UNTUK INDONESIA
Bisnis Mercedes-Benz Berangsur Normal di China
Induk perusahaan mobil mewah Mercedes-Benz, Daimler menyatakan bisnis mereka berangsur normal di China.
Mercedes-Benz. (Foto: Antara/REUTERS/Andreas Gebert)

Jakarta - Induk perusahaan mobil mewah Mercedes-Benz, Daimler menyatakan bisnis mereka berangsur normal di China. Bisnis penjualan Mercedes-Benz yang sempat terhenti karena pandemik coronavirus Covid-19.

"Di China sendiri, kami menjual sekitar 50.000 kendaraan lagi pada bulan Maret. Itu membuat kami percaya diri,", kata Markus Schaefer, anggota dewan produksi Daimler kepada surat kabar Bild am Sonntag dilansir Reuters, dikutip dari Antara, Senin, 27 April 2020. 

Dalam pasar global, Mercedes-Benz mengirimkan sekitar 477.400 mobil pada periode Januari dan Maret 2020.

Laporan itu tidak menyebutkan berapa banyak komposisi penjualan untuk pasar China.

Sedangkan pada tahun 2019, sebanyak 694.200 mobil Daimler dijual di China dengan pangsa pasar 29 persen dari total penjualan mereka.

Mulai hari ini, Senin (27/4/2020), pabrik Daimler di Jerman kembali beroperasi. Pabrik Sindelfingen dan Bremen akan memulai produksi kendaraan Mercedes tipe E-Class dan S-Class.

China adalah pasar terbesar untuk tipe S-Class yang diproduksi di Sindelfingen.

"Kami tidak akan mencapai angka penjualan itu dengan segera ketika produksi dimulai," kata Schaefer.

Daimler melaporkan penurunan laba operasional hampir 70 persen pada kuartal pertama 2020.[]

Berita terkait
Mercedes-Benz Pamerkan Sedan Rakitan Lokal Pertama
Mercedes-Benz memajang mobil sedan pertama rakitan Indonesia, yakni Mercedes-Benz W115 di Museum Nasional, Jakarta.
Mercedes-Benz Pertama di Dunia di Museum Nasional
Replika Mercedes-Benz pertama di dunia, yaitu Benz Patent-Motorwagen dipamerkan Museum Nasional selama sepekan. Setelahnya menjadi koleksi museum.
Mercedes-Benz Tetap Nomor Satu Pasar Mobil Mewah
Mercedes-Benz berhasil mempertahankan peringkat pertama penjualan dalam pasar mobil mewah Indonesia yang sudah disandangnya sejak 2016.
0
Warga Bantaeng Derita Luka Bakar di Sekujur Tubuh
Remaja berusia 20 tahun di Bantaeng menderita luka bakar hampir 80 persen akibat kebakaran menimpa kamar tidurnya.