UNTUK INDONESIA
Bentrok Aparat di Taput, TNI Polri Gelar Mediasi
Menyusul bentrok aparat di Tapanuli Utara, TNI dan Kepolisian menggelar pertemuan mediasi.
Kasubbag Humas Polres Tapanuli Utara Aiptu Walfon Barimbing, Jumat 28 Februari 2020. (Foto: Tagar/Jumpa P Manullang)

Tarutung - Menyusul penyerangan sejumlah personel TNI terhadap anggota kepolisian di Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, TNI dan Kepolisian menggelar pertemuan mediasi di aula Kodim 0210/TU pada Jumat, 28 Februari 2020.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Utara Aiptu Walfon, mengatakan rapat mediasi yang digelar tertutup itu dihadiri pejabat teras Korem 023 /KS, Batalion Infanteri 123/Rajawali Padangsidempuan, Kodim 0210/TU, Denpom, Kompi A Infanteri 123/ Rajawali, Polres Taput, dan Polda Sumatera Utara.

"Atas petunjuk perwira teras dari dua institusi dalam rapat, informasi resmi ini saya sampaikan kepada rekan-rekan pers," kata Walfon di Mapolres Tapanuli Utara di Tarutung, Jumat, 28 Februari 2020.

Walfon mengatakan, inti pertemuan membahas agenda perdamaian dua institusi demi terjaganya suasana kondusif keamanan, dan ketertiban di tengah masyarakat.

"Intinya perselisihan itu terjadi atas kesalahpahaman TNI dengan Polri. Dan hari ini akan diselesaikan dan dihadiri Danrem 023/KS, Danyon Infanteri 123 Rajawali, Dandim 0210/TU, Den POM, Kapolres Taput dengan Wadir Intel Poldasu," katanya.

Dia menyebut, korban luka sebenarnya dari bentrok itu hanya dua orang, yakni personel Polres Tapanuli Selatan. "Korban hanya dua orang, yakni Ipda Bangun Siregar dan Aiptu Velberik Sitompul. Agar lebih jelas silakan diklarifikasi kepada Humas Polres Tapsel, " katanya.

Hingga pukul 11.12 WIB, terpantau rapat mediasi dua institusi itu masih tetap berlangsung. Rapat yang dihadiri pejabat teras TNI dan Kepolisian itu tertutup dari liputan media massa.

Kemudian salah seorang penumpang mobil berpakaian tentara turun dan sambil mencekik Bapak Kapolsek

Sebelumnya, terjadi bentrok personel tentara dengan anggota kepolisian di wilayah Kepolisian Sektor (Polsek) Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis, 27 Februari 2020. Dikabarkan tujuh korban luka-luka dalam bentrok tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh Tagar, kejadian berlangsung pukul 08.00 WIB. Sumber yang meminta namanya tidak disebut, mengatakan pada saat itu Kapolsek Pahae Jae AKP Ramot S Nababan dengan beberapa anggota sedang mengatur arus lalu lintas yang mengalami kemacetan akibat terbaliknya satu unit truk di tengah jalan.

Berselang tidak berapa lama, meluncur satu unit mobil Avanza warna hitam mengambil jalur kanan dan diberhentikan petugas lalu lintas. Saat itu sempat terjadi perdebatan Kapolsek Pahae Jae dengan penumpang mobil tersebut.

"Kemudian salah seorang penumpang mobil berpakaian tentara turun dan sambil mencekik Bapak Kapolsek," kata sumber.

Dia mengatakan, dalam hitungan jam kemudian, lokasi itu diramaikan hadirnya pria berseragam tentara dengan membawa sejenis senjata organik dan peralatan tukang.

"Dan sekitar pukul satu siang datanglah beberapa orang tentara ke lokasi tersebut dengan membawa senjata laras panjang, aspak, double stik, dan sangkur, kemudian langsung mengejar dan memukuli personel Polsek Pahae Jae yang ada di lokasi tersebut," katanya.

Data diperoleh enam orang korban disebut-sebut personel Polri, yakni RSN, BS, VS, DMS, DBS, dan RLS. Sementara inisial ES adalah masyarakat biasa.[]

Berita terkait
Korban Luka Penyerangan Polisi di Tapanuli Utara
Sekelompok orang berpakaian preman dan diduga berpakaian dinas TNI menyerang personel Polsek Pahae Jae, Polres Tapanuli Utara.
Bentrok Aparat di Tapanuli Utara, 6 Polisi Luka-luka
Terjadi bentrok personel tentara dengan anggota kepolisian di wilayah Polsek Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara.
Antisipasi Bentrok, Polisi di Malang Razia Suporter
Kepolisian di Malang Raya melakukan razia terhadap Aremania dan The Jakmania yang ingin ke Sidoarjo menyaksikan final Piala Gubernur Jatim 2020.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.