Dubes RI untuk Swedia: Mahasiswa Pahlawan Masa Depan

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Swedia menggelar diskusi hari Pahlawan. Duta besar mengingatkan pentingnya lapor diri untuk keselamatan WNI.
Duta Besar Indonesia untuk Swedia, Kamapradipta Isnomo menyerahkan surat ke pemerintah swedia. (Foto: Tagar|Istimewa|Kamapradipta Isnomo).

Stockholm-Peringatan Hari Pahlawan tak hanya di Indonesia, juga di luar negeri. Pada Sabtu, 28 November 2020 misalnya diselenggarakan webinar online oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Swedia dengan tema "Memaknai Hari Pahlawan-Ngobrol Santai dengan Pak Dubes". Duta Besar RI untuk Swedia merangkap Latvia, Kamapradipta Isnomo, bertindak selaku narasumber pada kegiatan tersebut.

Sebelumnya Kamapradipta, dubes baru Indonesia, untuk Swedia  pada 19 November 2020, di kantor Kementerian Luar Negeri Swedia di Stockholm, menyerahkan Surat-Surat Kepercayaan kepada Raja Swedia, dengan pengaturan khusus melalui Chief of Protocol Kementerian Luar Negeri Swedia, Ambassador Maria Christina Lundqvist. Pengaturan khusus ini dilakukan di tengah masa pandemi, sehingga tidak memungkinkan untuk bertemu langsung dengan Raja Swedia, Carl XVI Gustaf.

Dalam paparannya pada webinar PPI itu, Dubes Kama, demikian bisa disapa, menyampaikan bahwa secara konvensional, "pahlawan" dimaknai sebagai seseorang yang berjasa dan berjuang untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Di masa modern, makna pahlawan dapat diartikan lebih dari itu. Pahlawan adalah seseorang yang berjasa dalam mencapai prestasi di berbagai hal yang sejalan dengan UUD 1945.

"Jika kita baca mukadimah UUD 1945, ada sepuluh makna yang dapat saya kategorikan sebagai pahlawan modern kontemporer Indonesia, yaitu seseorang yang mampu mewujudkan hal-hal sebagai berikut: bersatu, berdaulat, adil, makmur, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia, perdamaian abadi, dan keadilan sosial", ujar Dubes Kama.

Dalam kaitan ini, Dubes Kama menyatakan menjadi pahlawan dari salah satu kategori tersebut telah menjadi suatu prestasi yang baik. Ada kepuasan tersendiri bahwa sebagai Bangsa Indonesia, sudah memenuhi apa yang tertuang dalam UUD 1945, dan yang terpenting juga bahwa sebagai mahasiswa diharapkan agar dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapat untuk memajukan Bangsa Indonesia.

Sebagai duta besar, dia juga mengingatkan pentingnya lapor diri yang kini telah dapat dilakukan secara online. Hal ini, ujarnya, untuk semakin meningkatkan akurasi data WNI yang kemudian juga semakin mempermudah KBRI Stockholm melakukan kontak dan memberi bantuan sekiranya muncul permasalahan atau musibah atas WNI di Swedia.

Ia menekankan pentingnya untuk tetap mentaati protokol dan peraturan kesehatan dari pihak otoritas Swedia. “KBRI Stockholm juga siap untuk melayani melalui Hotline, yaitu di nomor telepon +46733280571,” katanya.

Kegiatan webinar dilaksanakan menggunakan aplikasi Zoom dan Youtube, dan diikuti pada mahasiswa S1-S3 dari Indonesia yang sedang menempuh studi di seluruh wilayah Swedia, juga WNI yang tinggal di Swedia, dan pelajar di Indonesia yang tertarik untuk studi ke Swedia. Sebagai moderator, Ketua PPI Swedia, Annusyirvan Ahmad Fatoni dan Li Ratna Yanti Kosasih.

Swedia merupakan negara Eropa yang tak menerapkan lock down dalam menghadapi masa pandemi. Kendari demikian Pemerintan tetap memberikan rambu-rambu terhadap rakyatnya agar bersiap dan terhindar dari penyebaran virus corona. []

Berita terkait
KBRI Stockholm di Swedia Jalankan Warung Konsuler Layani WNI
Untuk meningkatkan pelayanan dan penjangkauan terhadap WNI di Swedia KBRI Stokcholm jalankan program jemput bola melalui Warung Konsuler
5 Tempat Wisata di Swedia, Traveling Sambil Mengenal Sejarah
Bila berkesempatan traveling ke Swedia, coba mampir ke lokasi wisata sejarahnya. Bayangkan melihat kapal abad ke-17 atau lukisan asli Picasso.
KBRI Beri Penjelasan Soal Video Warga Swedia Tak Bermasker
Pelaksana tugas Dubes Indonesia di Swedia, Tanti Widyastuti,menunjuk video viral perihal orang Swedia tak bermasker perlu diluruskan.
0
Pasokan Vaksin Covid-19 di Indonesia Capai 75,9 Juta Dosis
Dengan kedatangan vaksin tahap ke-14 ini, maka jumlah pasokan vaksin yang ada mencapai 75,9 juta dosis vaksin