UNTUK INDONESIA
BSSN Luncurkan Pusat Siber Nasional, Ini 4 Misi Pentingnya
BSSN meresmikan Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas) Provinsi Jawa Barat dengan nama JabarProv-CISRT.
Ilustrasi kejahatan siber. (Foto: Antara/Pixabay)

Jakarta - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meresmikan Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas) Provinsi Jawa Barat dengan nama JabarProv-CISRT.

Kepala BSSN Hinsa Siburian menjelaskan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) merupakan organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan aktivitas insiden keamanan siber. JabarProv-CISRT diluncurkan di Gedung Jabar Command Center, Jalan Diponegoro No. 22, Bandung.

"CSIRT terdiri atas CSIRT Nasional atau CSIRT Sektoral yang mencakup sektor pemerintahan/lembaga, BUMN, dan sektor privat, serta CSIRT Organisasi. JabarProv-CISRT merupakan salah satu bagian dari CSIRT sektor pemerintahan," ujar Hinsa dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu, 22 September 2020. 

CSIRT terdiri atas CSIRT Nasional atau CSIRT Sektoral yang mencakup sektor pemerintahan/lembaga, BUMN, dan sektor privat, serta CSIRT Organisasi.

Baca juga: Menkominfo Bangga GNLD Siberkreasi Juara WSIS Prizes

Selain JabarProv-CISRT, Hinsa mengatakan, BSSN juga rencananya membentuk 15 CSIRT sektor pemerintahan lainnya di sejumlah kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah pada tahun 2020 ini. 

Adapun misi CSIRT sektor pemerintahan tercantum dalam Keputusan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Nomor 570 Tahun 2018, yaitu di antaranya: 

1. Membangun, mengoordinasikan, mengelaborasi, dan mengoperasionalkan sistem mitigasi, manajemen krisis, penanggulangan dan pemulihan terhadap insiden keamanan siber pada sektor pemerintah. 

2. Membangun kerja sama dalam rangka penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber pada sektor pemerintah. 

3. Membangun kapasitas sumber daya penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber pada sektor pemerintah. 

4. Mendorong pembentukan CSIRT pada sektor pemerintah lainnya, CSIRT sektor pemerintahan yang lebih dahulu terbentuk dapat memberikan layanan yang meliputi respon insiden dan aktivitas proaktif. 

Respons insiden dalam bentuk triase insiden, koordinasi insiden, dan resolusi insiden, sedangkan aktivitas proaktif dalam bentuk cyber security drill test, lokakarya atau bimbingan teknis, dan asistensi pembentukan CSIRT sektor pemerintah. 

Baca juga: Kini BSSN Berada dibawah Presiden

Lebih lanjut, Hinsa menjelaskan pembentukan CSIRT merupakan salah satu program prioritas nasional yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 - 2024. Kepala BSSN mengatakan bahwa JabarProv-CSIRT membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari seluruh stakeholders dalam operasinya. 

Menurut dia, CSIRT tidak mampu berdiri sendiri tanpa dukungan dan partisipasi aktif semua pihak dalam menyelesaikan insiden keamanan siber secara cepat dan efektif. 

Kepala BSSN berharap makin banyaknya CSIRT yang terbentuk pada sektor pemerintah dapat membangun kemandirian dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi ancaman insiden siber serta berkontribusi langsung dalam menjaga keamanan siber di Indonesia. []

Berita terkait
Software Bajakan Mudah Diserang Kejahatan Siber
Lembaga advokasi perangkat lunak BSA The Software Alliance menyatakan perangkat yang tidak berlisensi sering kali disusupi malware.
Imbas Covid-19, PKS: Perkuat Keamanan Siber Diplomat
Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta kembali mengingatkan pemerintah akan ancaman siber selama selama pandemi Covid-19.
5 Cara Amankan Ponsel dari Serangan Kejahatan Siber
Ponsel dalam genggaman setiap hari tidak terlepas dari kehidupan modern sekarang ini. Segala transaksi apa pun bisa dilakukan di gawai tersebut.
0
Gawat, 2 Juta Anak Indonesia Derita Berat Badan Rendah
Sekitar dua juta anak Indonesia menderita wasting parah atau berat badan rendah untuk tinggi badan, ciri-cirinya memiliki kekebalan yang lemah.