UNTUK INDONESIA
DPR Minta Pemerintah Tindak Spekulan Masker COVID-19
Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel mengatakan pemerintah harus segera menindak para penimbun masker di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap COVID-19.
Petugas kepolisian Polda Metro Jaya melintasi barang bukti saat rilis dugaan penimbunan masker di gudang di Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Rabu, 4 Maret 2020. (Foto: Antara/Fauzan/ama)

Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel mengatakan pemerintah harus segera menindak para penimbun masker di tengah kekhawatiran masyarakat  terhadap penyebaran virus corona atau COVID-19 yang masuk ke Indonesia.

Sebab, imbas 'para pemain' tersebut menurut dia sangat mungkin menumbulkan kerugian di berbagai sektor.

"Sebelum kepanikan masyarakat semakin meningkat. Jika spekulan ini tidak segera ditangani, dikhawatirkan menimbulkan potensi kerugian ekonomi, sosial dan politik," ucap Rachmat Gobel, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 3 Maret 2020 seperti dilansir dari Antara.

Jika pemerintah lamban, kata dia bukan tidak mungkin harga masker semakin melambung dari yang ditetapkan di pasaran sekarang karena pasokan yang kurang. Maka dari itu, ia menyarankan pemerintah dan para pelaku industri untuk meningkatkan produksi masker.

"Segera berkoordinasi antara eksekutif dan legislatif, meningkatkan produksi sekitar 50 persen. Ini untuk mengantisipasi adanya lonjakan permintaan, pembelian karena panik, penimbunan, dan penyalagunaan," tuturnya.

Sebagai wakil rakyat, ia pun akan mengambil langkah secara berkala meminta legislatif dan eksekutif, yakni komisi dan kementerian terkait melakukan koordinasi dan rapat-rapat konsultasi antisipasi. Apalagi, selama proses penyebaran corona virus belum berhenti.

"Diharapkan penanganan pasien dan wabah terkoordinasi dengan baik, cepat dan komprehensif," kata dia. []

Berita terkait
Sidak Pasar Pramuka, Polisi Temukan Masker 300 Ribu
Polda Metro Jaya menggelar sidak ke Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Ditemukan masker Rp 300 ribu per kotak dalam sidak ini.
Penimbun Semarang Jual Masker 9 Kali Harga Normal
Polisi Jawa Tengah meringkus tiga warga Semarang yang menimbun masker dan antiseptik. Produk itu selanjutnya dijual dengan harga tinggi.
Konsumen Mengeluh, YLKI: Bongkar Penimbun Masker
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi meminta pemerintah melakukan aksi untuk menangani kenaikan harga masker di pasar imbas virus COVID-19.
0
Positif Covid-19 di Yogyakarta Tambah 9 Orang
Update Senin, 1 Mei 2020 di Yogyakarta ada tambahan sembilan positif Covid-19, satu orang sembuh.