan Air Tanah Dinas ESDM Sumbar, Dian Hadiansah mengatakaan, gas metan sejenis dari hasil pembusukan dari benda organik, salah satunya dari tumbuhan. Kandungan gas metan ini bukan sesuatu hal yang langka.

"Di tempat pembuangan akhir sampah ada gas metan juga. Kebetulan di lokasi itu dulunya lingkungan pengendapannya rawa dan sekarang jadi pantai," katanya, Jumat, 28 Agustus 2020.

Di kawasan sumur bor Pessel ini, kata Dian, ada lapisan gambut yang berada di kedalaman 100 meter. Dia memperkirakan sumber gas metan berasal dari lapisan gambut tersebut.

"Faktor adanya api, ya gas metan itu. Ciri khas gas mentan tidak berbau, berbeda dengan belerang. Gas metan ini reaktif terhadap api," katanya.

Menurutnya, sumur bor di Pessel termasuk fenomena geologi artesis. Dimana, air naik ke permukaan dengan sendirinya tanpa harus dipompa. Air bergerak ke permukaan itulah yang membawa gas metan.

"Gas metan bukan tidak berbahaya, tapi tidak beracun. Karena konsentrasi gas itu juga hanya ada di sekitar paralon titik bor, tidak menyebar," katanya.

Fenomena ini biasanya di Pulau Jawa dikenal dengan istilah atraksi api abadi. Api keluar terus sampai gas habis. Positifnya, masyarakat tertarik melihat fenomena tersebut.

"Gas metan menghasilkan api jika dihidupkan. Dalam kondisi normal, sumur bor tersebut hanya mengeluarkan air yang mengandung gas metan dengan konsentrasi tidak tinggi," tuturnya.

Dinas ESDM juga akan menyurati Bupati Pessel Hendrajoni. Pihaknya merekomendasikan beberapa hal yang salah satunya menyurati Badan Geologi dari Kementerian ESDM untuk penelitian lebih lanjut. []

Berita terkait
Sumur Mengeluarkan Gas dan Api di Pessel Diteliti
Dinas ESDM Sumatera Barat mulai melakukan penelitian di lokasi sumur yang mengeluarkan gas dan api di Pesisir Selatan.
Pohon Tumbang Sempat Hambat Jalan Padang-Pessel
Pohon tumbang di jalan utama Padang-Pesisir Selatan sempat menghambat lalu lintas.
Heboh Sumur di Pessel Semburkan Gas dan Api
Sumur bor di Pesisir Selatan mengeluarkan gas dan api menghebohkan masyarakat.
0
Taiwan Lewati 200 Hari Tanpa Infeksi Virus Corona Baru
Dalam 200 hari di masa pandemi Taiwan melaporkan tidak ada infeksi baru virus corona, kasus terakhir kasus dilaporkan 12 April 2020