UNTUK INDONESIA
Dua Pasien di RS Unair Masuk Pengawasan Covid-19
RS Unair mengatakan dua pasien tersebut masuk dalam orang dengan pengawasan (ODP) Covid-19 setelah merasakan gejala seperti Covid-19.
Tim satgas corona RS Unair saat jumpa pers terkait dua pasien masuk dalam pengawasan Covid-19. (Foto: Tagar/Adi Suprayitno)

Surabaya - Rumah Sakit (RS) Universitas Airlangga Surabaya merawat dua orang dengan pengawasan (ODP) Covid-19 atau virus corona. Dua orang ini merupakan warga negara Indonesia (WNI) masuk pengawasan karena mengalami gejala virus corona, yakni demam, batuk berdahak dan sesak nafas.

Dokter spesialis paru dan tim satgas corona RS Unair dr Alfian Nur Rosyid mengatakan orang dirawat ini bukanlah warga negara asing. Mereka datang ke posko crisis centre RS Unair dua hari lalu.

Mereka ada yang datang sendiri ke RS usai dari Jepang karena mengalami gejala batuk, dan demam.

"Jadi orang datang ke crisis center bisa orang Indonesia, dan orang asing," ujar dr Alfian saat jumpa pers di RS Unair Surabaya, Rabu, 11 Maret 2020.

Dua orang yang dirawat juga tidak memiliki hubungan keluarga, melainkan pihak yang berbeda yakni laki-laki dan perempuan berusia diatas 50 tahun. Keduanya, kata Alfian, memiliki riwayat mengunjungi Jepang dan juga DKI Jakarta.

"Mereka ada yang datang sendiri ke RS usai dari Jepang karena mengalami gejala batuk, dan demam. Sedangkan pasien satunya dirujuk dari rumah sakit Kediri," tuturnya.

Alfian mengatakan satu pasien mengaku datang dari DKI Jakarta mengaku merasakan demam dan batuk-batuk usai berinteraksi dengan orang asing yang memiliki keluhan batuk-batul.

"Beliau berdekatan dengan orang asing tersebut, tidak bisa menghindar. Saat pulang ke Jatim ada keluhan demam, kemudian batuk-batuk," tuturnya.

Alfian membatah ada sembilan orang suspek virus corona. Mengingat pihak rumah sakit hanya merawat dua orang Indonesia saja. Pihak rumah sakit menyatakan dua ODP Covid-19 karena hasil pemeriksaan darah di laboratorium dan rontgen foto ada kecurigaan mengarah ke Convid-19.

Sementara tujuh orang merupakan warga negara Jerman, Jepang Amerika, Belanda dan China datang ke RS Unair. Namun, hasil pemeriksaan negatif virus corona sehingga diperbolehkan pulang sebulan yang lalu.

"Sekarang suspek itu tidak ada. Diganti istilah ODP, orang dengan pengawasan. Jadi dua yang dirawat bukan sembilan seperti di media," katanya.

Untuk memastikan dua orang positif virus corona, pihak rumah sakit harus melakukan swab minimal tujuh hari. Hasilnya kemudian dikirim ke Jakarta untuk memastikan apakah positif atau negatif virus covid.

"Baru dirawat hari kedua, dan di swab hari ini sehingga menunggu tujuh hari ke depan," ucapnya. []

Berita terkait
Pemprov Bali Imbau Warga Tak Panik WNA Covid-19
Pemprov Bali membenarkan jika WNA positif Covid-19 yang meninggal dirawat di RSUD Sanglah, Bali sejak 9 Maret 2020.
DPR Buka Kemungkinan Indonesia Lockdown Corona
Anggota Komisi IX DPR M. Nabil Haroen mengatakan Indonesia tidak menutup kemungkinan menerapkan kebijakan lockdown menahan laju penyebaran corona.
Indonesia Optimis Tak Lockdown Corona Seperti Italia
Jubir penanganan corona Achmad Yurianto optimis Indonesia tidak akan mengambil langkah lockdown seperti di Italia.
0
Maling Lagi, Pria Bertato di Padang Ditembak Polisi
Seorang residivis maling di Kota Padang ditembak polisi karena mencoba kabur saat ditangkap.