Berkah Corona, Dupa Kaori Bali Tembus Pasar AS

Satu lagi produk asli Bali, dupa yang melenggang menuju pasar ekspor Amerika Serikat meski di tengah pandemi virus corona Covid-19.
Dupa Bali produk Kaori Group pimpinan Ni Kadek Winie Kaori ekspor perdana ke pasar Amerika. (Foto: Nila Sofianty).

Denpasar- Satu lagi produk asli Bali, dupa  yang melenggang menuju pasar ekspor Amerika Serikat (AS), meski di tengah pandemi virus corona Covid-19. Terpuruknya sektor pariwisata tak membuat sektor usaha lain juga terpuruk. 

Hal itu dibuktikan oleh Ni Kadek Winie Kaori dari Kaori Group yang memproduksi dupa. Menurutnya, dupa produknya baru saja diekspor perdana ke pasar Amerika. "Bisnis adalah sebuah kepercayaan, terbukti kami memenuhi target waktu yang ditentukan oleh buyer secara paripurna pada 5 Mei 2020 yang lalu," tutur Kaori kepada Tagar, Jumat, 8 Mei 2020.

Ekspor perdana produk dupa tersebut melalui berbagai proses dan seleksi yang ketat, beberapa saat sebelum meluasnya pandemi Covid-19 di AS

Baca Juga: Bali Deflasi di Bulan April, Ada Pengaruh Covid-19 

Ia menuturkan, saat melepas ekspor perdana 15.000 dupa tabung ke Negeri Paman Sam, tak ada seremonial khusus. Bahkan tak ada yang tahu saat dirinya dipercaya menggenggam purchasing order tersebut di awal bulan Februari 2020 silam. 

Ekspor perdana produk dupa tersebut melalui berbagai proses dan seleksi yang ketat, beberapa saat sebelum meluasnya pandemi Covid-19 di negara Donald Trump tersebut. Pelepasan ekspor perdana tersebut bahkan hanya dihadiri oleh Kadisperindag Gianyar, Kadisnaker Gianyar dan beberapa karyawan  dengan tetap mematuhi standar pencegahan jaga jarak sosial (social distancing).

"Saat itu dupa yang diinginkan buyer adalah dupa yang memiliki keharuman ciri khas Bali seperti aroma Jepun Bali, aroma Kayu Cendana dan aroma Bunga Cempaka.Untuk diketahui, kini Dupa banyak digunakan di Amerika untuk kebutuhan aromaterapi, pelengkap kekhusyukan meditasi yoga," ucap  Kaori.

Mengingat juga, lanjut Kaori, populasi umat Hindu di AS juga semakin bertambah, sehingga kebutuhan akan dupa juga semakin tinggi. Dupa ini sudahdikemas dalam bentuk tabung praktis sehingga bisa dijadikan sebagai souvenir.

kami menambah 110 karyawan (marketing freelance) untuk memulai kewirausahaan dari rumah dengan memasarkan berbagai kebutuhan pokok produksi Kaori dengan sistem reseller 

Dijelaskannya juga aroma Dupa Kaori  disukai keluarga-keluarga di Amerika untuk mengharumkan ruangan sebagai pengganti produk aromaterapi yang berbahan kimia.

Rumah DupaRumah Dupa dari Kaori Group. (Foto: Nila Sofianty).

"Kami bangga dan bersyukur dengan kepercayaan buyer untuk memilih produk Dupa Kaori diantara berbagai merk dupa yang ada di pasaran, ini membuktikan produk dupa kami sudah memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan," ujar Kaori.

Terkait wabah corona yang ikut menhantam Pulau Bali,ia mengaku turut prihatin. Ia menjelaskan bahwa disaat pandemi Covid-19 tak ada seorangpun karyawan yang dirumahkan. Bahkan perusahaannya menambah seratus lebih karyawan freelance yang bisa bekerja dari rumah.

"Bahkan kami menambah 110 karyawan (marketing freelance) untuk memulai kewirausahaan dari rumah di tengah pandemi virus corona Covid-19 dengan memasarkan berbagai kebutuhan pokok produksi Kaori dengan sistem reseller yang cukup diapresiasi oleh masyarakat," tuturnya.

Sebelumnya Bali juga sempat melepas ekspor manggis dan kerajinan tangan (handycraft) Bali ke Uni Emirat Arab (UEA) beberapa minggu lalu.

Simak PulaBali Deflasi di Bulan April, Ada Pengaruh Covid-19

Menurut Gubernur Bali I Wayan Koster, eskpor aktivitas ekspor itu juga berarti memberikan peningkatan pendapatan kepada para petani di Bali. Selama ini pihaknya berupaya keras untuk meningkatkan hilirisasi dari produk pertanian kita, termasuk industri kerajinan rakyat dengan membuka akses pasar dalam dan luar negeri.[]



Berita terkait
Bali Siapkan Skema Pemulihan Ekonomi Atasi Covid-19
Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan skema pemulihan ekonomi menyeluruh untuk mengatasi dampak pandemi virus corona Covid-19.
Gubernur Bali Tambah Dua Laboratorium Covid-19
Gubernur Bali I Wayan Koster menggandeng dua perguruan tinggi di Bali untuk mengaktifkan laboratorium untuk PCR Covid-19.
Cara Startup di Bali Bertahan dari Badai Covid-19
Bali menjadi salah satu destinasi wisata yang paling terkena dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah perusahaan startup.
0
Melbourne Perpanjang Lockdown Sepekan Mulai 4 Juni 2021
Lockdown terkait pandemi Covid-19 di kota terbesar kedua Australia, Melbourne, akan diperpanjang sepekan lagi