UNTUK INDONESIA
Benarkah Covid-19 Bisa Menular Lewat Rokok?
Pasca meninggalnya dua karyawan PT HM Sampoerna muncul kekhawatiran penularan virus corona lewat rokok yang diproduksi pabrik tersebut.
Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi. (Foto: Pemprov Jatim/Tagar)

Surabaya - Pasca meninggalnya dua buruh PT Sampoerna Tbk akibat terinfeksi Covid-19, mulai muncul kekhawatiran penularan virus corona lewat rokok yang diproduksi pabrik tersebut. Selain dua buruh meninggal, ada 34 karyawati PT Sampoerna yang dinyatakan positif covid-19 hasil tes swab.

Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi menjelaskan virus corona merupakan virus baru. Untuk itu, hingga saat ini terus dilakukan penelitian karena manusia memiliki rasa ingin tahu. 

Virus ini baru, meskipun ada nenek moyangnya.

Dalam penelitian terkadang disertai percobaan-percobaan. Dalam dunia sains penelitian harus mengikuti kaidah-kaidah ilmiah.

"Virus ini baru, meskipun ada nenek moyangnya," kata Joni, di Gedung Grahadi, Sabtu 2 Mei 2020 malam.

Virus corona ini merupakan rangkaian protein dibungkus lemak. Mengingat virus bukan makhluk hidup, maka tidak akan bertahan lama dibenda mati.

"Kalau bukan dibenda hidup dia akan segera mengakhiri hidupnya, karena mereka bukan mahkluk hidup. Jadi lemaknya akan mati kalau degradasi," tuturnya.

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo ini mengaku memang banyak artikel yang menyebut virus corona mampu bertahan selama empat jam di uang empat jam, di kardus bertahan selama 24 jam, dikayu dan baju bertahan 2 hari.

"Bertahan di baju sekian lama, besi tahan lebih lama, kulit sekian lama. Semua itu berdasarkan percobaan mereka atau asumsi mereka," kata Joni dengan nada tanya.

Joni menyebut di artikel lain juga memaparkan bahwa Covid-19 mampu bertahan di plastik selama dua hari dan di gelas empat hari. Untuk itu, Joni meminta masyarakat yang melakukan isolasi mandiri harus menggunakan gelas dan piring mandiri.

"Dicuci dengan sabun supaya lemaknya rusak sehingga bisa hilang," kata dia.

Joni memastikan belum pernah melihat multi center study soal masa bertahan virus di benda mati. Dia hanya menyampaikan bahwa makhluk baru tentu perilakunya juga baru.

"Jadi prinsip virus hidup dibenda hidup," tegasnya.

Joni meminta masyarakat agar tidak terpedaya dengan beberapa artikel soal masa bertahan virus corona di benda mati. Mengingat belum jelas artikel itu berdasarkan penelitian atau asumsi mereka.

Joni menerangkan dalam artikel soal virus corona tergantung subjek dijadikan bertahan hidup. Seperti halnya Covid-19 bisa bertahan di piper rokok selama 3 jam.

"Tapi jangan terpedaya dengan 3 jam, karena ini menurut mereka. Apakah ini benar 100 persen. Tidak, ini asumsi penelitian mereka," tuturnya.

Joni optimis suatu saat nanti ada ilmu hampir mendekati kepastian terkait pencegahan sebaran Covid-19.

Sementara Ketua Sub Gugus Tugas percepatan Penanganan covid-19 di Jatim Heru Tjahjono mengatakan, dirinya akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim terkait rencana penarikan produk rokok Sampoerna. Koordinasi ini untuk mengetahui jumlah kepastian dan lokasi peredaran rokok

“Kami koordinasikan lebih dulu. Kami akan cek dulu. Kami harus tahu jumlah rokok yang beredar itu berapa dan ke mana saja rokok itu diedarkan,” paparnya.

Soal rencana penarikan rokok produk PT Sampoerna, Heru mengaku akan tetap menunggu adanya kebenaran penularan Covid-19 lewat rokok. Jika memang dinilai perlu adanya penarikan, Heru akan koordinasikan dengan Disperindag.

"Seperti yang disampaikan dr Joni. Kami akan berkoordinasi juga tentang kemungkinan penularan lewat rokok ini,” ucapnya.

Langgar PSBB, Ratusan Warga Diamankan 

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih belum bisa dipatuhi oleh masyarakat. Terbukti, masih saja ada yang keluyuran hingga tengah malam. Menanggapi masalah ini, Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan mengatakan sudah menindak ratusan orang saat PSBB di tiga daerah, yakni Sidoarjo, Gresik dan Surabaya.

Dari razia Sabtu, 2 Mei 2020 malam, sebanyak 65 orang dari Kabupaten Gresik, 24 orang di Kabupaten Sidoarjo, dan 82 orang di Kota Surabaya diamankan, karena tak menaati aturan PSBB.

"Kemarin kami melakukan kegiatan secara serentak, teguran dan tindakan dimana Gresik ada 65 orang, Sidoajo baru 24 dan Surabaya ada 82 orang," kata Luki, Minggu, 3 Mei 2020.

Selain penindakan dengan mengamankan orang yang tak menaaru aturan PSBB, Luki juga menyebut akan melakukan tindakan tegas, yakni menerapkan pasal 216 KUHP dan pasal 93 UU Karantina.

"Jadi kami akan melakukan pemeriksaan sesuai aturan, kami juga akan kenakan pasal 93 UU karantina dan pasal 216 KUHP, yakni dimana mereka bisa terancam 1 tahun, dan kita akan proses dan kami lakukan tindakan tegas," imbuh Luki.

Namun, sebelum itu dilakukan, Luki menyebut orang yang terjaring razia telah dilakukan rapid test. Hasilnya, semua dipastikan sehat dan tak terkena Covid-19.

Namun, pihaknya masih belum membebaskan, karena masih dilakukan pendataan dan pemeriksaan. Hal ini dilakukan supaya mereka bisa jera dan tak keluyuran lagi saat massa PSBB.

"Jadi belum ada tersangka dari tiga daerah yang PSBB, masih dalam proses, ini 1x24 jam kita lakukan berbagai pemeriksaan," ujar Luki.

Selain itu, Luki menyebut giat ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar tak semakin meluan. Sebab data yang terinfeksi di Jatim menurutnya cukup besar.

"Angka pasien Covid-19 di Jatim kita tahu semakin besar, nah ini akan kami berikan contoh supaya kita semua bisa menjaga, dan tidak semakin luas penyebaran Covid-19," tutur Luki. []

Berita terkait
Langgar PSBB, 82 Warga di Surabaya Diamankan Polisi
Polrestabes Surabaya mengamankan 82 warga selama 1x24 jam dan menjalani Rapid Test karena melanggar jam malam selama PSBB di wilayah Surabaya.
Update Corona Jatim: Surabaya dan Gresik Zero Kasus
Terkait klaster Sampoerna, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa enggan memperpanjang dan fokus untuk pencegahan penyebaran Covid-19.
0
Hardiknas, Dinas Pendidikan Bantaeng Launching Buku
Momentum Hardiknas Pemkab Bantaeng melaunching buku karya Dinas Pendidikan Bantaeng.