UNTUK INDONESIA
Cash is King, Strategi LUCK Hadapi Pandemi Covid-19
PT Sentral Mitra Informatik Tbk (LUCK) membukukan pertumbuhan pendapatan di masa pandemi Covid-19.
Ilustrasi di sebuah galeri bursa saham. PT Sentral Mitra Informatika Tbk atau LUCK membukukan pertumbuhan pendapatan di masa pandemi Covid-19. (Foto: BBC News).

Jakarta- PT Sentral Mitra Informatika Tbk dengan kode emiten LUCK, perusahaan penyedia solusi percetakan dan dokumen serta penjualan produk teknologi informasi, membukukan pertumbuhan pendapatan di masa pandemi Covid-19. Hal ini seiring dengan perubahan masyarakat mengoptimalkan teknologi informasi (TI) untuk menyokong aktivitas reguler di masa pandemi ini. 

“Pandemi Covid-19 relatif tidak berdampak negatif terhadap laju omset, kami justru mengalami peningkatan penjualan sebesar 30% karena pandemi ini berbanding lurus dengan peningkatan penggunaan teknologi informasi oleh konsumen,” ujar Direktur Utama PT Sentral Media Informatika Tbk, Josephine Handayani Hidajat di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020.

Current ratio berada pada posisi 400% sehingga perseroan sangat likuid dan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent) dalam mengelola keuangan.

Baca Juga: Sebab di Balik Jouska Beli Saham LUCK Potential Loss 

Josephine juga mengungkapkan perfoma positif LUCK lainnya disokong arus kas dari operasional perusahaan yang dalam kondisi positif. Maksudnya,  perseroan mampu membiayai operasional tanpa harus berutang ke pihak ketiga sehingga perseroan tidak dibebani kewajiban bunga dan biaya operasional terjaga dengan baik serta lebih kompetitif dibandingkan perusahaan sejenis. Alhasil, arus kas perseroan mudah mengalir sehingga menunjang manajemen untuk mengimplementasikan kebijakan strategis dan pemasaran yang lincah (agile) di masa pandemi ini. 

Current ratio berada pada posisi 400% sehingga perseroan sangat likuid dan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent) dalam mengelola keuangan serta kepercayaan vendor kepada kami kian meningkat serta cost of fund kami lebih rendah sehingga harga jual lebih kompetitif,” tutur Josephine.

Dampaknya, menurut Josephine, perseroan mudah berdaptasi dalam mengimplementasikan strategi pemasaran di fase pembatasan sosial berskala besar hingga kenormalan baru (new normal). Produktivitas para pegawai LUCK pun tetap stabil meski tiga hari bekerja di rumah (work from home) dan bekerja di kantor selama dua  hari dalam sepekan. 

Kami mengembangkan bisnis e-commerce, B2G, B2B, pemesanan online serta support dan monitoring online konsumen.

Sebagai perusahaan penyedia jasa solusi TI,  manajemen dan karyawan LUCK sudah terbiasa menggunakan teknologi untuk menunjang pekerjaan sehingga perseroan mudah beradaptasi dan bergerak lincah menggarap peluang bisnis di masa pandemi ini. “Kami gencar melakukan webinar (web seminar) ke pelanggan-pelanggan untuk menerapkan teknologi dalam menghadapi pandemi, seperti penggunaan sistem printing yang bisa diakses dari luar kantor tapi tetap terjamin keamanannya dan tanpa harus investasi tambahan untuk mesin di rumah,” ucap Josephine.

Kemudian, LUCK rutin mengedukasi konsumen dalam memantau kinerja karyawan yang menggunakan piranti lunak (software) Employee Self Service. Pencapaian lainnya, tenaga penjual LUCK di masa pandemi ini berhasil menorehkan pertumbuhan penjualan system touchless untuk absensi dan pengukuran suhu tanpa thermometer manual dan teknologi multi-media dan perangkat komputer untuk menunjang pekerjaan dari rumah.

Selanjutnya, perseroan melihat celah bisnis lainnya seiring pengembangan bisnis LUCK di toko dalam jaringan (daring) seperti di platform e-commerce yang memudahkan konsumen institusi serta ritel untuk memesan produk dan solusi TI terintegrasi. Skema penjualan LUCK di toko daring ini antara lain business to government (B2G) dan business to bussiness (B2B). “Kami mengembangkan bisnis e-commerce, B2G, B2B, pemesanan online serta support dan monitoring online konsumen,” ucap Josephine menambahkan.

Sebagai perusahaan di industri teknologi informasi, LUCK berpandangan pandemi ini memicu peluang bisnis lantaran masyarakat sangat cepat bermigrasi dari platform konvesional ke digital. Perubahan perilaku masyarakat ini, menurut Josephine, diantaranya tercermin dari perubahan korporasi swasta, BUMN, dan instansti pemerintah yang menerapkan kebijakan bekerja dari rumah, institusi pendidikan menerapkan sekolah dalam jaringan (online).

Untuk itu, LUCK merespons kebutuhan konsumen dengan mengembangkan beberapa produk berteknologi termutakhir untuk korporat, yaitu absensi secara online, face recognition, dan perangkat global positioning system (GPS). “Kami juga bekerja sama dengan Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk pengadaan alat-alat TI untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Dan, kami juga menawarkan berbagai solusi untuk perusahaan-perusahaan dan institusi pendidikan,” ucap Josephine.

Berpijak dari pertumbuhan omset dan pemasaran terpadu itu, Josephine optimistis pendapatan perseroan hingga akhir tahun ini tumbuh sebesar dua digit. “Pendapatan di tahun 2020 ini ditargetkan naik sebesar 30%, kami optimistis karena berhasil mencapai pertumbuhan omset dan laba bersih di semester I tahun ini,” tutur Josephine. 

Meskipun pandemi Covid-19, LUCK berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 30% pada semester I/2020 dibandingkan periode sama tahun lalau dari Rp 48,3 miliar menjadi Rp 62,8 milia. Pada periode yang sama, perseroan juga berhasil mencetak laba bersih senilai Rp 4,3 miliar atau naik 12% dari Rp 3,7 miliar.

LUCK, yang mencatatkan saham perdana alias IPO pada November 2018, pada Mei 2020 mengumumkan pembagian dividen tahun buku fiskal 2019, yakni sebesar Rp 5 per lembar saham. Oleh karena itu. perseroan merupakan 1 dari 112 emiten yang IPO sejak tahun 2018 hingga 2019 yang membagikan dividen. Dengan demikian, LUCK adalah salah satu dari 15 emiten yang membagikan dividen dan melangsungkan IPO di rentang waktu tersebut. 

Simak Pula: Trik Hindari Jebakan Advisor dengan Investasi Bodong

Josephine merincikan LUCK pada saat IPO pada November 2018, mencatatkan ekuitas sebesar Rp 72,59 miliar. Pada posisi Per Juni 2020, setelah pembagian dividen, kekayaan bersih pemegang saham meningkat 1,85 kali, yang dalam kurun waktu dua  tahun meningkat menjadi Rp 134,66 miliar. []


Berita terkait
Sebab di Balik Jouska Beli Saham LUCK Potential Loss
Alasan PT Jouska Finansial Indonesia (Jouska ID) memilih untuk membeli saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) kini terungkap.
Covid-19 Mengerikan, IHSG dan Bursa ASEAN Merah Lagi
Baru sehari bursa saham di Asia menikmati tren positif dengan indeks yang menghijau, hari ini kembali terjungkal.
Bursa Saham Asia Melemah Imbas Covid-19 Gelombang 2
Bursa saham Asia melemah pada perdagangan awal pekan, Senin, 15 Juni 2020 dipicu kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 gelombang kedua.
0
Stok Gas LPG 3 Kilogram Tersisa 6,5 Juta Tabung di Sumbar
Stok gas LPG ukuran tiga kilogram di Sumatera Barat (Sumbar) tersisa 6,5 juta tabung hingga akhir tahun 2020.