UNTUK INDONESIA
Bupati Aceh Singkil Didesak Copot Kadis Dikbud
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Singkil, Aceh diminta untuk segera diganti.
Mahasiswa Staisar Aceh Singkil dari kanan Fuad Al Amin dan Abdul Haris Syahputra foto bersama Bupati Aceh Singkil tatap muka Rabu 22 Januari 2020. (Foto: Tagar/Khairuman)

Singkil - Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Syeikh Abdurrauf (Staisar) mendesak Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid agar segera mencopot Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kabupaten setempat karena dinilai gagal membawa Aceh Singkil dari keterpurukan pendidikan.

"Kami meminta Bupati Aceh Singkil Dulmusrid untuk mencopot Kepala Disdikbud Aceh Singkil Yusfit Helmi, Karena dinilai gagal membawa Aceh Singkil dari ketepurukan Pendidikan, dan tidak sejalan dengan visi misi pemerintah saat ini," kata Fuad Al Amin, Mahasiswa Staisar kepada Tagar, Rabu, 22 Januari 2020.

Fuad Al Amin bersama rekannya Abdul Haris Syhaputra, mengatakan mahasiswa Staisar yang peduli terhadap Kabupaten Aceh Singkil dalam berbagai perkembangan dan kemajuan serta kemaslahatan, menilai pendidikan di Aceh Singkil sangat memprihatinkan beberapa tahun terakhir.

Dikatakannya, setiap tahun Aceh Singkil selalu jauh ketinggalan dalam hasil ujian nasional, begitu juga yang lainnya dalam bidang pendidikan kita, selalu ketinggalan dengan daerah lainnya, kami tidak ingin generasi berikutnya merasakan seperti yang kami rasakan saat ini.

Pemerintah tidak boleh lalai, tidak boleh tutup mata, tutup telinga melihat pendidikan yang ada di Aceh Singkil.

Kami menilai ada sesuatu yang perlu dibenahi oleh Pemerintah Aceh Singkil khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan perlu di evaluasi.

"Demi kemajuan Pendidikan di Aceh Singkil Pemerintah tidak boleh lalai, tidak boleh tutup mata, tutup telinga melihat pendidikan yang ada di Aceh Singkil," katanya.

Menurut Fuad, pihaknya telah menemukan beberapa ulasan hasil dari temuaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Aceh, di mana hasil temuan tersebut ialah pembayaran biaya non personil perencanaan dan pengawasan sebesar Rp 301.618.000,00, tahun anggaran 2017.

Selanjutnya, hasil dari temuan BPK Republik Indonesia Perwakilan Aceh, di mana hasil temuan tersebut ialah pengelolaan hibah berupa bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) sebesar Rp 6.843.175.812,00, tahun 2017.

Ini hanya sebagai bukti contoh yang kami sampaikan kepada publik, masih ada temuan yang lainnya yang lebih dasyatnya di Disdikbud Aceh Singkil, sehingga Kepala Disdikbud sangat layak dicopot.

Namum, ujarnya jika Bupati Aceh Singkil tidak mengindahkan tuntutan kami, maka kami akan datang kembali dengan teman-teman lebih banyak lagi, untuk menindak lanjuti hasil temuaan BPK RI Perwakilan Aceh masih banyak lagi di tahun-tahun sebelumnya.

Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid terkait rotasi pergantian kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Singkil ia menyebutkan tinggal menunggu waktu yang tepat.

"Dalam hal ini, biarkan bergulir secara berkalah, karena dalam waktu dekat ini, jabatan Kadisdikbud akan segera diganti," ujarnya.[]

Berita terkait
110 Leptop Dipersiapkan Untuk CPNS Aceh Singkil
1.604 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Aceh Singkil akan mengikuti pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD).
50 Tahun Lagi, Pesisir Banda Aceh Tenggelam
Hasil penelitian Tim Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala, 3 persen luas Kota Banda Aceh akan tenggelam.
Gempa 4,5 SR Guncang Simeulue Aceh
Gempa berkekuatan 4,5 skala richter (SR) mengguncang Kabupaten Simeulue, Aceh pada Rabu, 22 Januari 2020 sekira pukul 10.58 WIB.
0
WHO: Dunia Harus Siap Hadapi Pandemi Virus Corona
WHO mengingatkan dunia harus berbuat lebih banyak untuk mempersiapkan kemungkinan virus corona jenis COVID-19 menjadi pandemi.