UNTUK INDONESIA
Bekatul, Kopi Herbal Inovasi Petani Lereng Wilis Kediri
Kelompok petani di lereng Gunung Wilis mengubah bekatul menjadi minuman herbal. Meski bahan berasal dari beras, tetapi penyeduhannya mirip kopi.
Kopi bekatul, inovasi para petani di lereng Gunung Wilis. (Foto: Tagar/Fendhi Lesmana)

Kediri - Petani kaki Gunung Wilis berinovasi untuk membuat minuman sehat yang bisa dikonsumsi dan dinikmati segala kategori usia. Bahan dasar digunakan untuk membuat minuman ini tanpa ada campuran kimia, semuanya dijamin 100 persen herbal.

Minuman ini dibuat kelompok tani organik Sri Cahyo Mulyo berlokasi di Dusun Rombo, Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Para kelompok tani ini memberi nama produk minuman tersebut Kopi Bekatul Dewi Sekartaji. Mereka memberi nama kopi bekatul, karena bahan baku minuman ini menggunakan bekatul.

Sangat bagus untuk kesehatan mas, terkadang ada orang yang sakit membeli kopi bekatul.

"Bekatul itu kan bahanya dari gabah yang diselep keluar berasnya. Berasnya kemudian dipoles lagi," kata Kusbiyatun, anggota kelompok wanita tani organik Sri Cahyo Mulyo.

Ibu rumah tangga berusia 46 tahun ini, menjelaskan kandungan vitamin B yang ada di kopi bekatul sangat baik untuk kesehatan jika dikonsumsi.

"Sangat bagus untuk kesehatan mas, terkadang ada orang yang sakit membeli kopi bekatul," ujar perempuan asal Dusun Rombo, Desa Pagung, Kecamatan Semen ini.

Kusbiyatun mengungkapkan alasanya minuman ini diselipkan nama kopi lantaran cara penyajian nyeduhnya sama dengan kopi. Ia lantas membandingkan rasa kopi hitam asli dengan rasa kopi berbahan bekatul.

"Caranya nyeduh kan seperti kopi, kalau orang sini nyebutnya kan kopi bekatul. Kalau kopi item kan ada pahitnya, kalau kopi ini rasanya sangat gurih," kata dia.

Tidak hanya digandrungi warga asal Kediri, Kopi bekatul dewi sekartaji jiga diminati konsumen asal luar daerah seperti Surabaya dan lainya. Kebanyakan konsumen yang beli dari luar daerah tahu dari media sosial. Produk minuman ini sudah ada sejak 5 tahun lalu.

"Penjualanya juga kita pasarkan melalui media sosial, banyak yang beli dari luar daerah," kata Kusbiyatun.

Kopi bekatul Dewi Sekartaji dijual ukuran kemasan 1/4 kilo gram seharga Rp 20 ribu - Rp 25 ribu. Jika masih dalam kemasan dan tidak terkena udara, minuman herbal ini bisa bertahan dikonsumsi selama 1 tahun.

Minuman ini juga bisa disajikan dioplos menggunakan bahan herbal lainya seperti jahe, seledri dan sere. Dengan mengonsumsi minuman ini sangat baik untuk kesehatan.

"Ada warga kabupaten Kediri, yang merasa sakit kesemutan terkadang pesan kopi bekatul, allhamdulilah sembuh," ucapnya.[](PEN)

Berita terkait
Cabup Kediri Tawarkan Program Pembuatan Pupuk Organik
Cabup Kediri, Hanindhito Himawan Pramono menyiapkan program untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk subsidi.
Tingwe Digandrungi Perokok di Kediri saat Pandemi
Di tengah pandemi Covid-19 permintaan akan tembakau untuk membuat rokok tingwe di Kediri meningkat.
Resep Rahasia Tahu Kuning Kediri, Lezat dan Bergizi
Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri dikenal sebagai kampung perajin tahu. Setidaknya ada 30 perajin.
0
Bekatul, Kopi Herbal Inovasi Petani Lereng Wilis Kediri
Kelompok petani di lereng Gunung Wilis mengubah bekatul menjadi minuman herbal. Meski bahan berasal dari beras, tetapi penyeduhannya mirip kopi.