Curahan Hati Korban Penggusuran Era Anies Baswedan

2 warga korban penggusuran Sunter, Jakarta Utara, mencurahkan isi hati entah harus tinggal di mana setelah digusur Pemprov DKI era Anies Baswedan.
Penggusuran di Sunter, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 18 November 2019. (foto: Tagar/Fattah Hakim).

Jakarta - Siang itu Sulastri terduduk sendiri di jalan penuh debu. Matanya terpaku pada reruntuhan bangunan yang sudah puluhan tahun ia huni, namun saat ini telah rata dengan tanah. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menata bangunan di Sunter, Jakarta Utara, sejak Kamis, 14 November 2019.

Janda dua anak itu kini betul-betul kebingungan harus tinggal di mana lagi. Dia mengaku tidak memiliki sanak saudara di ibu kota. Suaminya sudah meninggal beberapa tahun lalu. Sementara dia harus menghidupi kedua buah hatinya setiap hari dengan berdagang, membuka warung kelontong di pinggir pabrik, yang kini tinggal seutas kenangan. 

Padahal saya listrik dikasih sama orang pabrik di dalam, tapi pas kemarin digusur kami dituduh mencuri listrik.

Belum lagi anak keduanya yang memiliki keterbelakangan mental, kian membuatnya sulit berpikir jernih untuk mengambil langkah tepat. 

Entah, kata Sulastri, harus mengadu kepada siapa lagi mengenai kepenatan yang ia rasakan. Di tengah terik matahari siang bolong, ia mengaku sempat cekcok mulut dengan petugas, namun tidak digubris. 

Korban Penggusuran AniesSulastri, korban penggusuran di Sunter, Jakarta Utara saat diwawancarai Senin, 18 November 2019. (foto: Tagar/Fattah Hakim).

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin peribahasa itu dialami nyata oleh perempuan berusia 53 tahun ini. Sudah bangunan rumahnya hancur digaruk eskavator, ia malah dituduh mencuri aliran listrik dari salah satu pabrik di kawasan Sunter.

Padahal, dia masih ingat betul, janji "orang dalam" yang akan membantunya tak memungut iuran bulanan, kini makian mentah-mentah harus ia telan.

“Padahal saya listrik dikasih sama orang pabrik di dalam, tapi pas kemarin digusur kami dituduh mencuri listrik,” ujar Sulastri seraya menggelengkan kepala.

Baca juga: Ferdinand Hutahaean Geram Anies Baswedan Janji Palsu

Kini ia tidak memiliki tempat tinggal dan mata pencahariannya hilang. Sembari duduk ia menceritakan, anak sulungnya yang telah menikah yang juga telah memiliki anak, juga tidak memiliki solusi untuk melanjutkan kehidupan. Mereka selama ini tinggal bersama satu atap.

Untuk sementara, saat matahari meredup, Sulastri dan keluarga memilih bergeser ke pos keamanan berukuran 2x2 meter. Di sana mereka merebah tubuh berlima, berdempetan dengan tumpukan perabot rumah.

“Ya mau bagaimana lagi, kita tidak punya uang dan enggak tahu juga mau ke mana, ya sudah kami bertahan di sini saja,” ucap wanita asal Madura itu.

Penggusuran SunterWarga mengais pungi bangunan sisa penggusuran di Sunter, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 18 November 2019. (foto: Tagar/Fattah Hakim).

Berbeda dengan nasib berat yang dialami Sulastri, Wadi saat itu menganggukkan kepala sambil menunduk, saat menyikapi langkah orang nomer satu di DKI. 

Saya sih berharap, kali aja ada pengganti bagi kita, para korban gusuran.

Pria berumur 62 tahun ini merelakan tempat tinggal yang ia huni sejak 1990 menjadi sasaran mobil pengeruk yang dibawa Pemprov DKI.

Kini ia memilih untuk tinggal di gudang tempat sehari-harinya bekerja. Pria berdarah Jawa ini mengaku berprofesi sebagai tukang angkat barang di salah satu perusahaan terkemuka di kawasan Sunter. 

Sambil menatap rumahnya yang rata dengan tanah, ia pun sama nasib sebenarnya dengan Sulastri, tak dapat bisikan dari siapa-siapa harus tinggal di mana. Harapan satu-satunya yang tersisa adalah gudang tempat ia bekerja saat ini dijadikan tempat tinggal.

Dengan mata berkaca-kaca sembari menatap puing-puing reruntuhan rumahnya, ia berharap betul mendapat hunian pengganti karena tempatnya sudah digusur. Meskipun lokasinya jauh, tidak ragu bakal ia ambil.

“Saya sih berharap, kali aja ada pengganti bagi kita, para korban gusuran,” tuturnya.

Sembari menyeruput segelas kopi hitam, ia mengungkap kewajibannya tiap bulan harus menafkahi istri dan anaknya yang masih sekolah di Tangerang

Penggusuran SunterPedagang melintasi permukiman warga yang digusur di Sunter, Jakarta Utara, Senin, 18 November 2019. (foto: Tagar/Fattah Hakim).

Sementara dengan kondisi hidupnya yang saat ini ia katakan pas-pasan, ditambah keadaan tempat tinggalnya yang tak menentu, kian membebani pikirannya. Rasa gusar bingung mengomel, entah dengan siapa harus ia ungkapkan. Hal itu terus berkecamuk di kepala.

“Makin pusing saya mas,” kata bapak satu anak ini.

Dibalik curhatan di atas, penataan terus berlanjut sampai Tagar menyambangi lokasi ini, Senin, 18 November 2019. Terlihat ada empat mobil pengeruk yang diturunkan pemerintah Jakarta guna mempercepat proses penataan.

Baca juga: Anies Baswedan Terima Beres dari Gerindra-PKS

Menurut Camat Tanjung Priok Syamsul Huda, langkah yang dilakukan pemerintah bukan penggusuran, melainkan penataan dan penertiban bangunan yang tidak sesuai dengan fungsinya.

"Kita melakukan penataan, bukan penggusaran," kata Syamsul di Jakarta, 18 November 2019, dikutip dari Antara.

Sementara itu Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko menegaskan penertiban dilakukan bukan berarti mengabaikan janji Gubernur Anies Baswedan yang menolak model penggusuran sebagai penataan kota.

Sigit mengklaim para warga yang terkena gusur di Sunter bukan warga DKI Jakarta dan bukan pemilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI 2017. 

"Cek saja di daftar pemilih sementara maupun daftar pemilih tetap, mereka ada enggak? Orang ikut Pemilu aja enggak kok," ujar Sigit di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 18 November 2019.

Kendati demikian, penataan di Sunter terus dilakukan untuk mendukung program pemerintah era Anies Baswedan untuk menormalisasi saluran air di permukiman yang rawan terkena genangan air saat musim penghujan tiba. [] Putra Abdul Fattah Hakim

Berita terkait
Masalah Penggusuran, Anies Oper ke Wali Kota Jakut
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oper statement soal penggusuran di Jakarta Utara (Jakut) beberapa waktu lalu.
Korban Penggusuran Merasa Dibohongi Anies Baswedan
Warga korban penggusuran di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kecewa dengan janji kampanye Anies Baswedan.
Beda Ahok dan Anies Baswedan dalam Penggusuran
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sama-sama melakukan penggusuran. Ini bedanya.
0
Melihat Epiknya Momen Malam HUT DKI Jakarta Lewat Lensa Galaxy S22 Series 5G
Selain hadir ke kegiatan-kegiatan yang termasuk ke dalam agenda perayaan HUT DKI Jakarta, kamu juga bisa merayakannya dengan jalan-jalan.