UNTUK INDONESIA
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Binjai Tak Sehat
Kualitas udara di Kota Binjai, Sumatra Utara, masuk kategori tidak sehat setelah diselimuti kabut asap walau tidak tebal.
Kabut asap tipis menyelimuti Kota Binjai. (Foto: Tagar/Jufri Pangaribuan)

Binjai - Kualitas udara di Kota Binjai, Sumatra Utara, masuk kategori tidak sehat setelah diselimuti kabut asap walau tidak tebal.

Pemerintah menganjurkan, agar masyarakat di daerah berjuluk Kota Rambutan itu selalu mengenakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr Deni Irwansyah Pane mengimbau, selain mengurangi kegiatan di luar ruangan, masyarakat juga diminta untuk tidak bersepeda demi mengurangi risiko gangguan pernafasan.

Masyarakat juga kata dr Deni, agar menjaga asupan cairan dalam tubuh. "Minum air yang cukup sangat membantu membuang racun dari tubuh. Cairan tubuh yang cukup juga membantu menyerap polusi yang masuk ke dalam tubuh agar tidak meluas," ujar Deni didampingi Kabid Kesmas, Mery Hati, Jumat 20 September 2019.

Lebih penting tambahnya, masyarakat harus mengkonsumsi makanan yang sehat, buah yang sarat dengan vitamin C dan sayur-sayuran.

Untuk sementara ini masyarakat harus menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan

"Makanan sehat sangat membantu menangkal racun jahat dari polusi udara," ujarnya saat membagikan ratusan masker kepada masyarakat.

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala Sub Bidang Manajemen Data BMKG Wilayah I- Medan, Feriomex Hutagalung menyatakan, bahwa kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau, Jambi dan Sumatera Selatan sudah sepekan masuk ke beberapa wilayah Sumatera Utara.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Binjai, Ahmad Yani mengatakan Pemerintah Kota Binjai telah menggelar rapat dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Hasilnya, kata Ahmad Yani, Pemerintah Kota Binjai berencana akan membangun Posko Kebakaran Hutan dan Lahan.

"Apabila diperlukan, kita bangun Posko. Untuk sementara ini masyarakat harus menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan," ujarnya.

Dia mengingatkan, cuaca di Kota Binjai belakangan ini tidak menentu, mulai dari hujan deras hingga angin kencang.

"Kita imbau masyarakat berhati-hati apabila ada kejadian bencana agar segera melaporkan ke BPBD Kota Binjai. Selama 24 jam kita siaga untuk membantu masyarakat," katanya. []

Berita terkait
Kabut Asap di Palembang Sempat Capai Kondisi Berbahaya
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kota Palembang pada Kamis 19 September 2019, sempat mencapai kategori berbahaya.
Asap Kiriman Kepung Sibolga, BPBD Bagi Masker
BPBD Kota Sibolga, melakukan aksi bagi-bagi masker gratis bagi pengendara maupun pejalan kaki.
Dampak Kabut Asap, Masker Dibagi ke Pelajar Labuhanbatu
Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara menyalurkan 10.000-an masker kepada pelajar.
0
Covid-19 di 17 Negara Eropa Antara 11.000 - 200.000
Penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Eropa melanda semua negara bahkan di beberapa negara kasusnya jauh di atas jumlah kasus di China