Cara Seniman Melawan Covid-19 di Yogyakarta

Seniman memilih tidak berekspresi saat pandemi Corona. Namun jiwa seninya tetap ada, seperti yang ditunjukkan pematung Yusman di Yogyakarta.
Patung Raden Ajeng Kartini karya seniman Yusman dan Miss Earth Air Indonesia 2019, Anindita di Kepatihan Yogyakarta pada Rabu 22 April 2020.(Foto: Ist/TagarHidayat)

Yogyakarta - Para seniman memilih tak berekspresi pada masa pandemi Covid-19 yang sedang dialami di Indonesia. Namun jiwa seninya tetap ada seperti yang terlihat dari sosok Yusman ini.

Yusman yang merupakan seorang seniman patung menggelar mini pameran Patung Raden Ajeng Kartini di Kepatihan Yogyakarta. Patung berukuran cukup besar dengan bahan perunggu itu diharapkan dapat membangkitkan kembali semangat para seniman pasca pendemi nanti.

Yusman mengatakan pameran kali ini hanya memajang satu buah patung saja sebagai simbolis peringatan Hari Kartini di Yogyakarta. “Sebenarnya pameran ini adalah awalan dari rencana pameran patung dan relief Perjuangan Yogyakarta memperingati sewindu UU Keistimewaan Yogyakarta pada Agustus 2020,” ujar Yusman di Kepatihan Rabu 22 April 2020.

Yusman mengatakan peluncurkan mini pameran patung RA Kartini pada saat pandemi Corona melanda Yogyakarta tetap sesuai dengan standar protokol Covid-19. Yakni hanya segelintir tamu undangan saja yang menghadirinya.

Kami tahu ini sedang Corona, oleh karenanya hanya mengundang sedikit tamu saja sebagai simbolis penyerahan kepada pihak Panirdya.

Seperti Panirdya Pati Kaistimewan Beni Suharsono, Ketua Komunitas Peduli Pariwisata Indonesia (KPPI) Tazbir Abdullah dan Cendikiawan muda Parama Suteja. Selain itu para undangan juga diwajibkan memakai masker dan mencuci tangan sebelum masuk.

“Kami tahu ini sedang Corona, oleh karenanya hanya mengundang sedikit tamu saja sebagai simbolis penyerahan kepada pihak Panirdya. Kami juga tetap memberlakukan physical distancing,” ucapnya.

Yusman berharap kegiatan ini dapat membangkitkan kembali semangat para seniman pasca pendemi. “Pandemi ini para seniman lebih memilih tidak berekspresi namun kami tidak kehilangan jiwa berseni. Mudah-mudah kawan-kawan seniman terhindar dari virus Corona yang melanda dunia saat ini,” katanya.

Parama Pradana Suteja dan Miss Earth Air Indonesia 2019

Dalam launching itu turut hadir Parama Pradana Suteja, 24 tahun, yang sempat membuat heboh publik belakangan terakhir lantaran diterima di 11 universitas ternama di Amerika Serikat (AS).

Pradana menyambangi Yogyakarta bersama Anindita Pradana Suteja yang merupakan Miss Earth Air Indonesia 2019. Keduanya hadir memberi semangat generasi muda melawan wabah Covid-19.

patung Kartini di YogyakartaSeniman Yusman memajang karyanya, Patung Raden Ajeng Kartini di Kepatihan Yogyakarta didampingi Miss Earth Air Indonesia 2019, Anindita pada Rabu 22 April 2020. (Foto: Ist/Tagar/Hidayat)

Pradana, pemuda asal Solo, Jawa Tengah itu diketahui diterima seleksi di sejumlah unversitas ternama dunia seperti Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Yale University, Princeton University, University of Pennsylvania, hingga Columbia University. Namun akhirnya ia memutuskan mengambil beasiswanya untuk belajar di Harvard University.

Pradana mengatakan adanya pandemi Covid-19 ini membuat jadwalnya untuk berangkat ke Harvard melanjutkan pendidikannya sebagai master arsitek harus tertunda. Ia mendapatkan beasiswa penuh sekaligus biaya hidup dengan nilai Rp 2,9 miliar. “Seharusnya Agustus ini berangkat ke Harvard. Tapi mundur, menyesuaikan kondisi,” katanya.

Pradana mengaku sebelum menerima tawaran melanjutkan akademik ke Harvard ini dirinya telah menolak sekitar 10 kampus yang akan memberikannya beasiswa dengan total sebesar Rp 12 miliar.

Pradana mengatakan karena mundurnya jadwal keberangkatannya, dirinya memilih mengisi waktu senggang dengan kegiatan yang bersifat sosial. Salah satunya yakni bersama dengan Komunitas Peduli Pariwisata Indonesia (KPPI) membantu menghadapi pandemi Corona.

Salah satu agenda yang sudah terjadwal yakni pameran bertajuk City Rebranding. Kegiatan tersebut nantinya juga akan mengikutsertakan pematung Yusman dengan salah satu karyanya berupa patung RA Kartini yang dipasang di Pracimosono Kepatihan Yogyakarta. “Saya ingin membantu dengan apa yang saya bisa,” kata dia.

Sementara, Anindita yang merupakan Miss Earth Air Indonesia 2019 mengatakan generasi muda harus ekstra bersemangat menjalani hidup sembari tetap menaati anjuran pemerintah dalam memerangi wabah Covid-19 ini. "Banyak hal kreatif yang bisa menjadi inspirasi bagi sekitar dan membawa semangat optimisme di masa ini. Ayo menjadi penyebar semangat bagi yang lain," pungkasnya. []

Baca Juga:


Berita terkait
12 Penularan Lokal Covid-19 di Yogyakarta
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ungkap ada 12 penularan lokal Covid-19 di Yogyakarta. Sudah layakkah Yogyakarta mengajukan PPSB?
Pemudik Zona Merah ke Yogyakarta Diminta Putar Balik
Pemda DIY bakal menerapkan aturan tegas soal larangan mudik. Warga yang datang dari zona merah diminta putar balik.
Catatan PKS soal Penanganan Covid-19 di Yogyakarta
DPW PKS DIY menyoroti penanganan pandemi Covid-19 di Yogyakarta. Salah satunya meminta Pemda DIY harus lebih serius lagi menanganinya.
0
Mengenal Efek Samping Kebanyakan Minuman Berenergi
Mengenal efek samping minuman berenergi yang di dalamnya terdapat kafein dan lebih banyak gula serta bahan lainnya jika dikonsumsi terlalu banyak.