UNTUK INDONESIA
DPRD Jatim Sebut Tes Urine Sopir Terkesan Formalitas
Anggota DPRD Jatim menemukan Tes urine dan kesehatan bagi sopir dilakukan terkesan formalitas, karena tidak ada catatan sopir hasil pemeriksaan.
Ketua Komisi D DPRD Jatim Kuswanto saat meninjau kesiapan Terminal Purabaya hadapi libur Natal dan Tahun Baru. (Foto: Tagar/Adi Suprayitno)

Surabaya - Komisi D DRPD Jawa Timur menyoroti tes urine dan kesehatan di posko yang disediakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) di Terminal Purabaya, Sidoarjo terkesan formalitas. Padahal tes urine  dan kesehatan tersebut untuk memberi jaminan bahwa sopir dan kernet bus bebas dari narkoba dan minuman keras.

Anggota Komisi Komisi D DPRD Jatim, Abdul Halim mengatakan saat sidak di Terminal Purabaya, Surabaya Senin 23 Desember 2019 terlihat bahwa tes kesehatan di posko terminal tidak serius, atau terkesan formalitas keberadaannya. 

"Bisa rancu ini, makanya harus ada identifikasi dalam bentuk kartu. Kemudian catatannya jelas. Bahwa diperiksa hari ini, sementara yang belum diperiksa ada catatan juga," ungkap Halim, ketika dikonfirmasi, Selasa 24 Desember 2019.

Politisi Gerindra itu mengaku sangat menyayangkan jika petugas kesehatan mencatat ada 1500 orang sopir dan kernet setiap harinya di Terminal Purabaya. Namun mereka tidak memiliki catatan sopir mana saja yang sudah diperiksa.

Bisa rancu ini, makanya harus ada identifikasi dalam bentuk kartu. Kemudian catatannya jelas.

Untuk itu, ketidakseriusan posko kesehatan ini harus dievaluasi dan disampaikan ke Dinkes Jatim.

"Ini jadi temuan yang akan menjadi catatan dan evaluasi untuk disampaikan ke Dinas Kesehatan yang tentunya sinergi dengan Dishub Jatim," tegasnya.

Mantan anggota Komisi E DPRD Jatim itu menegaskan, program harus terintegrasi dan dilakukan bersama tentang pelayanan kesehatan dari sopir. Apalagi hal ini merupakan hasil kesepakatan rapat agar mewajibkan sopir untuk mengikuti tes kesehatan karena menyangkut keselamatan.

"Kalau kondisi bus dilihat dari uji KIR. Sehingga menunjukkan bahwa kendaraan layak," tuturnya.

Hal senada Ketua Komisi D DPRD Jatim, Kuswanto mengaku tak ada dokumen soal sopir yang sudah melakukan pemeriksaan kesehatan. Padahal seharusnya ada riwayat pemeriksaan kesehatan yang melekat pada sopir

"Harusnya ada keterangan terakhir pemeriksaan para sopir. Hal ini sangat membahayakan saat mengemudikan bus,” jelasnya. [] 

Berita terkait
Musala di Tengah Misa Gereja Paroki Hati Kudus Yesus
Gereja Paroki Hati Kudus Yesus menyiapkan Musala untuk digunakan bagi aparat keamanan untuk melaksanakan Salat.
Malang Raya Macet, Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas
Peningkatan arus kendaraan sudah mulai terlihat di beberapa titik, khusunya di exit tol Pandaan-Malang dan jalan utama menuju Malang.
Sakit Hati, Alasan Pemuda di Sidoarjo Bunuh Rekannya
Polresta Sidoarjo menggelar rekonstruksi pembunuhan sadis depan kosnya, di RT 04 RW 02 Dusun Megare Desa Ngelom Kecamatan Taman, Sidoarjo.
0
Strategi Jawa Tengah Bidik 40 Emas di PON 2020 Papua
KONI Jawa Tengah menargetkan mendapat emas minimal 40 medali. Apa saja strategi yang disiapkan?