Covid-19 Varian Delta Menular Semudah Penularan Cacar Air

Virus corona varian Delta yang dapat menular “semudah cacar air” oleh orang-orang yang telah maupun tidak divaksinasi
Presiden AS, Joe Biden, memegang maskernya saat berbicara tentang laju vaksinasi Covid-19 di Amerika Serikat, di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, D.C., AS, 29 Juli 2021 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Evelyn Hockstein)

Jakarta – Menurut laporan yang dimuat di Harian Washington Post dan New York Times, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC - Centers for Disease Control and Prevention) AS hari Jumat, 30 Juli 2021, diperkirakan akan mengungkapkan kepada masyarakat sebuah dokumen internal kesehatan federal mengenai virus corona varian Delta yang dapat menular “semudah cacar air” oleh orang-orang yang telah maupun tidak divaksinasi.

Dokumen yang dilaporkan kedua surat kabar itu adalah presentasi slide yang didistribusikan kepada para pejabat CDC. Presentasi itu merinci berbagai kesulitan yang dihadapi badan itu dalam meyakinkan sebagian populasi untuk divaksinasi dan memakai masker.

Julian BoyceJulian Boyce, 14 tahun, menerima vaksinasi Pfizer COVID-19 pertamanya di NYC Health + Hospitals/Harlem, New York, Kamis, 13 Mei 2021 (Foto: voaindonesia.com - AP Photo/Richard Drew)

Presentasi itu mendesak para pejabat CDC untuk membuat pesan-pesan layanan masyarakat yang “menekankan vaksinasi sebagai pertahanan terbaik dalam menghadapi varian virus corona yang sangat menular sampai-sampai ini seperti virus baru yang berbeda, berpindah dari target ke target dengan lebih cepat daripada Ebola atau flu biasa.”

Dengan varian Delta virus corona yang menyebar cepat di berbagai penjuru negeri, Presiden AS, Joe Biden, telah mengumumkan bahwa pegawai sipil pemerintah federal harus divaksinasi atau melakukan tes rutin dan mengenakan masker.

“Setiap pegawai pemerintah federal akan diminta untuk membuktikan status vaksinasi mereka,” kata Biden, Kamis, 29 Juli 2021, dalam pidato dari Ruang Timur di Gedung Putih.

“Siapapun yang tidak menunjukkan bukti atau tidak divaksinasi akan diwajibkan untuk mengenakan masker, tak peduli di manapun mereka bekerja, dites satu atau dua kali sepekan untuk mengetahui apakah mereka telah terjangkit Covid-19, menerapkan social distancing, dan secara umum tidak akan diizinkan bepergian untuk bekerja.”

Pemerintah federal mempekerjakan lebih dari 4 juta warga Amerika, dua juta lebih di antaranya adalah pegawai sipil, kata Gedung Putih. Standar yang sama akan berlaku bagi kontraktor federal, lanjut Biden.

1. Filipina dan Jepang

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Jumat, 30 Juli 2021, mengumumkan lockdown di kawasan ibu kota, Manila, yang berpenduduk 13 juta orang. Langkah ini dimaksudkan untuk menghentikan penyebaran varian Delta virus corona. Lockdown akan berlaku mulai 6 Agustus hingga 20 Agustus 2021.

Kawasan-kawasan tetangga Tokyo ditetapkan dalam keadaan darurat mulai 2 Agustus hingga 31 Agustus 2021, menurut harian Jepang Asahi Shimbun. Tokyo, di mana Olimpiade sedang berlangsung, dan Okinawa telah ditetapkan dalam keadaan darurat karena penyebaran virus corona.

pejalan kaki di jepangPara pejalan kaki berjalan melintasi penyeberangan jalan yang ramai di dekat Stasiun Ueno, Tokyo, Jepang, 30 Juli 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Saitama, Chiba, Kanagawa dan Osaka adalah prefektur baru yang memberlakukan keadaan darurat itu. Prefektur Hokkaido, Ishikawa, Kyoto, Hyogo dan Fukuoka, juga Tokyo yang berdekatan, akan ditetapkan di bawah langkah-langkah pradarurat.

Berdasarkan keadaan darurat, bisnis dihentikan di lokasi-lokasi yang menyajikan minuman beralkohol atau memiliki karaoke. Pengusaha juga diminta untuk tidak menyajikan minuman beralkohol di bawah peraturan pradarurat.

Jepang telah melaporkan rekor jumlah kasus harian Covid-19, sementara negara itu menyelenggarakan Olimpiade di Tokyo.

pramusaji bar pakai masker di tokyoSeorang pramusaji restoran pakai masker di tengah pandemi Covid-19, menonton TV yang menyiarkan Olimpiade Tokyo 2020 di sebuah bar di Tokyo, Jepang, 29 Juli 2021 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Harian Asahi Shimbun, Kamis, 29 Juli 2021, malam, melaporkan bahwa Jepang mencatat lebih dari 10 ribu kasus harian virus corona, yang pertama kali bagi negara itu mencatat angka di atas 10 ribu. Tokyo mencatat 3.865 infeksi, melebihi angka sehari sebelumnya, 3.177, menurut harian itu.

Surat kabar itu juga melaporkan bahwa 24 orang yang terkait dengan Olimpiade dites positif terjangkit Covid-19, termasuk tiga atlet, membuat totalnya menjadi 193 orang.

2. Afrika dan Amerika Latin Tertinggal

Para pejabat Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) khawatir 47 dari 54 negara di Afrika tidak mencapai target memvaksinasi 10 persen populasi mereka pada bulan September. Ini adalah target yang ditetapkan awal tahun ini oleh Majelis Kesehatan Dunia, badan pembuat kebijakan kesehatan tertinggi dunia. Afrika mencatat kurang dari 1 persen dari 4 miliar dosis vaksin yang telah diberikan secara global.

Polisi disuntik vaksin Covid-19 di SowetoPolisi disuntik vaksin Covid-19 di Soweto, Afrika Selatan, 5 Juli 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Banyak negara Amerika Latin juga tertinggal. Kawasan ini, bersama dengan Karibia, mencatat 1,25 juta kematian terkait Covid-19 dan berjuang keras untuk mendapatkan vaksin yang diperlukan oleh negara-negara tersebut.

Sementara Argentina, Brasil dan Uruguay telah memvaksinasi sekitar 50 persen populasi mereka, sebagian besar lainnya baru memvaksinasi sekitar 30%, dengan Honduras, Guatemala dan Venezuela tertinggal dengan catatan kurang dari 10%.

AS mengirim jutaan dosis vaksin ke Amerika Selatan awal bulan ini sebagai bagian dari komitmen Biden untuk mengakhiri pandemi di seluruh dunia. Satu juta dosis vaksin Johnson & Johnson dikirim ke Bolivia, satu juta dosis vaksin Pfizer ke Paraguay hari Jumat, dan 1,5 juta dosis vaksin Moderna ke Guatemala, kata Gedung Putih.

Secara keseluruhan di dunia, baru 1,1% warga di negara-negara miskin yang menerima sedikitnya satu dosis vaksin.

Johns Hopkins Coronavirus Resource Center melaporkan 196.634.210 kasus Covid-19 di seluruh dunia pada Jumat, 30 Juli 2021, pagi (uh/ab)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Pakar Penyakit Menular Amerika Ingatkan Bahaya Varian Delta
Pakar penyakit menular terkemuka di Amerika, Dr Anthony Fauci, menyampaikan peringatan tentang lonjakan kasus virus corona di Amerika
Covid-19 Varian Delta Sudah Tercatat di 124 Wilayah di Dunia
WHO katakan Covid-19 varian Delta yang sangat menular diperkirakan akan jadi jenis virus yang dominan selama beberapa bulan ke depan
Varian Delta Meluas Kematian Covid-19 di Asia Tenggara Melonjak
Di negara Asia Tenggara lain, seperti Malaysia dan Myanmar, pasien Covid-19 melonjak dan sulit mendapat perawatan di rumah sakit
0
Covid-19 Varian Delta Menular Semudah Penularan Cacar Air
Virus corona varian Delta yang dapat menular “semudah cacar air” oleh orang-orang yang telah maupun tidak divaksinasi