UNTUK INDONESIA
Calon Pengantin Pria Kabur, Gadis Dairi Ini Batal Menikah
Kamis, 22 Oktober 2020, seyogianya dilangsungkan pemberkatan pernikahan sekaligus pesta adat Dedi Sitohang dan kekasih hatinya di Kabupaten Dairi.
Sekaligus mengantarkan LN karena pernikahan batal, pihak keluarga Dedi Sitohang memberikan parsianggir dan napuran naniatup di rumah orang tua LN di Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, Kamis, 22 Oktober 2020 (Foto: Tagar/Istimewa)

Dairi - Hari ini pada Kamis, 22 Oktober 2020, seyogianya akan dilangsungkan acara tarpasu-pasu (pemberkatan pernikahan) sekaligus pesta adat Dedi Sitohang, 21 tahun, dengan kekasih hatinya LN, 20 tahun, gadis asal Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Sesuai rencana, pemberkatan dilaksanakan di gereja HKBP Dolok Tapian Nauli, Resor Jumaramba, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi. Pada Minggu, 4 Oktober 2020, pasangan itu sudah melaksanakan martumpol (pranikah) di gereja itu juga.

Tidak jelas apa alasannya, Dedi kabur meninggalkan rumah oppungnya (nenek), tempat dia tinggal di Lumban Simbolon, Desa Dolok Tolong, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi sejak Senin, 12 Oktober 2020.

Karena hingga hari H acara pelaksanaan pemberkatan pernikahan Dedi tidak kembali, sebagai bentuk tanggung jawab, keluarga Dedi pun mengantarkan LN kembali kepada orang tuanya di Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi pada Kamis, 22 Oktober 2020.

Pantauan Tagar, digelar pembicaraan adat antara keluarga Dedi dan LN dimediasi natua-tua ni huta (pengetua kampung) dan pemerintah setempat. 

Diambil keputusan bahwa LN dikembalikan kepada keluarganya.

Pihak marga Sitohang tidak akan menuntut bilamana LN marrokkap (menjalin kasih dan menikah) dengan orang lain.

Sementara Dedi akan tetap dicari. Untuk tindakan terhadapnya dibahas kemudian. 

Baca juga: 3 Hari Jelang Pernikahan, Calon Pengantin Pria di Dairi Kabur

Setelah dimediasi natua-tua ni huta, pihak marga Sitohang pun memberikan parsianggir (uang) dan napuran naniatup (daun sirih), dengan pengertian untuk menangkal sial bagi LN dan keluarganya. Disebut uang tersebut bukan istilah denda.

Tapi begitulah adanya, datang sial. Apa boleh buat, walau hanya untuk membeli sebuah jeruk purut yang dapat kami berikan

“Dang na mardangdang. Jala dang na si jalo dangdang marga Nainggolan. Alai nga songoni haroa, ro sial. Boha ma baenon, tung holan parsianggir sada pe naboi hupasahat hami tu boru muna, ba lasma roha ni raja i (Bukan istilah denda. Dan juga marga Nainggolan bukan menerima denda. Tapi begitulah adanya, datang sial. Apa boleh buat, walau hanya untuk membeli sebuah jeruk purut yang dapat kami berikan, kiranya pihak keluarga berkenan),” kata parhata atau juru bicara marga Sitohang kepada pihak keluarga LN.

Pengantian Pria di DairiDedi Sitohang, 21 tahun, warga Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Kabur menjelang pernikahannya. (Foto: Tagar/Ist)

“Alai i ma haroa. Dang boi sakkap ni roha. Dang marrokkap haroa halakon. Nga ro be sial, tung holan manuhor sada anggir pe natarbaen hami, padao sial sian pamatangna tu joloan on, ba lasma rohani raja i (Begitulah adanya. Tidak sesuai dengan rencana. Mungkin mereka tidak berjodoh. Sudah sial, walau hanya membeli sebuah jeruk purut pun yang bisa kami berikan, menangkal sial dari badannya, kiranya berkenan),” ujarnya lagi.

Diutarakan, pihak marga Sitohang terpaksa mengambil langkah atas peristiwa yang tidak lazim itu, karena keadaan terpaksa. 

Orang tua Dedi sudah tiada. Ayahnya telah meninggal, ibunya menikah lagi. Dedi dibesarkan oppungnya.

Baca juga: Cerita Duka di Balik Kaburnya Calon Pengantin Pria di Dairi

“Santabi, hu etong do penghinaan ni marga Sitohang on. Alai nga mate bapana, muli omakna. Oppung na do pagodang-godang hon on. Jala nga pikun, nga sandok matua. Ikkon hami nama na mangulahon (Mohon maaf. Kami merasa telah menghina. Tapi ayahnya sudah meninggal. Ibunya kawin lagi. Neneknya yang membesarkan dia. Sudah pikun, tua. Terpaksa kami yang melakukan ini),” ujar parhata itu.

“Balga do pamangan nami mandok sidohonon nami. Alai ala manunda ianakhon nami, songon dia pe pandok ni raja i, ikkon jaloon nami. Sotung manginona i tu hami akka natoras na. Sae ma i. Songon di ape akka jalur-jalur, dang sipangorai hami, rade do hami, denggan do anak molo manunda ajaron (Kami merasa sangat malu mengungkapkan kata-kata. Tapi anak kami berulah, apapun ucapan, harus kami terima. Janganlah kiranya itu berimbas kepada kami para orang tuanya. Apapun jalur yang akan ditempuh, kami tidak melarang, memang sebaiknya anak yang berulah diberi pelajaran),” tutur parhata Sitohang.

Sebagaimana diketahui, Dedi Sitohang kabur meninggalkan kekasihnya LN. 

Awalnya, LN diluahon (dijemput, salah satu tahapan adat perkawinan pada suku Batak) Dedi dengan baik. Acara martumpol atau pranikah pun telah dilaksanakan di gereja.

Selama diluahon, LN tinggal di rumah pengurus gereja. Namun menjelang pemberkatan pernikahan, Dedi kabur. 

Hingga kini tidak jelas di mana keberadaannya. LN pun dikembalikan kepada keluarganya.[]

PEN

Berita terkait
Begini Cara Partai Golkar Dairi Merayakan HUT Ke - 56
Partai Golkar Kabupaten Dairi melakukan bakti sosial ke Panti Asuhan Perpulungen Sidikalang.
18 Satwa Dilindungi Dilepaskan ke Taman Wisata Alam Dairi
Belasan ekor satwa dilindungi dilepaskan BBKSDA Sumatera Utara ke Taman Wisata Alam Danau Sicike-cike, Kabupaten Dairi.
Dugaan Korupsi CSR Inalum Melibatkan Istri Bupati Dairi
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut masih terus memproses kasus dugaan korupsi yang melibatkan istri Bupati Dairi.
0
Calon Pengantin Pria Kabur, Gadis Dairi Ini Batal Menikah
Kamis, 22 Oktober 2020, seyogianya dilangsungkan pemberkatan pernikahan sekaligus pesta adat Dedi Sitohang dan kekasih hatinya di Kabupaten Dairi.