UNTUK INDONESIA
Beda Ahok dan Anies Baswedan dalam Penggusuran
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sama-sama melakukan penggusuran. Ini bedanya.
Anies Baswedan dan Ahok. (Foto: Rakyat Aceh dan Instagram Basuki BTP)

Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sama-sama paham bahwa penggusuran adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam pembangunan. Bedanya Ahok jujur sejak awal, sedangkan Anies dalam kampanye bilang tidak akan menggusur demi meraih simpati rakyat bawah. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Gembong Warsono di Jakarta, Senin, 18 November 2019. Ia juga setuju bahwa penggusuran mau tidak mau harus dilakukan.

Hanya lip service untuk mendapatkan simpati masyarakat.

Gembong mengatakan apa yang diucapkan Anies Baswedan pada masa kampanye hanya bermain kata-kata atau lip service soal kebijakan penggusuran. Faktanya kini Anies Baswedan melakukan penggusuran di kawasan Sunter.

Ia menyebut Anies tidak konsisten karena pernah menjanjikan tidak akan ada penggusuran saat masa pemerintahannya.

"Apa yang diucapkan saat kampanye itu hanya lip service untuk mendapatkan simpati masyarakat, maka Pak Anies sampaikan program itu, tidak menggusur. Tapi kan apa yang diucapkan tidak konsisten, faktanya hari ini Pak Anies melakukan penggusuran," kata Gembong Warsono seperti diberitakan Antara.

Gembong mengatakan Anies melakukan penggusuran di Sunter Agung, artinya Anies telah mengikuti jejak yang pernah dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama.

"Itu sebagaimana dikatakan Ahok, Ahok pernah mengatakan dalam debat kampanye dulu, bahwa untuk menata Jakarta, tidak mungkin tanpa penggusuran," kata Gembong.

Untuk menata Jakarta, kata Gembong, pihaknya menilai memang harus melakukan penggusuran.

"Pasti. Tidak ada cara lain untuk menata Jakarta. Mau tidak mau harus melakukan itu. Tapi apa yang dilakukan itu, penggusuran, kan kontradiktif dengan apa yang diucapkan," ujar Gembong.

Sekarang yang harus menjadi catatan Anies, lanjutnya, adalah memikirkan warga yang tergusur mendapatkan tempat yang layak.

"Pasti ingkar karena ada penggusuran. Tidak ada cara lain, sekarang Fraksi PDI Perjuangan mendorong yang tergusur mendapat tempat yang layak huni bagi mereka," tuturnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Utara dibantu 1.500 personel gabungan dari Kepolisian, Satpol PP dan PPSU melakukan penertiban bangunan di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kamis, 14 November 2019.

Penertiban tersebut berujung bentrok karena warga mempertahankan bangunan mereka yang sudah ditinggali selama puluhan tahun.

Dalam rekaman video dan berita-berita saat kampanye untuk Pilkada Jakarta pada 2017, Anies Baswedan dan pasangannya, Sandiaga Uno, tidak secara eksplisit menyampaikan akan melakukan penggusuran.

Pada masa itu Anies Baswedan mengatakan akan melakukan penataan dengan berbagai pertimbangan sesuai prosedur, sehingga ada kesan tidak akan ada penggusuran. 

Sementara Ahok pada masa kampanye terang-terangan akan melakukan penggusuran. Dalam debat kampanye disiarkan televisi, Ahok mengatakan tidak mau berbohong demi mendapatkan kekuasaan. []

Baca juga:

Berita terkait
Masyarakat Zaman Jokowi Happy Digusur, Ini Alasannya
Banyak warga masyarakat zaman Jokowi justru mengharapkan mengalami penggusuran. Mereka dengan senang hati digusur.
Berikan Harga Tinggi, Penggusuran Era Jokowi Lebih Manusiawi
Dana pembayaran tanah warga yang terpakai untuk alihfungsi jalan tol, telah dilunasi oleh Pemerintah Pusat.
Mendadak Jadi Miliarder Karena Gusuran
Achmad Wirawan dan Khunoah pada usia senja mendadak jadi miliarder karena rumah dan tanahnya mengalami penggusuran.
0
Kasus Pembobol Bank Sorong Terancam 12 Tahun Penjara
Enam terdakwa kasus dugaan kejahatan perbankkan di Bank BRI Cabang Sorong, Provinsi Papua Barat terancam 12 tahun penjara.