UNTUK INDONESIA
Cuaca Buruk, Pelayaran Banda Aceh - Sabang Terganggu
Akibat cuaca buruk sejumlah pelayaran kapal cepat dan kapal lambat terganggu di Pelabuhan Banda Aceh dan Sabang.
Calon penumpang membeli tiket kapal cepat Express Bahari di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Aceh, Minggu, 29 Desember 2019 sore. (Foto: Tagar/Muhammad Fadhil)

Banda Aceh - Cuaca buruk yang melanda perairan Banda Aceh dan Sabang sejak tiga hari terakhir mengakibatkan sejumlah pelayaran kapal cepat dan kapal lambat terganggu. Hari ini, satu trip kapal pelayaran dari Pelabuhan Ulee Lheue Kota Banda Aceh ke Pelabuhan Balohan Sabang atau sebaliknya gagal berangkat.

Kepala Subbagian Tata Usaha Pelabuhan Ulee Lheue, Sayed Syahrul menyebutkan, pelayaran untuk trip ketiga dari Pelabuhan Ulee Lheue atau sebaliknya terpaksa dihentikan pada Minggu, 23 Februari 2020. Ini dilakukan demi keselamatan penumpang karena cuaca buruk.

“Sehubungan cuaca di laut kurang baik bagi keselamatan pelayaran Ferry ASDP, untuk trip ke - lll baik dari Sabang maupun dari Banda Aceh hari ini Minggu 23 Februari 2020, ditiadakan atau stop operasi,” kata Sayed Syahrul saat dikonfirmasi Tagar, Minggu, 23 Februari 2020 malam.

Sayed menjelaskan, untuk hari ini trip kapal cepat hanya melayani satu kali penyeberangan dan kapal Roro melayani dua kali penyeberangan. Setelah itu, pelayaran dihentikan karena cuaca semakin memburuk.

Sehubungan cuaca di laut kurang baik bagi keselamatan pelayaran Ferry ASDP, untuk trip ke - lll baik dari Sabang maupun dari Banda Aceh hari ini Minggu 23 Februari 2020, ditiadakan atau stop operasi.

“Untuk hari ini trip kapal cepat 1x dan roro 2x trip. Selanjutnya off dikarnakan gelombang 2-4 meter dan angin, sehingga membahayakan penumpang,” ujarnya.

Akibat dari pembatalan pelayaran trip ketiga di Banda Aceh ke Sabang atau sebaliknya, para penumpang terpaksa harus menunda keberangkatan sampai cuaca di perairan Aceh membaik.

“Penumpang ada pak, karena tertunda keberangkatan, kalau cuacanya sudah bagus besok mereka berangkat,” ujar Sayed.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas 1 Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, tinggi gelompang peraian Sabang – Banda Aceh pada Minggu, 23 Februarri 2020 mencapai 2,5 meter sampai 4 meter.

Sedangkan untuk Senin, 24 Februari 2020, tinggi gelombang yaitu 1,2 meter sampai 2,5 meter dan Selasa, 25 Februari 2020 adalah 1,2 meter sampai 2,50 meter. []

Baca juga: 

Berita terkait
Kabur 9 Bulan, Buron Narkoba di Aceh Ditangkap
MA terlibat kasus narkoba kabur bersama empat tahanan lainnya pada Senin, 20 Mei 2019 dini hari.
Unik, Ini Cara Bikin Oleh-oleh dari Batu Akik Aceh
Yul Agusmar, 41 tahun, dikenal sebagai perajin cenderamata batu akik di Subulussalam Aceh.
Kades di Aceh Pakai Dana Desa Piknik ke Malaysia
Kepala Desa di Aceh pakai anggaran dana desa hingga ratusan juta untuk kepentingan pribadi.
0
Kata PKS, Presiden Jokowi Lemah dan Plin Plan
Pemerintahan Jokowi periode dua ini masih saja seperti dulu. Lemah dan plin plan. Terlihat saat wabah Covid-19 melanda negara ini. Kata orang PKS.