Bursa Saham Asia Melemah Imbas Covid-19 Gelombang 2

Bursa saham Asia melemah pada perdagangan awal pekan, Senin, 15 Juni 2020 dipicu kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 gelombang kedua.
Seorang pelaku bursa tengah melihat pergerakan saham di Bursa Saham Shanghai. Penyebaran virus corona berimbas terhadap bursa saham di China yang mengalami penurunan tajam. (Foto: BBC News).

Data ekonomi China yang mengecewakan semakin membebani sentimen negatif pasar saham di Asia

Jakarta - Bursa saham Asia melemah pada perdagangan awal pekan, Senin, 15 Juni 2020 dipicu kekhawatiran lonjakan kasus infeksi virus corona Covid-19 gelombang kedua. Banyak investor yang mengalihkan dananya ke aset safe haven atau set investasi yang mempunyai tingkat risiko rendah, ketika terjadi lonjakan kasus infeksi gelombang kedua di Beijing.

Sementara data ekonomi China yang mengecewakan semakin membebani sentimen negatif pasar saham di Asia. Indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International) untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,3%.

Baca Juga: Baru Dibuka Bursa Asia Sudah Tertekan, Ini Pemicunya 

Indeks saham di Bursa Australia melemah 0,1%. Begitu pula dengan indeks KOSPI di Korea Selatan terkoreksi 0,3% dan. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,7%. Seperti diberitakan dari Reuters, Senin, 15 Juni 2020, bursa saham di China dibuka di zona merah dengan indeks CSI300 bluechip (saham unggulan) turun 0,1%.

Sentimen negatif di perdagangan awal pekan ini mengikuti reli kuat di ekuitas global sejak akhir Maret. Hal ini dipicu oleh bank sentral dan stimulus fiskal serta optimisme ketika negara-negara secara bertahap mencabut pembatasan yang diberlakukan untuk mengekang penyebaran virus Covid-19.

“Setiap wabah baru akan dipandang sangat, sangat hati-hati oleh investor. Pasar menempatkan perspektif bahwa masalah Covid-19 belum terselesaikan. Ini adalah pengecekan realitas, "kata James McGlew, analis di pialang saham Argonaut.

Ilustrasi BursaIlustrasi di sebuah galeri bursa saham. Indek saham di bursa ASEAN diperkirakan melemah pasca Presiden AS, Donald Trump mengumumkan penundaan perjalanan dari negara-negara Eropa untuk menekan penyebaran virus corona. (Foto: BBC News).

McGlew mengharapkan koreksi lebih lanjut. "Karena pasar mengukur apa yang ada di depan kita," ucapnya.

Prospek Wall Street, Amerika Serikat juga suram karena inddeks S&P 500 turun ,1% di awal perdagangan bursa Asia. Sentimen negatif terjadi setelah Tiongkok mencatat lusinan kasus Covid-19 baru dalam beberapa hari terakhir, semua terkait dengan pasar makanan grosir utama. Pihak berwenang telah menutup pusat pasar dan mengunci distrik perumahan di dekatnya.

Investor juga mengkhawatirkan lonjakan kasus di Amerika Serikat di mana lebih dari 25.000 kasus baru dilaporkan pada hari Sabtu, 13 Juni 2020. Kasus coronavirus di seluruh dunia telah melampaui 7,86 juta dengan 430.501 kematian, menurut penghitungan Reuters.

Data ekonomi China tidak banyak mengangkat sentimen positif. Output industri Tiongkok naik 4,4% pada Mei dibandingkan tahun, lebih rendah dari perkiraan analis sebelumnya 5,0%. Sementara penjualan ritel turun 2,8% lebih besar dari perkiraan, sebagai tanda permintaan domestik yang lemah.

Baca JugaBursa Asia Menghijau, IHSG Menguat 2,38 Persen

Analis Morgan Stanley dalam sebuah catatan menyebutkan, pihaknya berasumsi bahwa setiap gelombang kedua Covid-19 cenderung lebih mudah dikelola daripada yang pertama, ada pengalaman mengantisipasi sebelumnya. "Pelonggaran kebijakan juga akan membantu bursa saham Asia (tidak termasuk Jepang) bangkit kembali dengan lebih baik," ucapnya. []

Berita terkait
Pasca Terjun Bebas, IHSG dan Bursa Asia Naik Lagi
Setelah terjun bebas pada hari-hari sebelumnya, bursa saham di kawasan Asia Tenggara pada penutupan perdagangan, Selasakembali rebound.
Baru Dibuka Bursa Asia Sudah Tertekan, Ini Pemicunya
Memasuki sesi pagi pembukaan perdagangan di bursa saham Asia diwarnai dengan pelemahan sejumlah indeks.
Bursa Asia Menghijau, IHSG Menguat 2,38 Persen
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan Rabu, 4 Maret 2020 menguat di atas dua persen.
0
Sempat Diterpa Badai Seroja, Mensos Targetkan Pemulihan NTT Juni 2021
Menteri Sosial Tri Rismaharini, menargetkan dana bantuan sosial untuk pemulihan NTT yang terkena Badai Seroja dapat disalurkan Juni ini.