Indonesia
Edit Foto Terlalu Cantik, Inilah Sosok Evi Apita Maya
Evi Apita Maya digugat Farouk Muhammad lantaran dinilai mengedit fotonya terlalu cantik.
Evi dianggap mengedit fotonya terlalu ekstrim sehingga terlihat sangat berbeda dengan aslinya. Sumber: Istimewa

Jakarta - Evi Apita Maya menjadi perbincangan publik. Calon legislatif DPD terpilih dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini digugat saingannya yang juga petahana DPD RI periode 2014-2019, Farouk Muhammad lantaran dinilai terlalu cantik dalam baliho dan spanduk yang digunakan untuk kegiatan kampanyenya.

Kontestasi Pileg 2019 merupakan kali pertama Evi mengajukan diri sebagai caleg DPD RI. Wanita kelahiran Tanjung Enim, Sematera Selatan ini mengaku sudah tinggal di Mataram sejak belia. Berdasarkan kesaksian sepupu Evi, Lely Napitupulu, Evi juga menikah dengan orang Lombok, begitu juga dengan anak-anaknya.

Selain itu, Evi memiliki latar belakang sarjana hukum. Dia merupakan lulusan Fakultas Hukum dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Evi juga fasih berbahasa Inggris dan Belanda karena pernah mengikuti pendidikan singkat di Belanda.

Evi dikenal aktif berorganisasi. Pengalaman berorganisasi tersebut memudahkan dia mendekati komunitas masyarakat yang ada di daerah pemilihannya sehingga sampai mendapat dukungan dari komunitas masyarakat Minangkabau dan Madura di NTB.

Dikutip dari Antara, Evi menjelaskan strategi yang digunakan dalam kemenangannya di Pileg 2019 adalah karena sudah mempersiapkan diri dan tim dengan matang. Dia mengatakan sudah membentuk tim kampanye yang diisi anak-anak muda Mataram setahun sebelum kontestasi Pileg dimulai. Tim yang dia bina dapat bekerja solid dan masif di wilayah kerja mereka masing-masing.

Dia mengaku keberhasilannya mendulang suara signifikan karena pendekatan kampanye yang dilakukan dirasanya berbeda. Evi menekankan pendekatan kepada generasi milenial di daerah pemilihannya. 

Dia kerap mempublikasikan gerakan dan kampanye ke media untuk menghimpun suara generasi muda. Selain melakukan kampanye yang bersifat monoton, Evi juga mengadakan diskusi rutin dari para kelompok gerakan generasi milenial daerah pemilihannya di kedai-kedai kopi yang menjadi tempat nongkrong anak-anak muda.

Anggota DPD dari Nusa Tenggara Barat diisi dua wajah baru. Selain Evi yang mendulang 283.932 suara, ada juga  H Ahmad Sukisman yang menempati urutan kedua dibawah Evi.

Terkait dengan gugatan yang dihadapinya, Evi yakin akan menang dalam Pengadilan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK). 

Dia merasa sudah mengikuti seluruh tahapan yang sudah ditetapkan dalam rapat pleno yang sudah disepakati KPU, Bawaslu dan seluruh calon yang berlaga dalam kompetisi pileg di daerahnya.

Baca juga:

Berita terkait
0
UAS Diduga Hina Kristen, Berikut Transkrip Lengkapnya
Berikut isi pernyataan UAS yang viral menyatakan salib dan patung jin kafir. Video tersebut telah dilaporkan ormas Brigade Meo.