UNTUK INDONESIA
Dishub Jawa Timur Antisipasi Lonjakan Penumpang
Menghadapi momen libur Natal dan Tahun Baru, Dishub Jatim menyiapkan tambahan moda transportasi untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Penumpang bersiap naik kereta api Jayabaya jurusan Malang-Jakarta di Stasiun Kotabaru, Malang, Jawa Timur, Senin, 2 Desember 2019. (Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto)

Surabaya - Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur memprediksi akan adanya lonjakan penumpang saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sejumlah moda transportasi pun disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

Kepala Dishub Jatim Fattah Jasin mengatakan jumlah penumpang saat perayaan Nataru diperkirakan mencapai empat juta orang. Angka itu melonjak lima persen, jika dibandingkan tahun lalu.

"Empat juta penumpang ini tersebar di seluruh moda transportasi seperti bus, kereta api, kapal laut, dan pesawat di enam bandara yang ada di Jatim," ujarnya saat dikonfirmasi Jumat 13 Desember 2019.

Fattah menegaskan, Jatim siap menjalankan instruksi Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menghadapi Nataru.

Empat juta penumpang ini tersebar di seluruh moda transportasi.

"Kita memang diminta Kemenhub agar mempersiapkan kurang lebih 5-10 persen dari target penambahan penumpang," paparnya.

Fattah menyebut, moda transportasi yang tetap banyak diminati masyarakat adalah bus dan kereta api. Sementara kapal laut dan pesawat tidak terlalu diminati oleh masyarakat. Bahkan penumpang pesawat terbang diperkirakan ada kecenderungan penurunan.

"Meski demikian kita tetap antisipasi lonjakan penumpang maskapai di liburan Natal dan tahun baru. Ekstra flight disiapkan tetap," tegasnya.

Terkait pembatasan larangan angkutan barang melintas saat libur nataru, Dishub Jatim belum menerima surat Peraturan Menteri Perhubungan (Pemenhub). Hanya saja, Dishub menerima kabar angkutan barang mulai dibatasi mulai 20 Desember 2019 pukul 00.00 Wib hingga 21 Desember 2019, pukul 24.00.

"Periode kedua tanggal 30 Desember 2019 pukul 00.00 Wib sampai tanggal 31 Desember 2019," terangnya.

Pembatasan angkutan barang ini diterapkan pada sejumlah ruas jalan nasional, seperti Mojokerto-Madiun, Probolinggo-Banyuwangi, dan Pandaan-Malang.

"Tapi kecuali truk ekspor dan impor, sembako, ternak, kemudian air dalam kemasan tetap boleh melintas," ucapnya. []

Berita terkait
Polrestabes Surabaya Amankan Ribuan Pil Koplo
Polrestabes Surabaya mengatakan barang yang diamankan dalam bentuk kemasan obat yang biasa dijual belikan di apotek.
Situs Candi Hindu Siwaistis Ditemukan di Kota Batu
Tim BPCB Jatim melakukan ekskavasi dengan ditemukannya yang diperkirakan sebagai candi Hindu Siwaistis di Kota Batu.
Lamborghini Terbakar di Surabaya Belum Bayar Pajak
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho juga menyebutkan Lamborghini yang terbakar tidak dilengkapi dengan surat-surat resmi.
0
Persiraja Vs Bhayangkara FC, Belum Tentukan Tim Inti
Pelatih Persiraja Banda Aceh Hendri Susilo belum menemukan tim inti atau starting eleven menjelang laga perdana melawan Bhayangkara FC, malam ini.