UNTUK INDONESIA
Dahnil Anzar Tuding Polisi Terlibat Pilpres 2019
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Simanjuntak menuding polisi curang dalam Pilpres 2019.
Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Instagram/Dahnil Anzar Simanjuntak)

Jakarta - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menuding polisi terlibat Pilpres 2019. 

Dahnil mengaku banyak temuan kecurangan pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Salah satunya terkait daftar pemilih tetap (DPT) yang disebutnya sebagai DPT Tuyul.

"Banyak temuan-temuan terkait DPT Tuyul. Pak Hashim bolak balik ke KPU, diskusi memaparkan mana DPT-DPT yang tuyul itu," ujarnya dalam Mengungkap Fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019 di Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa 14 Mei 2019.

Menurutnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus memberikan komitmen untuk memperbaiki kesalahan DPT. 

"Kemudian kita dapat komitmen dari KPU, akan segera memperbaiki. Kita percaya pada saat itu," ucapnya.

"Tim BPN menemukan ada keterlibatan aparatur negara yang masih di banyak daerah, ada keterlibatan BUMN, bupati, gubernur, ada dugaan keterlibatan polisi berulang kali," imbuh Dahnil.

Setelah melayangkan protes keras, barulah ada komitmen dari pimpinan Kepolisian bahwa mereka akan bersikap netral.

"Ada keterlibatan polisi, itu berulang kali kita protes. Di setiap daerah protes. Jubir menyampaikan protes keras terkait dengan itu. Namun kemudian, ada komitmen dari Pimpinan polisi katanya Pak Polisi akan netral. Pimpinan Polisi bilang ke kita akan netral," ujarnya.

Laporan mengenai keterlibatan kepolisian itu juga disampaikan kepada Prabowo Subianto. Namun, Ketua Umum Partai Gerindra itu memilih untuk mempercayai polisi.

"Pada saat itu Pak Prabowo langsung sampaikan ke kita ke jubir, 'Ya sudah polisi jangan lagi dikritik berpihak, jangan lagi diserang terus menerus'. Betul Pak begitu?” ucap Dahnil menirukan Prabowo.

"Pak Prabowo minta kita semua tim Jubir dan semua tim cooling down, kenapa? Ada komitmen dari pimpinan polisi bahwasanya mereka akan netral," sambung Dahnil.

Menurut Dahnil, fakta kecurangan kembali ditemukan di lapangan. Padahal, protes bukan sekali dua kali dilakukan, sejak awal menemukan indikasi kecurangan sudah dilaporkan melalui mekanisme yang sesuai dengan undang-undang.

"Apa faktanya? Anda yang tahu sendiri di lapangan itu yang terjadi. Jadi kalau ada protes misalnya menyebutkan kok baru sekarang protesnya, tidak sejak awal sudah kita protes," tandasnya. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Hujan Es Banyak Terjadi di Lombok, Ini Kata BMKG
Hujan beseera gumpalan es banyak terjadi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ini kata BMKG