UNTUK INDONESIA
Bukan Mitra Kukar Tapi Persis yang Lolos 8 Besar
Persis Solo yang berhak lolos ke 8 Besar Liga 2 karena selisih golnya lebih baik dibandingkan Mitra Kukar. Persis yang seharusnya di posisi 4.
Persis Solo yang sesungguhnya berhak lolos ke 8 Besar Liga 2 karena selisih golnya lebih baik dibandingkan Mitra Kukar. Persis seharusnya di posisi 4 setelah menang 3-2 atas PSIM Yogyakarta di pertandingan wilayah timur, Senin 21 Oktober 2019. (Foto: Tagar/Gonang Susatio)

Solo - Persis Solo yang sesungguhnya lolos ke babak 8 Besar Liga 2 2019. Bukan Mitra Kukar yang mendapatkan tiket tersebut karena Persis memiliki selisih gol lebih baik daripada Mitra Kukar sehingga mereka seharusnya menempati peringkat 4 di klasemen akhir grup atau wilayah timur.

Persis dan Mitra Kukar memiliki poin sama, 30. Hanya di klasemen akhir wilayah timur seperti ditampilkan di laman resmi liga, Mitra Kukar menempati peringkat 4. Mereka gagal menambah poin setelah kalah 1-2 dari Persiba Balikpapan di kandang sendiri di Stadion Rondong Demang, Senin 21 Oktober 2019 .

Persis juga mengantongi poin 30. Mereka menang 3-2 atas PSIM Yogyakarta dalam Derbi Mataram di Stadion Mandala Krida yang diwarnai rusuh suporter.

Ini berdasarkan peraturan untuk Liga 2. Dari pasal itu dijelaskan bila kedua klub atau lebih memiliki poin sama, dan yang menentukan peringkat kedua klub atau lebih itu adalah selisih gol. Dari penjelasan itu selisih gol kami lebih baik

Insiden itu mengakibatkan dua kendaraan dinas Wakapolda DIY dan Kapolresta Yogyakarta dirusak dan dibakar oknum suporter. Ironisnya, para pelaku ternyata masih di bawah umur.

Kemenangan atas PSIM menjadikan Persis memiliki 18 gol memasukkan dan kemasukan 16 gol. Sedangkan gol memasukkan dan kemasukan Mitra Kukar sama 17-17.

Bila mengacu pada peraturan Liga 2 Pasal 10 mengenai Regulasi Teknis: Babak Pendahuluan (group stage) no 5 mengenai penentuan peringkat di klasemen, Persis yang masuk 4 besar. Dari peraturan itu disebutkan penentuan peringkat berdasarkan jumlah poin yang diperoleh klub dari hasil pertandingan.

Bila terdapat 2 klub atau lebih yang memiliki nilai sama, maka penentuan peringkat ditentukan berdasarkan kriteria selisih gol. Berdasarkan kriteria tersebut, Persis yang lolos 8 Besar dan bukan Mitra Kukar.

"Persis dan Mitra Kukar memiliki poin sama. Namun Persis memiliki selisih gol lebih baik dibandingkan Mitra Kukar. Kami mencetak 18 gol dan kemasukan 16 gol. Sedangkan Mitra Kukar memasukkan dan kemasukan sama, yaitu 17 gol. Artinya, selisih gol Persis lebih baik dan kami yang lolos 8 Besar," kata Azmi Alqamar, CEO Persis Solo.

"Ini berdasarkan peraturan untuk Liga 2. Dari pasal itu dijelaskan bila kedua klub atau lebih memiliki poin sama, dan yang menentukan peringkat kedua klub atau lebih itu adalah selisih gol. Dari penjelasan itu selisih gol kami lebih baik," ujarnya.

Azmi juga mempertanyakan mengapa Mitra Kukar langsung ditetapkan menduduki peringkat 4. Pasalnya keberhasilan Persis mencetak 3 gol di pertandingan terakhir sesungguhnya menjadikan mereka naik peringkat sekaligus mendampingi Persik Kediri, Persewar Waropen dan Martapura FC yang sudah lebih dulu lolos ke 8 Besar.

Menurut rencana Persis segera mengirim surat kepada PT LIB terkait posisi mereka di klasemen akhir wilayah timur. Tim juga tidak dibubarkan karena mereka dipersiapkan menghadapi babak 8 Besar.

"Kami segera mengirim surat kepada PT LIB terkait posisi Persis di klasemen akhir. Berdasarkan peraturan liga, Persis yang lolos," kata Azmi menegaskan. []

Berita terkait
Derbi Mataram Berakhir Rusuh Saat Persis Taklukkan PSIM
Derbi Mataram berakhir rusuh saat PSIM Yogyakarta dikalahkan Persis Solo 2-3 di Stadion Mandala Krida, Senin 21 Oktober 2019.
PSIM Vs Persis, Derbi Mataram Demi Gengsi dan Posisi
Derbi Mataram yang sarat gengsi dan menentukan posisi saat PSIM Yogyakarta menjamu Persis Solo di Yogyakarta, Senin 21 Oktober 2019.
PSIM dan Persis Kalah di Kandang di Liga 2
PSIM Yogyakarta mengalami kekalahan 1-2 di kandang sendiri dari Mitra Kukar, Selasa 27 Agustus 2019. Meski kalah, PSIM tetap di puncak klasemen.
0
Respons Anak Buah, CEO Amartha Jadi Stafsus Presiden
Chief Risk and Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto memberi tanggapan terhadap Andi Taufan yang ditunjuk jadi Stafsus Presiden.