BI : Program Vaksinasi Massal Pemicu Pemulihan Ekonomi

Hingga saat ini 30 persen warga Kota Lhokseumawe sudah divaksin dari jumlah wajib divaksin mencapai 140 ribu orang
Vaksinasi massal Covid-19. (Foto: Tagar/ANTARA)

Jakarta - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lhokseumawe sukses menggelar vaksinasi masal Covid-19, berlangsung dua hari, 4 dan 5 September 2021 dengan target 1.000 penerima vaksin Covid-19. Kegiatan ini digelar guna mendukung program pemerintah menangani pandemi virus corona dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe Yukon Aprinaldo di Lhokseumawe mengakui, program vaksinasi massal menjadi pemicu pemulihan ekonomi di Aceh, khususnya di Kota Lhokseumawe.

"Vaksinasi menjadi pemicu pemulihan ekonomi nasional. Sebab itu, BI juga ikut menggelar vaksinasi massal," kata Yukon di Lhokseumawe, Minggu, 5 September 2021.

Yukon berharap program vaksinasi tersebut dapat mengubah pola pikir masyarakat terhadap vaksin dan juga menambah jumlah penduduk yang sudah menerima vaksin Covid-19, sehingga terwujud kekebalan komunal atau herd immunity.

"Masyarakat Kota Lhokseumawe merupakan masyarakat yang konsumtif. Dengan adanya vaksinasi, maka timbul kekekalan dan kepercayaan, sehingga meningkatkan mobilitas masyarakat. Kondisi ini memacu pemulihan ekonomi," kata Yukon Aprinaldo.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Lhokseumawe T Adnan mengapresiasi vaksinasi massal digelar BI Lhokseumawe, mengingat saat ini Kota Lhokseumawe berstatus zona merah dengan risiko tinggi. "Vaksin Covid-19 memberi manfaat bagi masyarakat. Dengan vaksin ini, kekebalan tubuh terhadap Covid-19 meningkat. Meskipun terpapar Covid-19, namun tergolong tanpa gejala dan sembuh," katanya.



Vaksinasi menjadi pemicu pemulihan ekonomi nasional. Sebab itu, BI juga ikut menggelar vaksinasi massal.



Adnan mengatakan hampir sebagian besar warga Kota Lhokseumawe yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 belum divaksin. Dia meyakini vaksin akan mengurangi dampak negatif akibat Covid-19.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena vaksin ini aman dan halal. Hal tersebut sudah jelas terbukti menekan penularan dan penyebaran Covid-19," kata ujarnya.

Adnan menyatakan hingga saat ini 30 persen warga Kota Lhokseumawe sudah divaksin dari jumlah wajib divaksin mencapai 140 ribu orang. Diharapkan jumlah tersebut terus meningkat dalam waktu dekat.Terkait stok vaksin, kata Adnan, Kota Lhokseumawe tidak mengalami kekurangan stok. Jika pun persediaan kurang, pemerintah mengajukan ke provinsi untuk penambahannya.

"Persediaan vaksin Covid-19 saat ini yang masih tersisa 6.000 dosis, baik vaksin Sinovac maupun vaksin Moderna. Karena itu, kami mengajak masyarakat mengikuti program vaksinasi vaksin Covid-19," kata Adnan. []


Baca Juga :

Opini: Perpanjangan PPKM Darurat Disertai Pembenahan

Pemerintah Pakai Istilah PPKM Bukan PSBB, Ini Alasan Mendagri

Menyoal Efektivitas PPKM Mikro Dibandingkan dengan Lockdown

WHO Desak Indonesia Perketat dan Perluas PPKM



Berita terkait
Anies Baswedan: 2,7 Juta Warga DKI Belum Terima Vaksinasi
Hal ini dikatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan BPP HIPMI.
Jokowi Tinjau Vaksinasi Covid-19 Pelajar di Kabupaten Pesawaran Lampung
Presiden Jokowi meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar yang digelar SMPN 1 Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung
Puan Maharani: Jangan Ada Kesenjangan Vaksinasi
Pemerintah mempercepat dan melakukan pemerataan pemberian vaksin Covid-19 pada masyarakat agar tidak terjadi kesenjangan vaksinasi.
0
BI : Program Vaksinasi Massal Pemicu Pemulihan Ekonomi
Hingga saat ini 30 persen warga Kota Lhokseumawe sudah divaksin dari jumlah wajib divaksin mencapai 140 ribu orang