UNTUK INDONESIA
Begini Fakta-Fakta Kebakaran di Kejaksaan Agung
Puntung rokok dan cairan pembersih lantai yang mengandung bahan mudah terbakar menjadi penyebab terjadinya kebakaran di Kejagung.
Ilustrasi kebakaran. (Tagar/pixabay)

Jakarta - Polisi telah menemukan penyebab kebakaran Gedung Kejaksaan Agung pada 22 Agustus 2020 lalu. Puntung rokok dan cairan pembersih lantai yang mengandung bahan mudah terbakar menjadi penyebab terjadinya kebakaran.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Ferdy Sambo menyatakan, sejumlah tukang yang merokok membuang puntungnya secara sembarangan.

Berikut adalah deretan fakta yang telah kami rangkum yang ditemukan terkait dengan peristiwa kebakaran di gedung utama Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini.

Gedung yang terbakar

Pada 23 Agustus 2020, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan, gedung yang terbakar adalah Gedung Pembinaan di bagian utara. Di dalam gedung tersebut, ada sejumlah biro, yaitu Biro Kepegawaian, Biro Keuangan, Biro Perencanaan, dan Brio Umum.

Kebakaran ini juga merembet hingga ruangan Jaksa Agung meski tidak sampai ke ruang tahanan di gedung yang terpisah. Jaksa Agung ST Burhanuddin juga memastikan tidak ada bekas perkara atau alat bukti yang terbakar dalam peristiwa.

Polisi tidak menemukan unsur kesengajaan

Pihak kepolisian mengaku tidak menemukan unsur kesengajaan. Polisi menyimpulkan bahwa puntung rokok dan pembersih menjadi faktor penyebab kebakaran.

"Para tukang yang merokok di ruangan tempat bekerja di mana pekerjaan-pekerjaan tersebut memiliki bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti tiner, lem aibon, dan beberapa bahan-bahan yang mudah terbakar lainnya," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Ferdy Sambo.

Ia juga menjelaskan, cairan pembersih yang ada di sana disebut mengandung zat yang mempercepat penjalaran api. Penyidik juga menemukan bahwa pembersih tersebut tidak memiliki izin edar.

Polisi menetapkan 8 tersangka

Diketahui polisi telah memeriksa 131 orang dan 64 orang yang dijadikan saksi. Dari 64 orang itu, terdapat lima tukang yang saat itu melakukan sebuah pekerjaan di lantai 6 biro kepegawaian. Kelima orang beserta mandor yang tidak hadir mengawasi para tukang tersebut pun ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur perusahaan penyedia beserta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kejagung juga ditetapkan sebagai tersangka karena mereka menandatangani perjanjian kerja sama untuk menggunakan cairan pembersih lantai yang mengandung fraksi solar.

Tersangka belum ditahan

Sambo juga mengatakan, saat ini penyidik belum menahan para tersangka. Namun, penyidik akan segera memanggil mereka dan menyiapkan berkas perkara agar segera dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum.

Sedangkan dengan isu adanya petugas kebersihan yang memiliki rekening dengan uang yang cukup besar, menurut Sambo, penyidik tengah mendalami dan membuka rekening itu. Namun, dari penyidikan, tidak ditemuakn hal mencurigakan karena uang tersebut berasal dari proses yang panjang.

Kerugian mencapai Rp 1,12 triliun

Kerugian akibat kebakaran gedung utama Kejagung di Jakarta Selatan itu pun diperkirakan mencapai Rp 1,12 triliun. Mengutip Kompas.com, 31 Agustus 2020, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan, perkiraan kerugian tersebut terbagi ke dalam dua jenis Pertama, terkait gedung dan bangunan. Kedua, kerugian yang menyangkut isi di dalam bangunan yang terbakar seperti peralatan dan mesin. []

Baca juga:

Berita terkait
Sinyal Bareskrim Tetapkan Tersangka Kebakaran Kejaksaan Agung
Bareskrim seakan memberikan sinyal mengenai penetapan tersangka kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung RI.
17 Saksi Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung
Tim penyidik gabungan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dengan Kejaksaan memeriksa 17 saksi penyidikan kasus kebakaran Kejaksaan Agung.
Ruang Intelijen Kejaksaan Agung di Lantai 3 - 4 Terbakar
Hari Setiyono mengatakan, berdasarkan laporan sementara yang diterimanya, kebakaran merembet ke ruangan intelijen di lantai tiga dan lantai empat.
0
Begini Fakta-Fakta Kebakaran di Kejaksaan Agung
Puntung rokok dan cairan pembersih lantai yang mengandung bahan mudah terbakar menjadi penyebab terjadinya kebakaran di Kejagung.