UNTUK INDONESIA
Bupati Aceh Besar Minta Warga Tak Tutup Jalan Desa
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali mengimbau warganya untuk tidak lagi menutup akses jalan masuk ke desa-desa, dan mengusir para tamu yang datang.
Bupati Aceh Besar Mawardi Ali usai menghadiri Kegiatan Program Aceh Besar Sejahtera di Hotel Permata Hati, Banda Aceh, Selasa 13/2 (Tagarnews/Fahzian Aldevan)

Aceh Besar - Dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19), beberapa desa di Kabupaten Aceh Besar, Aceh mulai menutup jalan akses masuk desa mereka.

Tak hanya itu, kebanyakan masyarakat juga sudah mulai melakukan kegiatan jaga malam di pos-pos kamling atau di tempat yang sudah ditentukan di desa masing-masing.

Penutupan akses jalan itu mulai diterapkan warga setelah keluarnya maklumat atau imbauan dari Forkopimda Aceh terkait pemberlakuan jam malam sejak 29 Maret 2020 lalu.

Tidak perlu diusir, ditutup jalan, tidak perlu, jalan-jalan desa tetap dibuka. Masyarakat tidak boleh terintimidasi, masyarakat harus hidup dengan nyaman.

Terkait hal itu, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali mengimbau warganya untuk tidak lagi menutup akses jalan masuk ke desa-desa, dan mengusir para tamu yang datang.

Karena itu, dirinya meminta supaya jalan-jalan di desa tetap dibuka, sehingga masyarakat lainnya tidak terganggu, dan tetap beraktivitas dengan nyaman.

"Tidak perlu diusir, ditutup jalan, tidak perlu, jalan-jalan desa tetap dibuka. Masyarakat tidak boleh terintimidasi, masyarakat harus hidup dengan nyaman," ucap Mawardi Ali kepada wartawan, Kamis, 2 April 2020.

Kemudian, kata Mawardi, ketika ada orang baru yang datang, tidak harus dihalangi, cukup melaporkan ke pihak kecamatan, polsek, untuk kemudian dilaporkan ke Puskesmas guna pemeriksaan kesehatan.

"Misalnya ada pendatang baru, silahkan lapor ke Camat, Kapolsek, mereka akan lapor ke Puskesmas kemudian ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP)," katanya.

Penutupan Jalan di AcehSeorang warga sedang melintas di depan jalan yang ditutup warga untuk mencegah virus corona di kawasan Cot Irie, Kecamatan Krung Barona Jaya, Aceh Besar. (Foto: Tagar/Fahzian Aldevan)

Selain itu, Mawardi Ali juga meminta masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan jaga malam lagi, sehingga mengundang keramaian, apalagi jika dibuat acara masak-masak kambing.

"Desa-desa tidak perlu jaga malam, ini bisa membuat yang jaga terpapar corona. Saya sudah mendengar beberapa desa sudah ada potong-potong kambing, ayam berkumpul-kumpul dengan jaga malam, itu tidak perlu," ujar Mawardi.

Mawardi mengingatkan, virus corona itu bukan musuh nyata dan terlihat, karena itu ia meminta warga tetap berada di rumah, jaga diri sendiri, tetap jaga jarak, bukan malah meronda di pos kambling.

"Kita berharap semua masyarakat Aceh Besar jaga kondisi ini sebaik-baiknya, jangan memperparah kondisi sehingga meresahkan kita semua," tuturnya. []

Berita terkait
Warga Aceh Resah Penutupan Jalan di Desa, SOP Dibuat
Akibat maraknya pemblokiran jalan di sejumlah desa maka pemerintah Kota Banda Aceh, Aceh telah menentukan standar operasional prosedur (SOP).
Jam Malam Hanya Membuat Masyarakat Aceh Takut
Pemerintah Aceh telah berhasil membuat takut masyarakat, tapi gagal dalam mengedukasi warganya dalam pencegahan Covid-19
Alasan Jam Malam di Aceh Dikritik karena Corona
Peraturan jam malam untuk mencegah meluasnya Covid-19 tidak diperlukan di Aceh jika bandara, pelabuhan dan terminal masih dibuka.
0
Pasien Suspek Corona asal Sibolga Meninggal di Medan
Satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 asal Kota Sibolga meninggal dunia di Rumah Sakit Martha Friska Medan.