UNTUK INDONESIA
Bertambah Enam Positif Corona, Surabaya Zona Merah
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebelumnya telah menetapkan Surabaya dan Malang Raya sebagai zona merah pandemi virus corona.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak menggelar jumpa pers terkait adanya enam orang positif terjangkit virus corona di Gedung Grahadi Surabaya, Jumat 20 Maret 2020. (Foto: Tagar/Haris D Susanto)

Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan jumlah pasien positif virus corona atau Covid-19 kini bertambah menjadi 15 orang. Kesemuanya pasien ini dirawat di dua rumah sakit, yakni 13 di Surabaya dan 2 di Malang.

Dengan tambahan itu, Khofifah pun tetap menjadikan Jatim masuk dalam daerah darurat bencana Covid-19. Serta memberikan zona merah pada Surabaya dan Malang Raya. Khofifah memberikan perhatian khusus. Apalagi data terbaru ada tambahan 6 orang dipastikan positif terjangkit virus corona atau covid-19.

Yang sudah dikoordinasikan dengan dinas Kabupaten kota dan rumah sakit yang saya bilang ada 62 rumah sakit sampai jam 16.00 WIB tadi.

"Jadi memang ada penambahan positif Covid-19, terutama di Surabaya dalam jumlah yang signifikan karena tambahnya 6 pasien. Semuanya dirawat di rumah sakit di Surabaya, sehingga imbauan kami berlaku untuk semuanya menjaga kewaspadaan perlindungan diri kita dan seluruh masyarakat di sekitar kita," ujarnya saat jumpa pers di Gedung Grahadi Surabaya, Jumat, 20 Maret 2020.

Dengan bertambahnya jumlah pasien positif terjangkit virus corona, pihaknya semakin gencar berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten dan kota dan juga 62 rumah sakit untuk mengatasi pandemi virus dari Wuhan, China ini.

"Yang sudah dikoordinasikan dengan dinas Kabupaten kota dan rumah sakit yang saya bilang ada 62 rumah sakit sampai jam 16.00 WIB tadi, di Jatim ada tambahan yang Covid-19 positif bertambah 6 orang.

Sementara itu, Khofifah juga menyebut ada 635 pasien di Jatim dinyatakan orang dalam pengawasan (ODP). Jumlah itu terdiri dari 175 di Surabaya, 74 ada di Malang Raya, dan 87 ada di Blitar Kabupaten/Kota.

"Sedangkan untuk masuk pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat 72 orang, yakni terdiri dari 32 PDP ada di Surabaya, di Malang ada terlapor 8 PDP," ujar dia.

Melihat kondisi ini, Khofifah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tak panik. Karena saat ini pihaknya terus berkoordinasi dan mencari daerah sebaran virus corona.

"Tidak usah panik, kami sudah membentuk satgas untuk masyarakat ini. Insyallah tracing kami lakukan ini akan terus berjalan untuk mendapatkan data sebaran virus corona," ujar dia.

Di sisi lain, mantan Menteri Sosial ini mengatakan untuk daerah-daerah yang masuk zona merah lebih meningkatkan kewaspadaannya. Apalagi ia mengimbau untuk lebih meningkatkan jumlah thermal gun dan menambah tempat-tempat cuci tangan juga hand sanitizer.

"Pentingnya thermal gun ini untuk bisa mengetahui dan mengidentifikasi mana saja orang yang diindikasi virus corona. Serta disediakan adalah social distancing, ini juga sudah menyampaikan, kami mengimbau perkembangan yang saya sampaikan untuk menjadi kewaspadaan," ucap dia.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap meminta kepada seluruh warga Kota Surabaya untuk tidak panik. Bahkan, ia menganjurkan untuk tetap tersenyum di tengah wabah virus semakin menyebar ini. 

Menurutnya, dengan selalu tersenyum dan gembira, manusia lebih kebal dengan virus karena meningkatnya daya tahan tubuh.

“Saya minta warga Surabaya tidak panik menghadapi semua ini, harus tetap tersenyum. Kita sedang dicoba, tapi kita harus hadapi cobaan ini dengan senyuman. Karena kalau gembira, kita akan mengeluarkan hormon (serotonin). Jadi ayo kita gembira, kita hadapi semua ini, bahwa semua ini perjalanan yang ditentukan oleh Tuhan, dan tugas manusia terus berusaha semaksimalkan mungkin,” ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Oleh karena itu, Risma juga mengingatkan warga Surabaya untuk istirahat yang cukup dan olahraga teratur sebagai upaya untuk menjaga kesehatan. Hal ini penting untuk menjaga daya tahan tubuh supaya tidak terkena Covid-19.

“Kemudian olahraga yang teratur, istirahat yang cukup, jangan terlalu capek,” tambahnya.

Disamping itu, ia juga meminta warga untuk melaksanakan imbauan pemerintah seperti menjaga jarak dengan orang lain, tidak berjabat tangan, berpelukan, atau melakukan kontak fisik, serta melipat karpet di tempat-tempat ibadah.

“Pintu dan jendela rumah juga dibuka lebar-lebar agar cahaya matahari dapat masuk, sehingga ada sirkulasi udara,” ujarnya. []

Berita terkait
Khofifah Meniadakan Salat Jumat di Pemprov Jatim
Gubernur Jatim mengimbau kepada daerah zona merah virus corona seperti Surabaya dan Kota Malang untuk tak melaksanakan Salat Jumat.
Polda Jatim Awasi 260 Jemaah Ikut Ijtima di Gowa
Pengawasan dilakukan Polda Jatim bersama KKP Surabaya terhadap 260 jemaah peserta Ijtima Dunia di Gowa sebagai antisipasi pandemi virus corona.
Bertambah Satu, Pasien Positif Corona Warga Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengataakan akan melakukan Rapid Test setelah bertambahnya jumlah pasien positif virus corona.
0
Warga Bantaeng Derita Luka Bakar di Sekujur Tubuh
Remaja berusia 20 tahun di Bantaeng menderita luka bakar hampir 80 persen akibat kebakaran menimpa kamar tidurnya.