UNTUK INDONESIA
Bisik-bisik Pramugari Garuda Usai Skandal Ari Askhara
Skandal Harley Davidson dan gosip cinta terlarang Ari Askhara mengundang bisik-bisik tentang praktik kelam dunia penerbangan.
Ilustrasi - Pramugari Garuda Indonesia. (Foto: The Jakarta Post)

Jakarta - Skandal Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dari penyelundupan Harley Davidson hingga bisik-bisik cinta terlarang dengan seorang pramugari cantik membawa ingatan melayang pada film Flight. Tidak sama persis. Setidaknya begitulah praktik kelam dunia penerbangan.

Adalah Whip Whitaker, kapten pilot senior di maskapai penerbangan SouthJet Airlines dengan sugudang kemampuan. Sayangnya, Whip yang diperankan Danzel Washington kecanduan narkotika dan alkohol serta berperilaku buruk dan melanggar aturan. Ia kerap mengonsumsi kokain sebagai doping agar tetap bugar ketika menjalankan penerbangan.

Suatu waktu, Kapten Whip mendapat tugas penerbangan ke Atlanta. Malam sebelum penerbangan, ia sempat berpesta alkohol dan narkoba bersama pramugarinya, Katerina Marquez, yang diperankan Nadine Velazquez di sebuah kamar hotel di Orlando. Tak hanya itu, Kapten Whip dan Katerina juga melakukan hubungan badan. Keduanya mabuk dan hanyut dalam suasana. Keesokan paginya, keduanya terbangun dan segera terbang ke Atlanta.

Dalam keadaan mabuk dan kurang tidur, Whip harus menerbangkan pesawat dari Orlando menuju Atlanta dengan membawa 102 penumpang beserta awak pesawat. Bahkan saat tengah menerbangkan burung besi itu, Whip diam-diam kembali mengonsumsi vodka dicampur jus jeruk yang semakin membuatnya mabuk. Akhirnya, ia memilih tidur, lalu memberikan kendali kemudi kepada Co-pilot Ken Evans.

Beberapa menit kemudian, pesawat itu mengalami kecelakaan setelah sebelumnya mengalami kendala sejak take off. Meski Whip berhasil melakukan pendaratan darurat di lahan kosong, tetap saja pendaratan itu menewaskan beberapa orang, dua di antaranya adalah kru pesawat. Salah satunya, pramugari Katerina, wanita idaman lain (WIL) yang menghabiskan malam bersama Whip sebelum terbang.

Kira-kira begitulah sepenggal kisah skandal antara pilot dan pramugari dalam film Flight yang disutradarai Robert Zemeckis. Skandal ini kurang-lebih mirip dengan kasus yang tengah menjadi sorotan dan viral dibicarakan di Indonesia, baik di jagat maya maupun dunia nyata, yakni skandal yang menyeret pramugari Garuda Indonesia. Bedanya, pramugari Garuda diduga mempunyai hubungan terlarang atau perselingkuhan dengan para petinggi atau direktur di maskapai berpelat merah tersebut.

Di setiap profesi, pasti ada kan yang aneh. Kasihan kami yang kerja jujur begini jadi terkena stigma negatif.

Garuda IndonesiaIlustrasi - Pramugari Garuda Indonesia. (Foto: Instagram/Garuda Indonesia)

Rahasia Umum

Isu soal skandal "liar" pramugari Garuda dengan para petingginya itu berawal dari pemecatan Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputera atau akrab dikenal Ari Askhara. Mantan Direktur Utama PT Pelindo III itu dipecat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir lantaran tersangkut kasus penyelundupan onderdil motor Harley Davidson edisi terbatas tipe Shovelhead 1970 dan sepeda lipat merek Brompton.

Dari peristiwa tersebut, kasus yang menyeret nama Ari ini kian meluas, salah satunya dugaan kedekatannya dengan seorang pramugari Garuda. Kisah itu bermula dari sejumlah unggahan tweet dalam akun Twitter @digeeembok mengenai skandal perselingkuhan Ari dengan pramugari Garuda bernama Puteri Novitasari Ramli.

Tak hanya itu, akun @digeeembok juga membeberkan perlakuan semena-mena Puteri terhadap pramugari dan karyawan lainnya serta prostitusi di maskapai berlambang burung garuda itu.

Unggahan akun @digeeembok itu diamini salah satu pramugari Garuda, Awak (bukan nama sebenarnya). Meski tak mengenal secara personal dengan Puteri, Awak mengatakan, isu perselingkuhan itu telah menjadi rahasia umum di kalangan awak kabin Garuda, khususnya pramugari.

Awak juga tak menampik ada beberapa pramugari yang menjadi gundik atau menjalani hubungan terlarang dengan beberapa petinggi, seperti level direktur. Walau begitu, kata Awak, banyak pula pramugari yang bekerja secara profesional dan jujur serta berperilaku alim.

"Di setiap profesi, pasti ada kan yang aneh. Kasihan kami yang kerja jujur begini jadi terkena stigma negatif," ucap Awak saat dihubungi Tagar melalui aplikasi pesan WhatsApp, Senin, 9 Desember 2019.

Awak menambahkan, alasan beberapa pramugari itu rela menjadi selir bagi para petinggi tak lain karena uang dan power atau kekuasaan. Dengan bekingan orang "kuat" tadi, apalagi hingga menjalin asmara terlarang, mereka dapat melakukan apa pun, bahkan mengubah kebijakan perusahaan.

Soal perlakukan semena-mena sang selir, Awak yang telah bekerja kurang-lebih tujuh tahun di Garuda itu tak bisa berbicara banyak. Ia hanya berkata bahwa isu yang beredar di media sosial itu sama dengan kabar yang ia dengar.

"Aku hanya bicara berdasarkan 'katanya katanya' dan tidak mengenal secara personal," ucap Awak yang enggan ditanya lebih lanjut tentang hal itu.

Garuda IndonesiaIlustrasi - Garuda Indonesia. (Foto: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)

Sama dengan Awak, Putri Adelia Pamela, pramugari yang sudah sembilan tahun bekerja di Garuda, tak memungkuri tentang beberapa pramugari yang menjadi wanita simpanan para petinggi di maskapai milik negara itu. Namun, menurut dia, praktik tersebut baru terjadi di bawah kepemimpinan Ari Askhara.

Berbeda dengan Awak, Putri menuturkan, alasan para pramugari itu nekat melakukan tindakan asusila itu lantaran mendapat intimidasi dari orang-orang yang memiliki power. Sebagai bawahan, sulit untuk para pramugari menolak perintah dari atasan tersebut.

Sebab, jika menolak, tentu akan menerima sanksi dan risiko terhadap pekerjaan mereka, di antaranya mendapat larangan terbang atau grounded hingga dikeluarkan. Lantaran rasa takut dan risiko pekerjaan, kata Adelia, terpaksa mau tidak mau mereka mengikuti perintah atasannya tersebut.

"Karena punya power, mereka merasa punya tahta dan memanfaatkan keduanya. Kita (bawahan) enggak bisa bergerak," ujar perempuan yang disapa Adel ini.

Salah seorang pramugari lain mengungkapkan bahwa skandal tersebut bisa dikatakan mengarah pada praktik prostitusi yang ramai diberitakan. Ia menjelaskan, pola perkenalan antara pramugari dengan para petinggi. Proses perkenalan itu dijembatani oleh oknum pejabat di maskapai itu yang dikenal dengan sebutan provider.

Awalnya, ia akan menawari terlebih dulu kepada pramugari, baru diajukan ke petinggi. Mereka yang menolak akan mendapat ancaman. Mulai dari di-grounded, diturunkan jabatan, karier yang mandek, hingga dikeluarkan. Akan tetapi, jika menerima, tentu akan mendapat kemudahan karier, bahkan perlakukan istimewa.

Sebelumnya, pengacara ternama, Hotman Paris Hutapea, juga membagikan soal isu praktik prostitusi pramugari dalam akun Instagram miliknya. Dalam video yang dibagikan pada 16 Juli 2019 itu, Hotman mengungkapkan, seorang pramugari harus kehilangan jam terbang lantaran menolak menjadi selir atau menemani oknum direksi dari perusahaan swasta.

Walhasil, pramugari itu tak pernah mendapat jatah terbang dan hanya menerima gaji pokok yang jumlahnya tidak besar. Padahal, sama dengan pilot, gaji seorang pramugari juga didapat dari jam terbang selain gaji pokok. Bahkan gaji jam terbang nilainya bisa lebih besar dari gaji pokok. Dengan kata lain, semakin banyak jam terbang, semakin besar gaji yang didapat.

Garuda IndonesiaIlustrasi - Garuda Indonesia. (Foto: Instagram/Garuda Indonesia)

Kebijakan yang Memberatkan

Tak hanya isu skandal yang menjadi sorotan dalam kepemimpinan Ari Askhara, ada beberapa kebijakan Ari yang dianggap merugikan karyawan dan membuat awak kabin bekerja dalam tekanan. Ditambah lagi, aturan itu tidak memiliki prosedur yang jelas.

Adel menuturkan, selama bekerja di bawah kepemimpinan Ari kurang-lebih satu tahun ini, banyak hal yang telah dilakukan Ari. Pendekatan Ari terhadap karyawan juga cukup baik, tapi, kata Adel, Ari lupa membuat prosedur yang sesuai dengan hierarki. Hal itu menjadi keresahan para karyawan karena membuat banyak hal tak pasti, tidak tertulis, juga tidak tuntas atau clear. Akibatnya, para karyawan merasa tidak jelas ke mana arah kepemimpinannya.

Misalnya, seperti yang baru-baru ini dialaminya. Adel dipindah tugas (out base) ke Makassar tanpa ada alasan jelas, seperti mengapa dipindahkan, kebutuhannya untuk apa, dan berapa lama di sana. Pemindahan itu dinilai tak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Sebelumnya, dalam surat tugasnya pada 2011, Adel ditempatkan di Jakarta. Namun, sejak Oktober lalu, dia dimutasi ke Ujung Pandang, Makassar. Selain Adel, ratusan pramugari juga dipindah tugas atau mutasi.

Bukan memberi alasan jelas, pihak manajemen justru akan memberi hukuman berupa larangan terbang atau surat peringatan (SP2) kepada mereka yang menolak. Padahal, untuk memindahtugaskan awak kabin, terdapat prosedur khusus serta harus dilakukan secara terbuka dan transparan dari manajemen kepada pekerja.

"Tidak ada penerapan prosedur yang pasti dan hitam di atas putih," ucapnya.

Karena itu, Adel meminta agar pemerintah juga mengambil langkah untuk mencopot semua pihak yang tergabung dalam manajemen Ari Askhara, baik itu direksi maupun kroni-kroninya. Sebab, ujar Adel, mereka hanya akan memperburuk citra perusahaan.

"Menghapus orang-orang di bawah direksi yang memiliki strategi, ide, serta praktik buruk dan ilegal yang sama dengan Ari Askhara," tuturnya.

Adelia mengatakan dirinya tak mengenal Ari secara personal. Meski demikian, ia pernah bertemu dengan Ari saat tugas perjalanan dari London ke Denpasar. Namun, baik ia maupun Ari, tidak saling berinteraksi. "Ketika itu, Pak Ari duduk di kelas bisnis dan saya bekerja di kelas ekonomi." []

Baca cerita lain:

Berita terkait
Tasnim Lowe: Ibuku Dibunuh Ayahku
Tasnim Lowe, perempuan Inggris berparas Timur Tengah. Ia membuka rahasia paling hitam dalam keluarganya. Tentang ibunya yang dibunuh ayahnya.
Shalfa Avrila Siani dan Mereka yang Didiskualifikasi
Dalam pelukan ibunda, air mata Shalfa Avrila Siani mengalir deras. Tuduhan tidak perawan terlalu menyakitkan. Ini kisah mereka serupa Shalfa.
Titik Balik Denny Siregar
Denny Siregar, influencer paling berpengaruh di media sosial Indonesia ini mengungkap sisi-sisi paling pribadi dalam hidupnya. Simak wawancaranya.
0
Pernusa: UAS Ustaz Kampung yang Senang Cari Panggung
Ketua Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP Norman Hadinegoro menilai ustaz Abdul Somad (UAS) mencari panggung soal virus corona dan Uighur.