UNTUK INDONESIA
Dua Teroris Ditangkap Densus 88 Terlibat Bom Thamrin
Densus 88 Antiteror Polri menangkap dua terduga teroris anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD).Keduanya diduga terlibat bom thamrin.
Personel Densus 88 Antiteror Polri. (Foto: Antara/Arif Firmansyah)

Jakarta - Penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menyebut terduga teroris HS (Hanafi) alias Abu Zulfar dan BLH alias Abu Wafa yang baru saja ditangkap diduga terlibat dalam peristiwa Bom Thamrin, Jakarta.

"Hanafi maupun Abu Wafa diduga terlibat secara tidak langsung dalam peristiwa Bom Thamrin," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, seperti dilansir Antara, Sabtu 24 Agustus 2019.

Terduga teroris Hanafi diketahui ditangkap di Sampang, Madura. Kemudian terduga teroris lainnya Abu Wafa ditangkap di Lamongan, Jatim. Keduanya anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Keterlibatan Hanafi dalam aksi terorisme adalah mengikuti pelatihan militer di Sengkaling pada tahun 2015 dan ikut pelatihan militer menggunakan senapan M16 di Waduk Selorejo, Malang.

Sementara Abu Wafa diketahui merupakan pemimpin JAD Lamongan. Ia pernah menghadiri pertemuan di Sidoarjo sebelum terjadinya peristiwa Bom Surabaya, ikut pelatihan militer di Lamongan pada 2016 bersama teroris Zaenal Anshori serta pernah mengikuti idad di Gunung Panderman, Batu.

Berita terkait
Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Lamongan
Densus 88 antiteror mengamankan terduga teroris di Lamongan Jawa Timur.
5.648 Napi di Sulsel Dapat Remisi HUT RI, Satu Teroris
Kemenkumham Wilayah Sulsel memberikan remisi sebanyak 5.648 nara pidana dan salah satunya adalah napi teroris
74 Tahun Indonesia Merdeka, Awas Ancaman Radikalisme
Fraksi PKB Jawa barat menilai bahaya radikalisme yang ingin menganti ideologi Pancasila, menjadi tantangan besar di usia 74 tahun Indonesia.
0
Relawan Dukung Jokowi dan Mahasiswa Tolak RKUHP
Komite Penggerak Nawacita mendukung aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah yang menolak rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).