UNTUK INDONESIA
Dua Warga Lombok Barat NTB Positif Virus Covid-19
Dua warga dari Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) dinyatakan positif mengidap Covid-19.
Petugas mengadakan kegiatan sosialisasi cegah Corona dan penyemprotan disinfektan ke rumah warga di Lombok Barat. (Foto: Tagar/Ist)

Lombok Barat - Dua warga dari Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) berdasarkan hasil tes swab dinyatakan positif mengidap Covid-19. Informasi itu disampaikan langsung oleh Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid.

“Saya baru mendapat WA rilis resmi dari Pak Gubernur, di Lombok Barat sudah ada yang positif dua orang, satu di Kecamatan Narmada dan satu di Kecamatan Lingsar berdasarkan test Swab,” kata Fauzan.

Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat Lombok Barat untuk senantiasa waspada dengan menjalankan protokuler pencegahan Covid-19 secara ketat dan mandiri.

Saya baru mendapat WA rilis resmi dari Pak Gubernur, di Lombok Barat sudah ada yang positif dua orang.

“Tetap berdiam diri di rumah, keluar dari rumah kalau terpaksa. Itu pun harus menggunakan masker dan menghindari kerumunan banyak orang. Rajin-rajin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, serta tetap menjaga jarak, bahkan menghindari kontak langsung dengan siapapun yang kita tahu baru pulang dari daerah yang terpapar,” ucapnya.

Warga dengan kondisi positif Corona itu adalah pasien laki-laki nomor 13 berinisial LAB, usia 54 tahun dan berasal dari Kecamatan Narmada. Pasien ini disebutkan memiliki kontak langsung dengan orang yang di daerah terjangkit virus Corona.

Berikutnya adalah pasien Nomor 19, berinisial AS, pria berusia 47 tahun itu berasal dari Kecamatan Lingsar. AS diketahui juga memiliki riwayat pernah berkunjung ke Sulawesi. Kini keduanya harus mengalami isolasi perawatan di RS Awet Muda Narmada.

Menurut Kepala Bidang P3KL Dokter Ahmad Taufiq Fatoni pada Jumat, 10 April 2020 mengatakan, petugas medis harus melakukan penelusuran terhadap siapa saja yang pernah memiliki riwayat kontak langsung dengan dua pasien tersebut.

“Sekarang Dinas Kesehatan dan Puskesmas sedang melakukan kontak tracking di wilayah kerja Puskesmas Narmada dan Puskesmas Sigerongan. Terutama keluarga dekat yang serumah. Kita akan rapid test terlebih dahulu,” terangnya sambil menjelaskan kedua pasien ini kebetulan adalah jemaah tabligh yang baru pulang dari Gowa Sulawesi.

Dua orang tersebut adalah bagian dari tujuh orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang telah selesai dalam pengawasan. Namun satu orang telah meninggal dunia dua hari yang lalu. Seorang yang meninggal dunia ini telah dibuktikan dengan test swab ternayata negatif mengidap Covid 19.

Kepala Dinas Kesehatan Hj Ambaryati menjelaskan lewat pesan WhatsApp terkait dengan dua pasien postif tersebut.

“Kedua-duanya sehat-sehat saja, tapi harus tetap diisoloasi. Dalam dua atau tiga hari nanti akan ditest Swab lagi yang kedua kalinya. Kalau hasilnya negatif, boleh pulang. Tapai kalau hasilnya positif, masih harus diisolasi lagi dan menjalani pengobatan. Pokoknya sampai hasil negatif baru boleh pulang,” terang Ambaryati sambil memastikan seluruh keluarga yang kontak dengan dua pasien itu telah dirapid test hari ini juga.

Selain mereka, dalam rilis Dinas Kesehatan itu terdapat 543 Orang Dalam Pemantauan (ODP), namun sebanyak 370 di antaranya telah selesai dalam pemantauan. Menurut data ODP tersebut, dari sepuluh kecamatan di Lombok Barat terbanyak ODP-nya adalah Kecamatan Sekotong dengan 99 ODP.

Kemudian menyusul Kecamatan Labuapi sebanyak 88 ODP, Kecamatan Gunung Sari 72 ODP, Kecamatan Lingsar 69 ODP, Kecamatan Narmada 59 ODP, Kecamatan Kediri dengan 45 ODP, Kecamatan Batulayar dengan 33 ODP, Kecamatan Lembar 33 ODP, Kecamatan Gerung 30 ODP, dan Kecamatan Kuripan dengan 14 ODP.

Selain menghimpun PDP dan ODP, Dinas Kesehatan Lombok Barat juga menyebutkan sebanyak 1.724 Orang Tanpa Gejala.

Mereka ini adalah orang-orang yang memiliki riwayat perjalanan ke daerah terpapar Covid 19 namun tidak memperlihatkan gejala-gejala umumnya orang yang mengidap Covid 19, seperti memiliki suhu tubuh di atas 38,5 derajat celsius.

Dari sebanyak itu, 412 orang tanpa gejala ini telah bebas dari pemantauan. []

Berita terkait
Cegah Corona, Ombudsman Minta Perketat Masuk NTB
Ombudsman perwakilan NTB meminta Pemprov NTT memperketat pemeriksaan di pintu masuk NTB serta perkuat social distancing dan physical distancing.
176 Gempa di Masa Siaga Darurat Corona NTB
Sebanyak 176 kejadian gempa bumi terjadi di NTB selama pandemik virus corona melanda.
Dua Pasien Positif Corona di NTB
Data pasien positif yang terkena virus Corona di Nusa Tenggara Barat (NTB) bertambah jadi dua orang.
0
Data Bansos Dampak Covid-19 Kemensos di Bantul Kacau
Lurah di Bantul, Yogyakarta, dipusingkan data penerima bansos dampak Covid-19 dari Kemensos.