UNTUK INDONESIA
Dua Pria Pati Rampas Mobil di Rembang Pakai Keris
Dua pria asal Pati dibekuk anggota Polres Rembang. Keduanya merampas mobil di Rembang pakai keris karena motif asmara.
Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto menunjukan keris milik pelaku curas di Mapolres Rembang, Kamis, 23, Januari 2020. (Foto: Tagar/Rendy Teguh Wibowo)

Rembang - SN alias Bedot 37 tahun bersama rekannya JN alias Monyong 41 tahun layaknya pendekar di zaman kerajaan. Dua pria asal Pati, Jawa Tengah ini merampas mobil Avanza di Rembang sembari menyekap seorang warga menggunakan keris. 

Aksi keduanya dilakukan pada Selasa, 14 Januari 2020 sekira pukul 04.30 WIB. Motif asmara diduga menjadi latar belakang pencurian dengan kekerasan yang dilakukan Bedot dan Monyong. Satuan Reserse Kriminal Pores Rembang berhasil membekuk dua pelaku pada sore harinya, sekira pukul 15.00 WIB.

Saat jumpa pers kasus yang menjeratnya, Bedot mengakui kejahatan yang dilakukan bersama monyong. Bermula dari kecurigaannya dengan korban, PM 33 tahun, yang juga kawan baik, main mata dengan istrinya. Ia mengajak Monyong mendatangi rumah PM di Desa Tasikharjo, Kaliori, Rembang. 

"Saya ingin bicara baik-baik tapi dia tidak mau bicara, terus saya datang ke rumahnya," kata Bedot di Mapolres Rembang, Kamis, 23 Januari 2020. 

Alih-alih bertemu, Bedot dan Monyong malah mendapati pintu rumah korban dalam keadaan tertutup dan terkunci. Merasa jengkel, kedua menggedor dan merusak pintu rumah untuk mencari korban di dalam rumah. Ternyata memang PM tidak sedang di rumah. 

Saya tidak gunakan keris untuk mengancam, cuma buat jaga diri kalau di situ terjadi apa-apa.

Meluapkan kekecewaan, keduanya lantas merusak sejumlah perabotan yang ada di dalam rumah. Tak hanya itu, mereka juga berusaha membawa kabur mobil Avanza korban terparkir di depan rumah. Tapi saat menggondol mobil tersebut, aksi keduanya tepergok warga lain yang tak lain paman PM. 

Takut diteriaki maling, Bodet mengunuskan keris yang sudah disiapkan dari rumah. Paman korban disekap dan diancam menggunakan keris tersebut. Berhasil melumpuhkan warga, keduanya lantas membawa kabur Avanza. 

"Saya tidak gunakan keris untuk mengancam, cuma buat jaga diri kalau di situ terjadi apa-apa," dalih Bedot.

Kapolres Rembang, AKBP Dolly A Primanto menerangkan dua pelaku berhasil diringkus dalam waktu kurang dari 24 jam setelah mereka beraksi. Keduanya diringkus terpisah di Pati. Hasil pemeriksaan sementara, ada dua orang lain yang diduga terlibat di kejahatan Bedot dan Monyong. 

"Masih kami buru keduanya. Tapi kami sudah kantongi untuk titik-titik pencarian, karena mereka selalu berpindah-pindah namun belum bisa kami sampaikan," kata dia.

Disinggung faktor asmara, Dolly belum bisa memastikan dan akan mendalaminya lebih lanjut. Namun begitu aksi kekerasan menggunakan keris seperti yang dilakukan Bedot termasuk kejahatan yang jarang dijumpai di era moderen seperti sekarang ini.

"Ini keris punya kerajaan yang di Purworejo bukan?," tanya Kapolres setengah bercanda kepada Bedot. 

Dolly melanjutkan, tidak ada korban luka dalam aksi pencurian kekerasan tersebut. Mobil belum sempat dijual dua pelaku. "Kalau trauma secara psikis itu pasti, kalau untuk luka-luka alhamdulillah tidak ada," ujar dia. 

Mempertanggungjawabkan perbuatannya, Bedot dan Monyong dijerat pasal 365 ayat 1 dan 2 KUHP tentang pencurian yang disertai kekerasan, ancaman hukuman 12 tahun dan minimal 9 tahun. "Kami akan mendalami kasus ini lebih lanjut, kemudian mencari dua pelaku yang belum tertangkap," imbuh dia. []

Baca juga: 

Berita terkait
Di Rembang, Wartawan Abal-abal Resahkan Pejabat Desa
Beberapa hari terakhir, warga Rembang diresahkan kehadiran sejumlah oknum yang mengaku wartawan tapi melakukan pemerasan.
Ini Sanksi Polisi Rembang yang Pamer Hidup Mewah
Belum ditemukan kasus polisi Rembang, Jawa Tengah pamer hedonisme. Jika ada, sanksi kurungan dan pencopotan jabatan akan dijatuhkan.
Tak Menyesal Bakar Orang di Rembang, Ini Alasannya
Cemburu membuat pelaku, SM, warga Rembang gelap mata. Ia bakar Sukarno karena istrinya diganggu.
0
Gempa 5,6 SR Guncang Tapanuli Bagian Selatan Sumut
Gempa dengan kekuatan 5,6 Skala Richter mengguncang wilayah Tapanuli Bagian Selatan, Sumatera Utara.