UNTUK INDONESIA
Cerita PSK Aceh, Barter Layanan dengan Sabu-sabu
Transaksi barteran layanan seksual dengan sabu-sabu masih sangat menyebar luas di Aceh.
ilustrasi PSK Aceh. (Foto: Tagar/Fahzian Aldevan)

Lhokseumawe - Jarum jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB, disalah satu sudut kafe di Kota Lhokseumawe, Aceh tampak seorang gadis sedang duduk sambil memainkan gawainya. Bahkan sesekali dia meleparkan senyuman bagi setiap orang yang lewat di depannya.

Sebut saja namanya Bunga (bukan nama sebenarnya). Penampilannya tidak berbeda dengan gadis pada Aceh pada umumnya, malam itu ia mengenakan baju kaos yang kasual dan celana jeans yang sedikit ketat, serta tidak lupa memakai jilbab.

Biasanya kalau ingin barter dengan sabu, maka harus negosiasi dulu dengan pengedarnya. Apabila sudah cocok baru mulai ke tahap selanjutnya, kalau mau bawa barang sendiri ngak masalah juga.

Bunga bercerita, dirinya sudah lumayan lama mengelut profesi sebagai wanita panggilan bagi para lelaki berhidung belang. Untuk menaklukkan Bunga bukan hanya pakai rupiah, tapi bisa juga menggunakan dengan sepaket narkoba jenis sabu-sabu.

Transaksi barteran layanan seksual dengan sabu-sabu tersebut, juga bisa melalui pengedar langganannya. Jika ada pelanggan yang meminta dilayani dengan barteran sabu, maka si pengedar bernegosiasi terlebih dahulu.

“Biasanya kalau ingin barter dengan sabu, maka harus negosiasi dulu dengan pengedarnya. Apabila sudah cocok baru mulai ke tahap selanjutnya, kalau mau bawa barang sendiri ngak masalah juga,” ujar Bunga kepada Tagar.

Menurutnya, bercinta di bawah pengaruh narkoba yang berbentuk butiran kristal itu, memiliki kenikmatan tersendiri, karena bisa mencapai klimaks dalam rentang waktu yang lama. Akan tetapi di saat dirinya sedang tidak punya uang, maka ia tetap meminta kepada setiap pria yang menggunakan jasanya itu.

Baca juga: 

Pelanggan-pelanggannya lebih banyak yang berkantong tebal, memang sudah paham benar dan tahu di mana tempat yang aman untuk bercinta di bawah pengaruh sabu. Menghisap dan menelan asap dari bong yang telah dibuat sedemikian rupa, menjadi ritual awal sebelum melakukan hubungan terlarang itu.

Bunga terjun ke dalam dunia hitam tersebut, diakibatkan karena himpitan ekonomi. Sementara Bunga begitub ingin berpenampilan glamor, serta bergaya hidup hedonisme dalam kehidupannya sehari-hari. Awalnya Bunga terpaksa melakukan itu, namun lama-kelamaan ia begitu menikmatinya.

Fenomena bisnis prostitusi di Kota Lhokseumawe mulai mewarnai dan begitu rapi permainannya. []

Berita terkait
Warga Aceh Singkil Dilarang Bikin Hiburan Malam
Masyarakat Aceh Singkil dilarang menyelenggarakan hiburan saat malam, kecuali pemerintah, partai politik dibolehkan hingga pukul 24.00 WIB.
Ada Kondom, Kompak Janda dan Duda Pesta Sabu di Aceh
Kompak, polisi menangkap sepasang kekasih yang berstatus janda dan duda di Aceh yang sedang asyik mengisap sabu.
Kasus Asusila, Pesantren di Lhokseumawe Dibekukan
Pemko Lhokseumawe bekukan pesantren yang pimpinannya tersandung kasus pencabulan hingga waktu yang tidak di tentukan.
0
Cara Mengajarkan Anak Usia Dini Berpuasa
orang tua perlu memperkenalkan dan mengajari anak agar terbiasa menjalankan ibadah puasa di usia dini.