Bogor - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap dua terduga teroris di wilayah Jakarta Timur dan Bogor, Senin 2 Mei 2019.

Hal itu dibenarkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo.

"Benar penangkapan (terduga teroris) tersebut. Sudah diperiksa, dan dikembangkan oleh Densus 88," katanya.

Kedua orang terduga itu bernama MS alias AF dan A alias AM. Terduga teroris AF ditangkap di Taman Mahoni, Ciracas, Jakarta Timur pada pukul 09.30 WIB.

Diketahui, AF merupakan pegawai swasta. Berdasarkan informasi yang didapat polisi, AF merupakan kelompok Endang alias Pak Jenggot yang sebelumnya ditangkap di Bogor.

"Sedangkan AM ditangkap di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, pukul 09.00 WIB. AM sendiri merupakan warga Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat," tuturnya.

Dedi mengaku belum merinci jaringan mana yang diikuti oleh kedua teroris tersebut. Dia juga belum dapat menyampaikan kronologi penangkapan terhadap keduanya.

"Tunggu saja hasil pemeriksaan Densus 88. Saya belum bisa (memberi informasi) rinci ," katanya saat dihubungi.

Penangkapan keduanya merupakan pengembangan dari penangkapan Endang alias Pak Jenggot. Terduga teroris yang ditangkap di Bogor, Jawa Barat, itu memiliki target meledakkan bom di depan Gedung KPU di Jakarta.

Target itu akan dilakukan pada hari pengumuman hasil Pemilu 2019, yaitu 22 Mei mendatang.

Menurut dia, kabar tentang rencana pergerakan massa ke Jakarta pada 22 Mei mendatang, justru dijadikan momentum bagi para teroris untuk menunjukkan keberadaannya.

"Dari hasil penggeledahan di rumah Endang, polisi mengamankan enam bom pipa siap ledak, serta satu bom panci yang tengah dirakit. Iya, ketujuh bom itu akan diledakkan pada 22 Mei 2019," tegasnya. []

Baca juga: