UNTUK INDONESIA
Banjir Pekalongan, 1028 Orang Mengungsi dan 1 Tewas
BPBD Kota Pekalongan membangun sejumlah posko pengungsian di enam titik untuk menampung korban banjir.
Anggota BPBD Pekalongan menyiapkan perahu karet untuk membantu warga korban banjir. (Foto: BPBD Pekalongan/Tagar/Sigit AF)

Pekalongan - Bencana banjir menerjang Pekalongan, Jawa Tengah setelah dua hari diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Akibat banjir, terdata 1.028 orang warga mengungsi ke tempat aman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekalongan, Suminta mengatakan sejumlah wilayah banjir di antaranya, Kecamatan Tirto, Kelurahan Sampangan, Kauman Ledok, Krapyak, Bugisan, Kali Loji, Bandengan, Poncol dan Kraton. 

Kami sudah mengevakusi korban sejak semalam sekitar pukul 01.00 Wib.

Selain 1.028 orang mengungsi, Suminta mengaku ada satu warga meninggal dunia bernama Alwi Yahya, 59 tahun, warga Kelurahan Poncol, Pekalongan, Jawa Tengah.

"Kami sudah mengevakusi korban sejak semalam sekitar pukul 01.00 Wib. Berdasarkan laporan warga yang meminta bantuan petugas untuk merujuk salah seorang warga ke rumah sakit. Korban meninggal setelah kami bawa ke rumah sakit Siti Khotijah, " ujar Suminta saat dikonfirmasi Tagar via telepon.

Suminta menjelaskan, laporan saksi menyebutkan korban terpeleset di depan rumahnya saat mengambil gayung yang terbawa arus banjir. Niatnya korban akan membersihkan dalam rumah dengan gayung tersebut.

"Korban akan membersihkan rumahnya yang terkena banjir. Saat ia mau mengambil gayung yang terbawa banjir, ia terpeleset dan jatuh. Setelah ditolong kurang lebih 30 menit korban mengalami kedinginan dengan badan yang sudah melemah, " jelasnya.

Ia menambahkan, hingga Kamis 20 Februari 2020, siang ini banjir masih meredam Kota Pekalongan. Berdasarkan data BPBD Pekalongan, 1.028 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman dan tersebar di di sejumlah titik pengungsian.

Di antaranya di Masjid Alkaromah ada 393 orang, aula Kelurahan Tirto sebanyak 48 orang, Musala Al Ikhsan 62 orang, TPQ di RW 8 Kelurahan Tirto berjumlah 172 jiwa, Musala RSUD Bendan ada 43 jiwa, Masjid Muhajirin Pabean ada 25 orang, dan aula Kecamatan Pekalongan 39 jiwa.

"Hingga pukul 10.30 Wib, hujan masih terjadi. Akibatnya sebagian besar wilayah Kota Pekalongan terendam baik wilayah perkampungan maupun jalan-jalan utama dengan ketinggian air mulai 10 sentimeter hingga satu meter," ujar Suminta

Selain itu, akibat intensitas hujan yang tinggi, dua sungai yakni Meduri dan Bremi meluap.

"Kami sudah membangun beberapa titik posko pengungsian, ada sekitar 6 titik. Saat ini kami juga sedang melakukan pendataan kembali, di prediksi masih titik banjir bisa bertambah," tuturnya. []

Berita terkait
Cemburu, Suami di Pekalongan Tusuk Istrinya Sendiri
Seorang pria di Pekalongan delapan kali menusuk tubuh istrinya. Persoalan rumah tangga yang dipicu cemburu diduga jadi penyebab.
Benda Serupa Bom di ATM SPBU Gegerkan Pekalongan
Benda menyerupai bom diletakkkan di ATM SPBU di Pekalongan. Polisi memburu pelaku teror tersebut.
28 Narapidana Semarang Bebas Lewat Crash Program
28 narapidana di Lapas Semarang menghirup udara kebebasan lewat Crash Program. Apa itu?
0
Bubarkan Salat Berjemaah di Parepare Berujung Polisi
Seorang camat di Kota Parepare Sulsel dilaporkan ke polisi karena berusaha membubarkan jemaah yang hendak salat Jumat berjemaah.