UNTUK INDONESIA
Dinasti Politik Jokowi Meniru SBY, Mega atau Denny Siregar?
Andri Rusta menilai Presiden Jokowi dan keluarga terjebak oleh manisnya kekuasaan, Denny Siregar tak sependapat Jokowi meniru SBY atau Mega.
Presiden Jokowi. (Foto: Tagar/Instagram @jokowi)

Jakarta – Pengamat Politik Universitas Andalas (Unand), Andri Rusta menilai Presiden Jokowi dan keluarga terjebak oleh manisnya kekuasaan. Pandangan ini berseberangan dengan Denny Siregar yang menulis sebaliknya. Lalu apakah dinasti politik Jokowi meniru SBY atau Mega?

“Sebagai pendukung Jokowi, melihat Gibran dan Bobbi jadi cukup disayangkan juga. Ternyata Jokowi dan keluarga terjebak dengan manisnya kekuasaan,” sebut Andri Rusta, Kamis, 1 Oktober 2020.

Hal itu diutarakan Andri menanggapi komentar juniornya Ilham Firdaus, sesama jebolan Jurusan Ilmu Politik Unand. Keduanya sepakat dinasti yang dibangun Jokowi sebagai langkah menciptakan kekuatan politik jangka panjang.

“Ketokohan sangat penting dibangun demi mempengaruhi kebijakan yang lebih luas. Nah, ketokohan semacam ini tidak hanya cukup dimiliki oleh individual saja, harus secara kolektif atau kelompok,” sebut Ilham.

Secara individual, dua periode menjabat sebagai Presiden RI, sudah membuat ketokohan Jokowi paripurna. Jika ingin lebih luas lagi, kata Ilham diamini Andri, salah satu jurus jitu yaitu dengan melibatkan keluarga.

Anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming didapuk sebagai Calon Wali Kota Surakarta. Bobby Nasution si menantu bakal bertarung di Pilkada Medan. Gibran dan Bobby kini secara resmi berkampanye menjaring dukungan masing-masing konstituen.

Ilham menyebut fenomena ini tidak ada bedanya berkaca pada Presiden RI sebelum Jokowi menjabat. Dia memisalkan SBY, yang sangat kuat ketokohannya di Partai Demokrat. Begitu juga Megawati yang sangat kuat sekali ketokohannya di PDI-P.

“Masa jabatan Jokowi segera berakhir. Oleh karna itu, salah satu cara mewujudkan mimpi jangka panjang dengan membangun dinasti politik, yang dimulai dari keluarga sendiri,” tutupnya.

Di lain pihak, Denny Siregar sangat kontra sekali dengan pemikiran ini. Katanya, di Indonesia dinasti politik boleh disandarkan pada keluarga Cendana tatkala Soeharto berkuasa ingin mewariskan kekuasaannya kepada anaknya. Juga keluarga SBY dan Megawati yang mewariskan kepemimpinan partai kepada anak-anak mereka.

“Itulah contoh-contoh dinasti politik,” tulis Denny dalam opini yang dimuat Tagar baru-baru ini.

Lihat: Denny Siregar: Jokowi Tergoda Dinasti Politik?

Menurut pengarang buku Tuhan Dalam Secangkir Kopi itu, Gibran dan Bobby bukan model politik dinasti. Denny yakin Jokowi tidak pernah memaksa anak-anaknya untuk masuk ke dunia politik, apalagi dengan membikin partai yang akan diwarisi keluarganya, meski mampu untuk itu.

“Kalau begitu mending Jokowi siapkan Gibran atau Kaesang menjadi menteri seperti dilakukan Soeharto pada salah satu anaknya,” katanya.

Oleh karna itu, salah satu cara mewujudkan mimpi jangka panjang dengan membangun dinasti politik, yang dimulai dari keluarga sendiri.

Dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando pernah bertutur bahwa menuduh Jokowi sedang membangun imperium kekuasaan politik keluarga di Indonesia sangat berlebihan bila yang digunakan sebagai indikator adalah majunya Gibran dan Bobby.

Opini sebelumnya: Haruskah Tak Kagum Jokowi Lagi Karena Gibran dan Bobby

Menurut pria berdarah Minang itu, majunya Gibran merupakan sekadar langkah pragmatis, tapi langkah pragmatis PDIP, bukan Jokowi. PDIP tentu saja ingin agar di mayoritas daerah di mana akan diselenggarakan Pilkada serentak nanti, kandidat yang dijagokannya yang menang.

“Soal dinasti politik itu tentu saja bukan sesuatu yang dengan sendirinya buruk. Megawati dan Puan Maharani adalah contoh dinasti politik. SBY dan AHY adalah contoh dinasti politik,” tulis Ade.[]

Berita terkait
Daftar Harta Kekayaan Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution
Anak dan menantu Jokowi, Gibran dan Bobby sah menjadi calon wali kota. Berapa harta kekayaan yang dimiliki para keluarga istana tersebut?
Kata Pengamat Soal Gagalnya Irfendi di Pilkada 2020
Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi gagal kembali maju di Pilkada 2020.
Bobby: Politik Identitas Jangan Dipakai saat Kampanye
Calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution menemui warga Jalan Mongonsidi. Di sana banyak warga dengan suku dan agama berbeda.
0
Hambat Rentenir Desa, Kemendes PDTT Kembangkan 5.300 LKD
Kemendes PDTT dan OJK, sepakat mengembangkan Lembaga Keuangan Desa untuk menghambat rentenir dan menurunkan tingkat kemiskinan di Desa.